Anak Genius: Milikku Milikmu.

Anak Genius: Milikku Milikmu.
BAB 75


__ADS_3

Di Rumah Sakit


Raka,Pak Wira dan Meyra tengah menjaga Bu Lidya. Mereka sibuk dengan Kegiatannya masing-masing.


Pak Wira terus menggenggam tangan Bu Lidya berharap agar Bu Lidya segera tersadar. Sedangkan Raka sibuk dengan ponselnya. Meyra sesekali melirik Raka.


Tak berapa lama Bu Lidya tersadar, Raka dan Meyra pun menghampiri ranjang Bu Lidya. Bu Lidya hanya melamun dan terdiam.


"Mi, Mami baik-baik aja Kan? Kenapa Mami gak suruh Raka jemput Mami sih? Kenapa juga Mami mau ngomong sama Raka mesti diluar." Raka langsung menyampaikan pertanyaan kepada Bu Lidya yang hanya terdiam.


"Raka, Om, sebenarnya Meyra gak enak mau ngomong ini. Tapi Meyra rasa Meyra harus bicara." Ucap Meyra, membuat Pak Wira bertanya.


"Memang ada apa Meyra?" Tanya Pak Wira.


"Sebenarnya, kemarin malam. Tante Lidya dateng ke kamar Meyra. Tante minta sama Meyra untuk mempercepat pernikahan Aku dengan Raka, dan saat itu Tante bilang kalo Tante Lidya merasa bahwa umurnya udah gak lama lagi. Maaf kalo Aku ngomong gini. terus Aku bilang sama Tante Lidya. Aku bersedia, tapi Tante Lidya harus ngomong sama Raka dulu." Meyra dengan pandainya mengarang cerita yang membuat Raka percaya.


Raka meraih tangan Bu Lidya kemudian mencium tangan Bu Lidya.


"Kalo memang itu yang Mami mau, Raka bersedia. Raka akan atur pernikahan Raka dengan Meyra. Kasih waktu satu Minggu untuk Kita." Ucap Raka meyakinkan Bu Lidya. Bu Lidya pun baru mengetahui bahwa Meyra sangat pandai mengarang dan berbohong. Ingin sekali rasanya Ia memarahi Meyra atas kebohongan yang Meyra buat. Tetapi untuk saat ini Ia tidak bisa melakukan hal tersebut.


"Tok...Tok....Tok....." Suara pintu yang diketuk. Raka pun meminta orang tersebut untuk masuk .


"Boss, Saya udah coba cek CCTV rumah tapi gak ada masalah apa-apa." Toni melapor dihadapan Pak Wira, Bu Lidya dan juga Meyra.


Dalam hati, Meyra benar-benar merasa aman dan tenang. Karena tidak ada bukti yang akan membua? masuk tahanan.

__ADS_1


"Bagus, Toni gak tahu kalo Aku yang udah buat Bu Lidya kecelakaan." batin Meyra.


"Jadi ini murni kecelakaan?" tanya Raka.


"Iya Boss." Jawab Toni sambil mengacungkan jempolnya.


"Yaudah Kalo gitu, Saya ada tugas lagi buat Kamu." Titah Raka.


"Tugas apa Boss?" Tanya Toni.


"Kamu siapin acara pernikahan, Minggu depan." Jawab Raka yang membuat Toni terkejut.


"Loh bukannya pernikahan Boss bulan depan ya?" Tanya Toni.


"Pernikahan diajukan Minggu depan, pokoknya Aku gak mau tau. Semuanya harus udah siap." Raka kemudian meninggalkan Toni yang terdiam mendengarkan permintaan Raka yang sulit, bagaimana bisa mempersiapkan pernikahan hanya dengan waktu satu Minggu. Setelah cukup berpikir, Toni mengeluarkan ponselnya dan menelepon seseorang.


Dua hari berlalu, hari pernikahan sudah semakin dekat, saat ini Raka dan juga Meyra tengah berada di butik untuk memilih gaun pengantin yang akan dikenakan Meyra di hari pernikahannya.


"Raka, menurut Kamu bagus yang mana?" Tanya Meyra sambil menunjukkan dua gaun disisi kanan dan kirinya.


Raka yang duduk menunggu di sofa pun menjawab dengan singkat.


"Semuanya Bagus." Jawab Raka yang membuat Meyra merasa kesal.


"Raka, inikan pernikahan Kita. Kamu harusnya bantu Aku dong cari baju." Protes Meyra.

__ADS_1


"Mbak, tolong bantu Dia pilih gaun yang cocok ya. Saya nggak tahu masalah kayak gitu." Titah Raka yang mulai merasa bosan.


"Baik Pak. Mari Kak Kami tunjukkan gaun termewah dan termahal." Ucap pegawai butik tersebut. Meyra pun akhirnya mengikuti langkah pegawai tersebut.


Setelah selesai memilih baju, Mereka melanjutkan membagi undangan pada rekan Mereka. Meyra benar-benar antusias sekarang.


"Kita mau kemana Ka?" Tanya Meyra.


"Aku mau kasih undangan pernikahan untuk Fillia, mau gimana pun Dia adalah sahabat baik Kesya." Jawab Raka.


"Bagus, biar aja Fillia sakit hati dapat undangan ini." batin Meyra.


Mereka akhirnya sampai di rumah Fillia. Raka terkejut ketika melihat mobil milik Toni terparkir di halaman rumah Fillia. Ia berhenti tepat dibelakang mobil tersebut dan memastikan bahwa itu benar mobil milik Toni.


"Loh, ini bukannya mobil Toni? ngapain Dia di rumah Fillia? jangan-jangan Mereka selama ini ada sesuatu lagi." Ucap Meyra sengaja.


Raka hanya diam kemudian menghampiri pintu dan mengetuknya. Meyra mengikuti langkah Raka.


Fillia membuka pintu dan menyapa Raka.


"Eh Raka, ada apa nih? tumben banget Dateng ke rumah." Ucap Fillia yang terkejut melihat kedatangan Raka.


"Itu mobil Toni kok ada disini, Dia lagi disini ya?" Tanya Raka.


"Oh Iya, Toni Ada tuh di ruang tamu, yuk masuk dulu." Fillia mempersilahkan Raka dan Meyra masuk ke dalam rumahnya. Raka melihat Toni tengah duduk di sofa ruang tamu Fillia.

__ADS_1


"Eh Boss." Sapa Toni.


"Kamu kok disini? sejak kapan?" Tanya Raka.


__ADS_2