
Raka tiba dirumahnya dengan wajah yang garang.ia menghempaskan kasar tubuhnya ke atas kursi.
"Kenapa si Boss? Kayaknya semenjak pulang Boss moodnya buruk banget." Tanya Toni.
"Sok tahu kamu." jawab Raka.
"Bos saya inikan udah lama kerja sama Boss,Kenapa Boss ? cerita aja gak papa boss. mereka bukan anak Boss?" Tanya Toni.
"Toni Kamu bisa diem gak sih, tadi itu aku gak berhasil ketemu sama si Kesya itu." Raka mengungkapkan amarahnya.
"Oh begitu Boss, Kalo begitu Boss harus coba lagi dong Boss, Semangat Boss!!!!! Kalo perlu saya temenin boss. " tawar Toni.
"Kalo gitu besok kamu temani saya pagi pagi sekali kerumahnya. Pokoknya kali ini harus berhasil." titah Raka.
kemudian Ia pergi meninggalkan Toni menuju kamarnya.
Pagi harinya di Rumah Kesya.
pagi pagi sekali Raka telah tiba di rumah Kesya, Ia tidak mau kali ini gagal lagi.
Raka dan Toni pun segera mengetuk pintu tersebut. Kesya yang tengah memasak sarapan pun membukakan pintu rumah.
Raka terkejut ketika melihat Kesya yang membuka pintu ternyata memang gadis yang pernah menghabiskan malam dengannya.
"Ternyata benar dia gadis yang menghabiskan malam itu denganku."batin Raka.
"Astaghfirullah, diaaa diakan laki laki yang malam itu menghabiskan waktu bersama dihotel, Ayah dari Ara dan Ari. aku harus pura pura gak kenal sama dia." Batin Kesya.
"Selamat pagi ada yang bisa saya bantu?" tanya Kesya berpura pura.
"Akhirnya setelah lama aku cari keberadaan kamu. akhirnya kamu ketemu." ungkap Raka, pandangan matanya terus menatap Kesya.
"Maksudnya apa ya? saya gak kenal sama anda dan anda mencari saya? untuk apa?" tanya Kesya lugu.
Raka mencengkeram tangan Kesya.
"Lepasin tangan saya, anda jangan macem macem ya." bentak Kesya.
"Berhenti berpura pura dan sekarang saya mau kamu jujur, benarkan kamu wanita yang menghabiskan waktu bersama saya di hotel?" tanya Raka berteriak.
Kemudian Ara, Ari dan Filia pun terbangun dan bergegas menyusul keributan di depan rumah.
"Eh ada apa ini?" Tanya Filia.
"Toni urusin mereka sekarang, ajak mereka pergi aku mau bicara sama wanita ini 4 mata." Titah Raka kemudian Toni mengajak Ara Ari dan Filia pergi dengan paksaan.
"Mau kamu itu apa si? Saya gak kenal sama kamu." protes Kesya.
"Kalau kamu gak jujur, aku akan sakiti sikembar ingat mereka ada di tangan aku sekarang." ancam Raka.
"Iya.... Aku wanita itu." jawab Kesya akhirnya menyerah.
"Lalu apa sikembar itu milikku?" tanya Raka yang mulai melepaskan Kesya.
"Bukan, mereka anak aku dengan suamiku." jawab Kesya asal.
"Oh ya?" Raka tidak percaya kemudian dengan angkuhnya memasuki kamar Kesya dan menggeledah lemari milik Kesya.
__ADS_1
"Heh , apa apain ni? kamu mau ngapain maling ya? ngapain buka buka lemari segala." teriak Kesya.
"Kamu bohong ke aku, disini aku nggak nemuin surat nikah kamu." protes Raka.
"Surat nikah? kamu ini tamu kurang ajar. tiba tiba masuk dan geledah rumah saya." Protes Kesya marah marah.
"Kalo kamu langsung jujur sama saya, saya gak akan lakuin ini." jawab Raka.
"Saya sudah bilang sama kamu, mereka bukan milikmu!! surat nikah itu bukan urusan kamu. jadi lebih baik kamu keluar dari rumah saya sekarang!!!" pinta Kesya.
"Oke kalau gitu. Tapi aku pasti akan buktiin kalo mereka itu emang anak saya." Ucap Raka.
Kemudian tercium aroma terbakar. Kesya baru ingat bahwa ia tengah memasak dan meninggalkan masakannya karena kedatangan Raka.
"Astaghfirullah aku lupa. makanan Aku." Kesya berlari menuju dapur.
Api mulai menjalar ke sekitar kompor. Raka dengan sigap mengambil selimut dan membasahinya kemudian mematikan apinya.
"Alhamdulillah akhirnya gak jadi kebakaran." ungkap Kesya.
"Ya mungkin Tuhan kirim aku buat bantuin kamu " ucap Raka percaya diri.
"Ada juga masakan aku gosong, karena kedatangan tamu aneh seperti anda." ucap Kesya menekankan.
"Kamu ini gak tahu terimakasih ya." protes Raka.
"Astaghfirullah Selimutku, Ini itu selimut masih baru dan kamu rusakin." protes Kesya.
kemudian Kesya membereskan dapurnya dan membuka kulkas, Raka terus mengikutinya.
Kesya terkejut ketika ia membuka isi kulkas dan ternyata kosong, tadi adalah stok terakhir karena mereka belum belanja.
"Yah kulkasnya kosong. kalau kayak gini kasian dong si kembar." protes Raka seperti mengejek.
"Diemmmmmm." bentak Kesya.
"Kamu tenang aja biar hari ini aku suruh asisten aku belanja bahan makanan buat si kembar." ucap Raka kemudian meminta Toni untuk mampir ke minimarket membeli stok bahan makanan.
"Kamu gak usah caper ya sama anak anak aku. aku udah bilang kan mereka bukan anak kamu." ungkap Kesya.
"Kalo gitu, boleh dong aku ketemu sama ayah si kembar?" tanya Raka.
"Dia lagi kerja di tempat yang jauh, dan dia itu sibuk gak penting ketemu sama orang kayak kamu." Jawab Kesya.
Raka meletakkan kedua tangannya diantara tubuh Kesya, yang membuat Kesya tidak dapat pergi karena terhalang Raka dan terpojok dengan pintu kulkas.
"Kalo gitu kamu tatap mata aku dan bilang bahwa mereka bukan anakku." pinta Raka.
"Kamu bener bener nyebelin ya. bahkan kalo kamu lakuin tes pun mereka bukan darah daging kamu." Kesya berbicara dengan ekspresi wajah yang meyakinkan.
Raka akhirnya mengalah, ia melepaskan Kesya.
"Sekarang kamu percaya kan? jadi tolong pergi dari sini karena aku gak mau terjadi kesalahpahaman." usir Kesya.
"Assalamualaikum" suara Fillia yang datang bersama Ara dan Ari. Diikuti oleh Toni yang membawa banyak bahan makanan.
"Aduh kalian udah pulang ya, maaf ya Mama belum selesai masak." Kesya membelai kedua rambut anaknya.
__ADS_1
"Oke kalau gitu, saya minta maaf karena kesalahan saya makanannya jadi gosong. Biar saya yang masak untuk kalian." pinta Raka
"Yeeee ayo kak kita duduk." Ara bergegas duduk di tempat makannya.
"Gak usah biar aku aja, kalian boleh pulang." ucap Kesya.
"Kamu tenang aja, kita akan pulang tapi setelah mengganti masakan yang sudah gosong itu. lebih baik kamu duduk manis dan menunggu." pinta Raka.
Kesya akhirnya mengalah Ia duduk di tempatnya.
"Toni, ayo sekarang kamu bantu aku masak." pinta Raka.
"Tapi bos, demi apa Bos Raka mau mampir ke dapur buat masak? baru kali ini." Toni menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kamu gak lihat si kembar udah nunggu sarapannya." bentak Raka.
"Iya bos, siap." jawab Toni kemudian mereka masak bersama dengan drama yang mengundang gelak tawa.
Minyak yang meletup letup.
bertengkar hanya karena membedakan bumbu.
selesai memasak mereka menghidangkan makanan itu diatas meja.
"Kalian gak kasih racun kan?" ucap Kesya asal.
kemudian si kembar memakannya.
"Masakan Om enak." puji Ara yang memah ramah berbeda dengan Ari yang pendiam dan cuek.
"Makasih cantik." puji Raka tersenyum manis.
Kesya berdiri dari tempatnya.
" Udah selesai kan? jadi kalian boleh pergi dari sini sekarang." usir Kesya.
"Eh Key gak biar sekalian ikut sarapan disini aja?" tanya Fillia.
"Gak usah mereka ini orang orang sibuk, jadi biar mereka pergi." jawab Kesya kemudian mendorong tubuh Raka menuju pintu keluar.
"Bosss tunggu booss" Toni mengikuti langkah Kesya.
"Oke aku pulang, tapi cepat atau lambat aku pasti bisa buktikan kalo mereka memang darah dagingku, kamu tunggu aja. salam buat anak kita ya." Raka membisikkan kepada Kesya kemudian tersenyum penuh kemenangan.
Kesya terbelalak dengan perkataan Raka, ia benar benar sebal melihat ekspresinya itu.
"Ayo Toni kita pergi." ajak Raka meninggalkan rumah itu.
"Siap Boss" Toni mengikuti langkah Bosnya itu.
Kesya menutup keras pintunya. Ia menghentakkan kakinya kesal.
"Kenapa si dia itu keras kepala banget dan gak bisa dibohongi." kesal Kesya.
bersambung..........
Akankah Raka berhasil membuktikan bahwa Ara dan Ari adalah anak dari kejadian malam penuh dosa dulu?
__ADS_1