Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)

Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)
89. Apa yang aku lakukan.


__ADS_3

"Non Aleena, ayo kita masuk ke dalam mobil," ucap pak Amin yang kini tiba-tiba datang berjalan menghampiri Aleena yang sedang duduk dipinggir jalan.


"Eh pak Amin, sudah beres mobilnya pak?" tanya Aleena terhadap pak Amin.


"Sudah Non. Maaf lama nunggu ya Non," ucap pak Amin merasa tidak enak hati.


"Tidak apa-apa kok pak. Lagian nyantai sajalah."


"Baiklah Non. Oya gimana jadi mau ke kantor Den Juna nya?" tanya pak Amin.


"Tentu saja jadi dong. Ya sudah, ayo kita masuk ke dalam mobil pak."


"Baik Non." jawab pak Amin.


Aleena pun dengan segera masuk ke dalan mobil. Setelah semuanya keadaan sudah siap, dengan segera pak Amin pun menjalankan mobilnya menuju kantor Juna.


Di sepanjang perjalanan Aleena lebih banyak diam, dan memandangi setiap pemandangan yang di lewati. Padahal Aleena orangnya cerewet, suka mengajak bercanda pak Amin, dan suka bikin pak Amin karena ulah lucu tingkah Aleena.


Aleena masih bingung dengan Veri, kenapa Veri belum bisa move on dari dirinya, padahal di luar sana masih banyak wanita jauh lebih cantik dari dirinya.


'Aku harus melakukan apa agar Veri move on dariku? Veri benar-benar gila ya, dia akan melakukan apapun untuk mendapatkanku! Lalu bagaimana dengan adikku, dia sudah terobsesi dan jatuh cinta terhadap Veri? Arrgh .... Aku pusing,' teriak Aleena.


Pak Amin mun terkejut dan merasa khawatir terhadap Aleena yang tiba-tiba saja berteriak lalu berkata,"non Aleena baik-baik saja kan?" tanya pak Amin sambil menatap Aleena dari depan kaca mobil.

__ADS_1


"Eh iya pak, Aleena baik-baik saja kok hehe," Aleena sambil tersenyum cengengesan karena merasa malu.


"Benaran nih, Non Aleena baik-baik saja nih?" tanya pak Amin sekali lagi untuk memastikan ucapan majikannya.


"Iya serius pak Amin, Aleena baik-baik saja kok. Sudahlah pak Amin jangan khawatirkan Aleena ya," ucap Aleena.


"Baiklah kalo begitu Non, dan syukurlah kalau Non Aleena baik-baik saja," ucap pak Amin sambil tersenyum terhadap Aleena.


"Heem," jawab Aleena.


Mobil yang ditumpangi Aleena pun kini sudah sampai di perusahaan suaminya, lalu dengan segera Aleena pun keluar dari mobil tersebut.


"Pak Amin pulang saja ke rumah, enggak usah nungguin Aleena ya pak. Biar Aleena nanti pulangnya bareng sama Juna saja pak," ucap Aleena sambil menatap pak Amin.


"Iya silahkan pak."


Pak Amin pun dengan segera menjalankan mobilnya meninggalkan Aleena di perusahaan milik suaminya. Setelah mobil pak Amin sudah menjauh, dengan segera Aleena pun masuk ke dalam perusahaan tersebut.


"Selamat siang Non Aleena ..." panggil salah seorang satpam kemudian tersenyum.


"Siang juga pak ... Oya panggil Aleena, No pakai Nona!" protes Aleena.


"Loh kenapa Non Aleena? Lagi pula Non Aleena kan suaminya, Tuan Juna, jadi tidak salah dong bila panggil Non," ucap pak Tian.

__ADS_1


"Walaupun aku istrinya Tuan Juna, tapi tetap jangan panggil Nona, panggil saja Aleena!"


"Baiklah kalau begitu Non eh maksudnya Aleena." ucap pak Tian merasa tidak enak hati.


"Bagus! Ya sudah, kalau begitu aku masuk ke dalam dulu ya pak." ucap Aleena terhadap pak Tian seorang satpam.


"Iya silahkan Aleena."


Aleena pun dengan segera berjalan masuk ke dalam, dan menuju lift untuk masuk ke ruangan suaminya.


'Ada-ada saja istri bos itu, biasanya orang akan senang bila di panggil Nyonya atau Nona. Lah ini, si Non Aleena malah menolak dan protes agar tidak di panggil Non, ada-ada saja,' ucap pak Tian pada diri sendiri sambil menggelengkan kepalanya.


*


Aleena pun kini sudah sampai di ruangan kerja suaminya, Aleena berjalan dengan perlahan agar suaminya tidak mendengar langkah kaki dirinya. Kemudian Aleena berjalan menghampiri Juna yang sedang berdiri sambil mencari sesuatu, kemudian memeluk erat suaminya dari belakang saat sudah berada di samping Juna.


"Eh siapa ini?" tanya Juna merasa terkejut saat tiba-tiba ada seseorang memeluk dirinya, kemudian menatap tangan Aleena yang melingkar di pinggangnya.


"Hayo tebak siapa?" ucap Aleena.


Juna pun merasa tidak asing dengan suara yang dikenalinya, lalu membalikkan tubuhnya sehingga kini mereka saling menatap satu sama lainnya.


"Sayang?" ucap Juna merasa terkejut dengan kehadiran istrinya.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2