Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)

Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)
40. Bangun tidur.


__ADS_3

Keesokan harinya.


Juna pun terbangun dari tidurnya, lalu menatap jam dinding menunjukan pukul jam 6 pagi. Lalu beranjak dari sofa tempat dirinya semalaman tidur.


'Aduh tubuhku tidak enak sekali tidur disini, mana pegal lagi.' Gerutu Juna sambil meregangkan tangannya. Kemudian menatap istrinya yang masih tertidur di atas kasur.


'Itu anak nyaman banget ya tidurnya. Ya pastinya nyamanlah tidur di kasur yang super empuk dan lembut. Lagian saya mau ikut tidur disana malah di dorong lagi.' Gerutu Juna. Kemudian Juna pun berjalan menghampiri Aleena yang masih tertidur di atas kasur.


'Iddih itu orang jorok banget ya, Pakai ngiler segala lagi. Mana mengenai bantal punyaku lagi.' Juna sambil menatap sinis Aleena yang masih tertidur.


Kemudian Juna pun mendekatkan wajahnya ke wajah Aleena. Lalu mengusap lembut wajah Aleena.


'Kamu masih tetap cantik Aleena, meski pun kamu lagi tidur. Tapi sayangnya kalau tidur kok ileran lagi. Mau bikin lukisan pulau di dalam bantal kali ya ini anak.' Juna sambil tertawa cekikikan merasa lucu, lihat Aleena tidur.


Karena merasa terusik tidurnya. Perlahan lahan Aleena pun membuka matanya dan merasa terkejut saat melihat seseorang yang kini dekat dengannya.


Ahhh.... teriak Aleena merasa kaget saat melihat seseorang dekat dengan wajahnya. "Apa yang sudah kamu lakukan terhadap saya hah?"


Dengan segera Juna pun, membekap mulut Aleena dengan tangannya. Kemudian dengan segera Aleena menggigit tangan Juna sehingga meringis kesakitan.


Shitt.... "Kamu itu benar benar ya Aleena," Juna sambil menatap kesal Aleena.


"Lagian, siapa suruh untuk membekap mulutku hah?"


"Habisnya kamu itu apa apaan sih Aleena, main teriak teriak saja. Kalau Mom sama Dad dengar gimana hah? Bikin panik mereka tau tidak," Ucap Juna.


"Habisnya saya kaget tau tidak, kenapa tiba tiba kamu ada disini hah?" Tanya Aleena sambil menatap kesal Juna.

__ADS_1


"Kamu itu lupa ya Aleena, semalaman saya tidur disini juga. Dan saya tidur di sofa, karena ulahmu tubuhku terasa remuk dan tidak nyaman." Gerutu Juna.


"Terus apa yang sudah kamu lakukan terhadapku tadi hah?"


"Saya tidak melakukan apa apa kok terhadapmu." Jawab Juna.


"Ck, mana mungkin tidak melakukan apa apa. Lalu kenapa wajahmu begitu dengan wajahku hah?"


"Ini orang, tidak percayaan banget ya. Sudahlah percuma saja menjelaskan sama kamu, yang ada malah berdebat terus." Gerutu Juna sambil berlalu pergi menuju bedroom.


"Lagian, mau percaya gimana. Tuan itu terlalu banyak kebohongannya." Aleena sambil menatap Juna yang kini sedang berjalan masuk ke dalam bedroom.


Satu jam kemudian


Ketika Juna, sudah selesai mandi. Tiba tiba juna pun keluar dari bedroom. Dan melihat ke arah kasur, tapi tidak melihat adanya Aleena.


Dan tiba tiba Aleena datang, masuk ke dalam kamar dengan pakaian yang sudah di ganti juga rambutnya yang basah habis di keramas. Juna yang melihat Aleena masuk pun, merasa kaget. Bagaimana bisa istrinya mandi tempat lain.


"Punya kamar mandi sendiri, malah mandi tempat lain. Ck, apa kata orang nanti." Sindir Juna sambil menatap Aleena yang kini sedang mengerikan rambutnya dengan hard dry.


"Emangnya kenapa, tidak boleh? Tuan itu kenapa sih, selalu ngajak ribut duluan. Maunya Tuan itu apa sih hah?" Gerutu Aleena sambil menatap Juna yang kini sudah sedang duduk di sofa.


"Kamu itu inget ya Aleena. Kita ini sudah menikah, seharusnya kan kita mandi bareng bukannya terpisah. Nah ini malah di tempat lain. Apa kata Mom sama Dad, Aleena jika mereka mengetahui tentang  Pernikahan kita cuma diatas kertas. Mereka tidak tahu tuh apa apa." Ucap Juna.


"Iya juga apa yang dikatakan Tuan, tapi untung tidak ada siapa siapa kok. Cuma ada Bi Sri saja." Ucap Aleena.


"Tapi itu sama saja Aleena. Bi sri pun, pasti  bakal menyangka yang aneh aneh." Gerutu Juna.

__ADS_1


"Sudahlah Tuan, tidak usah khawatir. Lagian kalau masalah Bi Sri, biar Aleena yang hadapi."


"Terserah kamu sajalah, Aleena. Kamu itu, benar benar keras kepala ya."


Tok.... tok.... tok.... suara mengetuk pintu.


"Tuan Juna, Non Aleena...." panggil Bi Sri sambil mengetuk pintu.


"Tuh ada yang mengetuk pintu. Coba Tuan buka pintunya, Bi Sri memanggil kita." Ucap Aleena.


"Ck, ini orang malah nyuruh suami untuk membuka pintu. Yang ada istri yang harusnya membuka pintunya." Gerutu Juna.


"Tidak ada salahnya kan, tolong bukain pintunya. Kan Tuan lihat sendiri kalau saya lagi mengeringkan rambut." Aleena sambil menatap suaminya.


"Ck, ada saja alasan." Juna sambil beranjak dari sofa dan berjalan untuk membukakan pintunya.


Setelah tepat di depan pintu. Dengan segera Juna pun membuka pintunya.


"Maaf Tuan menganggu. Sarapannya sudah siap, Nyonya menyuruh Tuan dan Nona untuk sarapan pagi bersama."


"Baik Bi, nanti saya akan kesana. Nunggu dulu istriku belum selesai." Jawab Juna.


"Baik Tuan. Ya sudah, kalau begitu saya permisi Tuan."


"Iya silahkan Bi." Juna sambil menutup kembali pintunya.


Kemudian Bi Sri pun berjalan menuju dapur untuk bekerja lagi.

__ADS_1


"Ingat Aleena jika di depan Mom sama Dad, biasakan kita seperti pasangan suami istri lainnya dan berjalan pun jangan terpisah."


__ADS_2