
Di Rumah Raka
Setelah mendapatkan foto tersebut, Raka bergegas pulang untuk meminta penjelasan dari Kesya. Raka memarkirkan mobilnya dan segera memasuki rumah. Ia mencari keberadaan Kesya.
Saat itu Kesya tengah membaca buku di Kamar, Raka menghampiri Kesya dan langsung bertanya.
"Apa maksud dari foto ini." Raka memberikan foto tersebut kepada Kesya. Kesya menerimanya dan melihatnya, Ia terkejut karena merasa tidak pernah berfoto bersama lelaki itu, tetapi Kesya seperti tidak asing dengan laki-laki yang ada di foto tersebut.
"Siapa Lelaki itu?" Tanya Raka.
"Aku gak tau Dia siapa, Aku gak kenal sama Dia." Jawab Kesya acuh.
"Kalo Kamu gak tau, kenapa difoto ini Kalian begitu terlihat mesra. Dia bahkan sampai gendong Kamu." Protes Raka menolak jawaban dari Kesya.
"Aku gak tau Mas, lagian Kamu dapet darimana foto itu?" Tanya Kesya yang juga penasaran.
"Gak penting Aku dapat darimana, lebih baik Kqmu jawab aja Siapa laki-laki ini dan ada hubungan apa Kamu sama Dia?" Raka membentak Kesya karena cemburu.
"Apa sih Mas, Kamu gak jelas banget." Protes Kesya kemudian meninggalkan Raka di kamar sendirian.
Raka marah dan kesal, Ia membanting benda yang ada didekatnya. Ia berniat untuk mengejar Kesya, tetapi ketika keluar dari kamar. Ia berpapasan dengan Meyra.
"Raka, tumben jam segini udah pulang." Sapa Meyra.
"Iya, permisi Aku mau pergi dulu." Pamit Raka dengan foto yang masih berada di tangannya, hal itu tentunya tidak disia-siakan oleh Meyra. Ia sengaja memancing agar Raka salah paham dengan Kesya.
"Raka, Foto itu Kamu dapat darimana?" Meyra berlagak terkejut.
"Apa Kamu tahu tentang foto ini?" Tanya Raka menunjukkan foto itu kepada Meyra.
"Maaf ya Raka, sebenernya Aku gak mau ngomong ini sama Kamu. Tapi Aku gak tega sama Kamu kalo Aku gak ngomong." Ucap Meyra mulai menjalankan rencana jahatnya.
"Ada apa sebenarnya Mey?" Tanya Raka yang mulai terpancing dengan omongan Meyra.
"Sebenarnya Aku sering lihat Kesya pergi sama laki-laki itu waktu Kamu pergi ke luar Kota.
__ADS_1
Dan pernah Kesya pergi seharian sama Dia, saat itulah Ara keracunan karena Kesya yang lalai menjaga Ara. Raka Kamu janji jangan marah sama Kesya ya." Meyra masih menutupi niat buruknya.
"Kesya benar-benar keterlaluan, Aku harus tegur Dia." Ucap Raka yang tersulut emosi.
"Bagus, Raka sepertinya terjebak kedalam perangkap Aku." Batin Meyra.
Saat Raka hendak menyusul Kesya, tiba-tiba saja ponselnya berbunyi, ternyata itu adalah telepon dari Prisa.
Meyra sengaja menguping pembicaraan Mereka berdua, Raka pun pergi untuk menemui Prisa.
itu tidak dilewatkan oleh Meyra, Ia segera menghampiri Kesya dan bercerita bahwa Ia percakapan Raka dengan masa lalunya.
"Key, tadi Aku denger kalo Raka mau ketemu sama masa lalunya." Pancing Meyra.
"Terus Aku harus gimana?" Tanya Kesya tak bersemangat.
"Ya Kalo Aku jadi Kamu si, Aku akan landak itu cewek." Saran Meyra.
Akhirnya Kesya mengikuti saran Meyra untuk mengikuti perginya Raka. Benar saja Raka terhenti di tempat kemarin Ia bertemu dengan seorang wanita.
"Kamu benar-benar datang kesini Mas." Batin Kesya.
Mereka bertiga nampak panik, segera Mereka memasukkan Raja kedalam mobil.
Fikiran Kesya semakin menjadi-jadi, Siàpa Wanita itu, Siapa Anak kecil itu? kenapa Mereka seperti layaknya seorang keluarga. Batin Kesya tak Karuan.
Di Rumah Sakit.
Kesya mengikuti Raka hingga kerumah sakit, Saat itu, Raja masuk ruangan darurat dan hanya tersisa Prisa dan juga Raka. Kesya pun menghampiri Mereka.
"Mas Raka, Kenapa Kamu bisa ada disini? dan siapa Wanita ini?" Kesya mencoba memojokkan Raka.
"Kesya, Kamu ngapain disini?" Tanya Raka gugup.
"Kenapa Mas? Kenapa Kamu kelihatan gugup gitu." Sindir Kesya.
__ADS_1
"Ayo Kamu ikut Aku. Prisa sebentar Aku mau ngomong sama Istriku dulu." Pamit Raka menarik tangan Kesya.
"Lepasin Mas, udah kepergok ngapain Kamu bawa Aku menjauh. tinggal mengakui gampang kan?" Ucap Kesya yang kini tengah menahan air matanya.
"Mengakui apa si? yang seharusnya mengakui itu Kamu, Kamu ternyata Ibu yang gak bertanggung jawab ya, Kamu merasa kehilangan Ara, padahal Kamu yang gak becus jaga Dia, karena Kamu pergi sama Lelaki yang ada di foto tadi kan? Kamu bener-bener gak sayang sama Ara." Bentak Raka.
"Jaga omongan Kamu ya Mas, Aku emang udah lalai jaga Ara, tapi Aku sama sekali gak ada hubungan sama lelaki yang ada difoto itu." Protes Kesya.
"Jangan bohong Kesya." Tuduh Raka meminta Kesya mengakui perbuatan yang tidak dilakukannya.
"Kamu yang gak peduli sama Ara, Kamu kemana waktu Ara sakit? Kamu gak bisa dihubungi, dan siapa wanita yang mengangkat telpon Kamu? Dia siapa Mas? Anak itu siapa?" Tanya Kesya meminta penjelasan dari Raka.
"Saat ini Aku gak bisa kasih tahu Kamu." Jawab Raka.
"Gak papa Mas, gak perlu Kamu jawab. Menurut Aku semuanya udah jelas." Ucap Kesya meninggalkan Raka. Raka pun terdiam membisu setelah konflik rumah tangganya menimpa.
Raka bingung harus berbuat apa, dengan kesal Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan kasar.
Di Taman Rumah Sakit
Kesya menangis karena pertikaiannya dengan Raka, Ia benar-benar merasa kecewa dan tidak tahu lagi harus berbuat apa.
Kesya duduk disudut kursi yang berada di taman rumah sakit. Dokter Dimas tidak sengaja melihat Kesya tengah menangis sendirian, Dokter Dimas pun menghampiri Kesya dan memberikan Kesya sebuah sapu tangan untuk mengelap air matanya.
"Kamu? bukannya Kamu Ibunya Ara ya, kenapa nangis sendirian di pojokan?" Tanya Dokter Dimas memberikan sapu tangannya. Kesya menerimanya dan membersihkan bekas air matanya.
"Dokter, oh iya Dokter yang menangani Ara kemarin ya? terimakasih ya."Kesya berterimakasih.
"Iya, Perkenalkan Saya Dimas. Nama Anda Kesya kan? Kemarin Saya sempat baca di data Ara.Oh iya kenapa menangis?rindu sama Ara?" Tanya Dokter Dimas yang dibalas dengan gelengan kepala oleh Kesya.
"Jangan sedih berlarut-larut ya." Ucap Dokter Dimas yang kini telah berdiri dan hendak meninggalkan Kesya.
"Wajah lelaki itu sepertinya Aku pernah lihat di foto, Oh iya itu bukannya laki-laki yang ada difoto Mas Raka tadi." Batin Kesya.
"Lebih baik sekarang Aku pergi ke makam Ara dan bercerita disana. setelah itu baru Aku tanya sama Dokter Dimas tentang foto itu. Araaa Mama benar-benar rindu sama Kamu Nak." Kesya mencoba menenangkan Diri.
__ADS_1
Tidak ada yang menyadari bahwa ada seorang yang mengintai keberadaan Kesya dan kini tengah merencanakan niat jahat untuk Kesya.
"Bagus, Mereka beneran berantem,Ini jelas bisa aku jadiin kesempatan untuk memisahkan mereka berdua, dan sebentar lagi Raka akan pisah sama Kesya. Dan Akhirnya Raka menjadi milikku." Pikir Meyra kemudian mengeluarkan ponselnya dan menelepon seseorang misterius.