Anak Genius: Milikku Milikmu.

Anak Genius: Milikku Milikmu.
Pembalasan Dendam


__ADS_3

Hari perayaan kerja sama antara hotel Bery dan Prawira group akhirnya datang.


Kesya mendadani anak anaknya untuk mengajak mereka menghadiri acara tersebut.


" Kita mau kemana si Ma?" tanya Ara.


"Kita mau ke acara penting sayang." jawab Kesya.


"Ayo Key, aku udah siap." ucap Fillia kemudian mereka memasuki mobil yang telah disiapkan oleh Raka.


Kesya bersama kedua anaknya telah tiba, acara pun dimulai Raka membuka acara naik ke atas panggung dan mengisi penyambutan acara tersebut.


"Terimakasih untuk semua tamu yang telah berkenan hadir di acara kali ini. dan silahkan Mr Bery boleh naik bersama dengan rekan Kesya." ungkap Raka.


Kesya naik ke atas panggung. kakak tiri dan ibu tirinya pun melihat itu.


"Loh Ma, itu Kesya ya?" tanya Lani.


"Iya, kok dia bisa jadi rekan kerja Prawira group si ." ungkap ibu tirinya sebal.


"Ma, pokoknya kita harus permaluin Kesya." ungkap Lani.


"Yaudah kamu bener, tunggu aja dia turun biar kita kasih pelajaran." ucap Ibu tiri Kesya.


Setelah penyambutan acara selesai Kesya turun dari panggung dan langsung dicegat oleh Ibu tiri dan kakak tirinya.


"Bagus, setelah menghilang lama, kamu akhirnya kembali dan berhasil sukses, apa si yang kamu lakuin? kamu masuk kekamar orang terpandang ya. supaya dapetin ini semua, memuakkan banget." ledek Lani.


Kesya tersenyum penuh kemenangan.


"Kenapa kamu mikir kayak gitu, jangan jangan kamu ya yang udah lakuin itu. oh atau ibu kamu yang terhormat ini." ucap Kesya berani.


" Anak kurang ajar kamu." ucap ibu Lani melayangkan tangannya tetapi ditangkis oleh Kesya dan dilepas dengan keras.


"Ma? kenapa mama mau tampar aku? aku kan bicara apa adanya. mama lupa ya udah rebut papa dari ibu aku." ucap Kesya.


"Kesya ..... jaga ya omongan kamu. kamu jangan sok suci, kamu hamil sama laki laki yang kamu gak tau, kamu bukan wanita baik baik." ucap Lani murka.


"puaarrrrr" Kesya menampar pipi Lani keras.


"ini adalah balasan Karena kamu bicara sembarangan."ucap Kesya Kemudian meninggalkan Lani dan Bu Lisa.


"Ini menarik." ucap Raka yang memandang dari kejauhan.


"Mama...." Ara memeluk Kesya.


"Sayang, ayo kalian udah ambil makanan? biar mama ambilin ya." ucap Kesya.


"Halo Ara, halo Ari." sapa Raka.


"Om Laka." balas Ara, sedangkan Ari hanya terdiam karena ia memang memiliki karakter cuek.


"Hay Ara, makan sama Om yuk." ajak Raka.


"Gak usah Pak Raka. biar dia makan sama saya aja." tolak Kesya.


"Ma, Ali mau kekamal mandi bental ya." pamit Ari.

__ADS_1


"Yaudah sayang, Mama anter ya." tawar Kesya.


"Biar aku aja yang anter, kita kan sama sama laki laki." ajak Raka.


akhirnya Kesya menyetujuinya.


Ari berjalan mendahului langkah Raka ia tak berbicara sama sekali.


saat hendak kembali. Raka menahannya.


"Ari stop dulu deh, kamu lihat gak mereka berdua." Raka menunjuk Lani dan Ibu Lisa.


"meleka Olang yang jahat sama mama kan? bial Ali bales." ucap Ari.


"Ari jangan, kayaknya mereka lagi ngrencanain sesuatu buat mama kamu." ucap Raka yang melihat gelagat aneh dari Lani dan Ibunya.


Akhirnya Raka dan Ari mengintip dari balik tembok.


"Ma, ini aku ada obat pencuci perut, kita kasih ke Kesya aja biar tau rasa." ucap Lani.


"Iya kamu bener." mereka diam diam memasukkan obat kedalam minuman.


"Mas sini, tolong kamu kasih minuman ini ke Ibu Kesya ya." pinta Ibu Lisa.


"Iya Bu."Jawab pelayan tersebut.


"Ari, kamu mau bantu Mama kamu kan?" tanya Raka.


"Iya om." Jawabnya singkat.


"Gampang om." ucap Ari kemudian melaksanakan tugasnya.


Setelah berhasil menukar minuman tersebut ia kembali bersama Raka.


Ari membisikki Ara tentang rencana jahat Ibu Lisa.


"Ohhh jadi gitu ya kak." ucap Ara menganga. tanpa sepengetahuan Kesya ia pergi menyusul tempat Lani dan Ibunya.


Ia menghancurkan kuenya di kursi milik Ibu Lisa.


Ia tersenyum jahil kepada Ari.


Ibu Lisa terus memperhatikan Kesya, ia meminum minuman yang telah ditukar oleh Ari.


dalam hatinya ia tertawa dan menanti momen dimana Kesya akan terus bolak balik kekamar mandi.


"Kruuuuuukkkkkk." suara perut Ibu Lisa yang bergejolak.


orang disekitarnya mendengar dan menertawakan.


"Ma, ih mama kok jorok si." ungkap Lani.


"Aduh sayang kayaknya perut mama sakit deh." ucap Ibu Lisa kemudian memilih duduk untuk menghilangkan rasa mulasnya tapi bukannya membaik justru rasa mulasnya semakin tak tertahankan.


Ia akhirnya berdiri dan menjadi pusat perhatian karena di bajunya menempel kue yang telah diletakkan Ara.


Lani Dan Ibunya benar benar malu karena menjadi pusat perhatian, semua mata tertuju pada mereka tertawa mengejek.benar benar memalukan.

__ADS_1


"Ihhhh Mama jorok banget, malu maluin tau." ungkap Lani menarik Ibu Lisa keluar dari acara.


"Berhasil dong rencana kita.toss dulu." ucap Raka.


"Kasian, Makannya jangan jahat sama Mama." ucap Ara tertawa lepas.


"Oh jadi ini ulah kamu nak." ucap Kesya terkejut.


"Iya Ma sama kak Ali dan om Laka juga." jawab Ara.


"Tadi mereka mau ngerjain kamu, jadi aku suruh anak anak buat bales ngerjain mereka." terang Raka.


"Makasih ya Pak Raka, udah bantu saya." ucap Kesya.


"Ma, Ala mau pulang, Ala ngantuk." ucap Ara menguap.


"Yaampun kasian banget ngantuk yaudah kita pulang ya." jawab Kesya.


"Biar aku anter, lagian acara juga udah selesai." tawar Raka.


"Dia tadi kan udah bantu aku. Mungkin aku terima aja deh, sebagai rasa terimakasih aku." batin Kesya.


"Yaudah boleh pak." jawab Kesya.


"Yeeee pulang sama Om." Ara melompat girang.


kemudian Raka menggendong Ara. Ara terlihat begitu bahagia.


di perjalanan pulang mereka saling diam . Ara dan Ari juga tertidur. Raka tersenyum melihat kedua anak kecil yang tengah tertidur pulas.


Setelah sampai di rumah Kesya. Kesya hendak membangunkan Anak anaknya. tetapi Raka melarangnya.


"Jangan kamu bangunin, kasihan mereka kecapean." ucap Raka.


"Tapi aku gak bisa bawa mereka berdua" ungkap Kesya karena biasanya ia akan dibantu oleh Fillia tetapi tadi dipertengahan jalan Fillia pamit menjenguk temannya yang baru saja kecelakaan.


"Susah banget ya buat minta tolong." ucap Raka kemudian keluar dari mobil dan menggendong Ara.


"Makasih ya kamu udah bantu aku." ucap Kesya Kemudian menggendong Ari.


"Sama sama. kita ini kan rekan kerja." ucap Raka Kemudian mengikuti langkah Kesya.


"Bagus , perlahan dia mulai bisa Nerima aku." batin Raka.


Mereka meletakkan si kembar dikamar tidurnya.


"Aku pasti akan nemuin bukti bahwa kalian adalah darah dagingku, dan aku akan menyatukan keluarga kita. memberikan apa yang seharusnya kalian dapatkan. memiliki orang tua yang lengkap Aku janji. aku akan mengambil hati ibu kalian." batin Raka tersenyum memandang wajah kedua anak Kesya.


"Yaudah Kesya kalo gitu aku pamit ya." ucap Raka.


"Oh iya makasih ya , untuk malam ini." ucap Kesya yang akhirnya tersenyum.


"Iya sama sama." jawab Raka meninggalkan rumah Kesya.


bersambung........


Berhasilkah Raka menemukan bukti bahwa sikembar adalah darah dagingnya?

__ADS_1


__ADS_2