
Ambulance telah tiba di rumah sakit, para perawat segera menolong Lani.
"Tolong anak saya, tolong." rengek Mama Lisa.
setibanya di ruangan UGD dokter menahan mama Lisa agar tidak ikut masuk.
"Ibu tunggu diluar saja ya Bu, kami akan melakukan yang terbaik untuk anak ibu." ucap dokter tersebut kemudian meninggalkan Mama Lisa diluar ruangan.
dari balik tembok, dua orang tengah mengawasi gerak gerik dari Mama Lisa. ia kemudian menelepon Boss Mereka.
"Selamat siang Boss, Ada kabar terbaru." ucap orang tersebut.
"Ada kabar baru apa?" tanya Raka.
"Tadi pagi mereka berdua pergi mengunjungi Billi, tetapi pembicaraan mereka bersifat privasi kami tidak bisa mendengar apapun. setelah dari kantor polisi mereka pergi ke apotik, penjual bilang mereka membeli obat penggugur, setelah itu ibunya pergi ke bidan dan sekarang anaknya pendarahan di bawa ke sebuah rumah sakit." lapor orang tersebut.
"Belum ada hal yang menyangkut tentang kejadian penculikan Kesya. terus selidiki mereka." ucap Raka.
"Baik Boss, akan terus kami pantau." jawab orang tersebut.
Kemudian dokter keluar dari ruangan. Mama Lisa langsung menanyakan keadaan Lani.
"Dok gimana keadaan putri saya Dok?" tanya Mama Lisa.
__ADS_1
"Maaf Bu, sepertinya ada luka dalam yang terjadi akibat benturan. kami harus melakukan operasi pengangkatan rahim Bu." ucap dokter tersebut.
"Apa dok? operasi pengangkatan rahim?" tanya Mama Lisa.
"Iya Bu, karena ada gangguan pada rahim anak Ibu, selain terkena benturan sepertinya juga rahim terinfeksi oleh cairan keras yang mengakibatkan keguguran itu." ucap dokter tersebut.
"Apa gak ada cara lain dok, jangan ambil rahim anak saya Dok." pinta Mama Lisa.
"Tidak ada pilihan Bu, karena infeksi jika tidak dilakukan pengangkatan juga pun akan sulit untuk memeliki keturunan, bahkan jika tidak dioperasi bisa mengakibatkan kematian." jawab dokter tersebut.
"Yasudah dok, lakukan operasi sekarang dok. saya mau anak saya sembuh dok." pinta Mama Lisa.
kemudian dokter tersebut pun mengajak Mama Lisa untuk menandatangani surat persetujuan.
Operasi pun berjalan, setelah menunggu lama. Lani akhirnya terbangun.
"Ma, aku dimana Ma? bukannya terakhir aku ada dirumah ya?" tanya Lani.
"Kamu dirumah sakit sayang." jawab Mama Lisa.
"Aduh Ma, kenapa perut aku sakit. lho Mah aku kenapa?" tanya Lani.
"Kamu habis operasi sayang." Jawab Mama Lisa.
__ADS_1
"Operasi? kenapa dioperasi?" tanya Lani.
"Rahim kamu diangkat nak." jawab Mama Lisa.
"Apa? rahim aku diangkat? berarti aku gak akan bisa punya anak." teriak Lani.
"Iya sayang, maafin mama, mama gaada pilihan lain." ucap Mama Lisa.
"nggak, nggak mungkin. Mama pasti bohong kan? aku gak mungkin kehilangan rahim aku." teriak Lani.
"Sabar sayang, mama tau ini berat, tapi kamu harus terima kenyataan." Mama Lisa memeluk putrinya.
"Nggak nggak mungkinnnn, Lani gak terima ma gak mauuuuu." teriak Lani marah marah ia memukuli mamanya.
"Sayang jangan banyak gerak nak, nanti luka kamu robek." ucap Mama.
"Gak mau ma, ini gak adil. aku gak mauuuuu aaaaaaaaa aku gak mau ma, aku gak mau kayak gini." teriak Lani.
Dokter dan perawat yang mendengar keributan pun bergegas masuk.
"Dok tolong anak saya Dok. tolong tenangin dia." ucap Mama Lisa.
"Sus tolong obat penenangnya." pinta dokter kepada perawatnya.
__ADS_1
Kemudian dokter tersebut menyuntikkan obat penenang kepada Lani. hingga Lani pun mulai tenang.
bersambung.......