
Raka dan Kesya telah menyelesaikan pemotretan kemudian mereka menjemput Ara di tempat pelatihan melukisnya.
Ara yang melihat mobil milik Ayahnya yang berhenti di depannya kemudian berlari kegirangan.
Kesya dan Raka kemudian keluar dari mobil dan Raka langsung menggendong putri kecilnya yang sangat manja itu.
"Loh sayang kamu dapat barang barang sebanyak ini dari mana?" tanya Kesya yang melihat Ara membawa banyak barang pemberian teman teman Ari.
"Ala dikasih sama temen temen Kakak, katanya kakak cuek jadi meleka deketin Ala deh." jawab Ara.
"Tuh kamu denger kan? kepopuleran Ari itu nurun dari Ayahnya." Ucap Raka sombong.
"Apa kepopuleran? itu karena emang dia ganteng. kalo sifatnya baru tu nurun dari kamu." protes Kesya.
"Iya gantengnya kan dari aku dong." ucap Raka.
"Kepedean banget Mas." Ledek Kesya.
"Nah gitu dong panggil aku Mas." ucap Raka.
"Ihh apaan si." protes Kesya kemudian masuk kedalam mobil.
"Ayah Mama kenapa si?" tanya Ara.
"Gak tau, nanti kalo kamu besar jangan kayak mama kamu tu jutek sama suami sendiri." sindir Raka sengaja menekankan suaranya.
"Udah ayo buruan kita jemput Ari." Kesya berteriak.
Kemudian Raka mengajak Ara masuk kedalam mobil.
Di jalan
Ari berjalan menyusuri perumahan yang tadi ia lewati Cinta tengah menunggunya di balik gerbang rumahnya.
"Ariii kamu mau pulang ya?" tanyanya.
"Iya lebih baik kamu masuk daripada nanti ada penjahat lagi." ucap Ari.
" Ari boleh gak kalo kamu main sama aku dulu." tanya Cinta.
"Aku harus pulang" jawab Ari kemudian melanjutkan perjalanannya.
"Ari tunggu" panggil Cinta kemudian keluar dari gerbang dan terjatuh karena mengejar Ari.
"Aduhhh." teriak Cinta.
Ari menoleh karena ia tahu bahwa Cinta terjatuh.
Kemudian berbalik dan menolong Cinta.
"Sakitttt..... lututku berdarah." Rengek Cinta.
"Lain kali jangan lari, dan kamu lebih baik jangan keluar dari gerbang rumah." saran Ari.
"Kakiku berdarah." Ucap Cinta.
"Iya aku tau, jadi cewek itu jangan lemah." ucap Ari sok bijak.
kemudian Ari mengeluarkan sapu tangan dan mengelap darah Cinta.
__ADS_1
"Lebih baik sekarang kamu balik kerumah dan obati luka kamu." ucap Ari.
"Tin tin." tiba tiba klakson mobil dibunyikan.
"Siapa kamu pegang pegang anak saya." kata seorang pria seumuran dengan Raka.
" Maaf Pak saya hanya menolong anak bapak." ucap Ari.
"Cinta ayo kamu masuk, kamu gak boleh keluar nak, bahaya." ucap seorang wanita yang tengah menggendong bayi.
"Cinta mau main sama Ari Ma,Cinta mau punya temen." tolak Cinta.
Kemudian Pria tersebut menggendong dan membawa paksa Cinta.
Ari merasa kasihan dengan Cinta.
Mobil berhenti di depan Ari, kemudian Kesya keluar dari mobil tersebut.
"Sayang, kamu ngapain ditengah jalan gini." ucap Kesya.
"Gak ngapa ngapain kok Ma." jawab Ari berbohong.
"Yaudah ayo kita pulang, kamu pasti udah capek banget habis latihan fisik." Kesya mengajak Ari masuk kedalam mobil.
di dapur
malam harinya Kesya telah siap untuk memasak untuk keluarga kecilnya.
"Holeeee Ala udah lapel, Ayo Ma mulai masaknya."
Kemudian Kesya mulai memakai celemek sebelum memasak. Ara terus memperhatikan Mamanya.
"Supaya aman dan baju mama juga gak kotor." jawab Kesya.
Ara dengan gemasnya mengambil celemek dan berusaha memakai celemek yang juga dipakai oleh Kesya. Tetapi ukurannya terlalu kebesaran untuk Ara sehingga terlihat sangat lucu.
Kesya dan Raka tertawa melihat tingkah Ara.
"Yaampun sayang, itu kebesaran buat kamu. itu bukan ukuran kamu nak." Ucap Kesya.
"Yang penting kan baju Ala gak kotol." jawab Ara.
"Ara tenang aja, nanti Ayah pesenin yang banyak khusus buat princess Ara ya." Raka mencubit pipi Ara.
"Yeeee makasih Ayah." Ara mengecup pipi Raka sebagai tanda terimakasih karena Raka menunjuk pipinya.
"Loh kakak kenapa kok diem aja si?" tanya Kesya yang memperhatikan Ari.
"Kakak kan emang gitu olangnya, gak lamah banget. tapi kok kakak banyak temen cewek yang suka ya." ucap Ara.
"Kayak Ayah dulu, dulu Ayah juga banyak yang ngejar ngejar. jadi Mama kalian benar benar beruntung dapet Ayah." Ucap Raka Sombong.
"Jadi dulu Ayah juga dikejal kejal cewek?" tanya Ara.
"Iya dong Ayah dulu itu bintang kelas." ucap Raka.
"Aduh udah deh Yah, jangan ajarin Ara sama Ari sombong gitu."Protes Kesya.
"Bintang Kelas itu apa si Yah?" tanya Ala.
__ADS_1
"Bintang kelas itu orang yang paling terkenal di kelas." jawab Raka.
"Belalti kak Ali juga bintang kelas?" tanya Ara.
" Iya mungkin." jawab Raka.
"Udah ya bahas kelasnya, sekarang makanan udah jadi, ayo cepet semuanya makan." ajak Kesya kemudian mengambilkan makan untuk kedua anaknya.
Di kamar.
Kesya tengah keluar dari kamar mandi dilihatnya Raka tengah menelepon seseorang di balkon kamarnya.
"Raka telpon siapa si? kok sampe di balkon gitu?" pikir Kesya kemudian berjalan menuju jendela balkon.
"Eh apa sih, gak boleh kepo. gak penting banget." ucap Kesya menyadarkan dirinya agar menjauh.
"Apa? jadi dia masih hidup dan punya Anak?" ucap Raka dengan telepon tersebut.
"Masih hidup dan punya anak? siapa yang Raka maksud" batin Kesya.
"Iya pokoknya aku harus ketemu sama anaknya, dan kalau perlu segera tes DNA supaya semuanya jelas." ucap Raka.
"Apa maksud dari semua ucapan Raka? atau jangan jangan aku bukan satu satunya wanita yang pernah menghabiskan malam sama dia, dan melahirkan anaknya. Atau itu emang kebiasaan dia." batin Kesya.
"Maudi akhirnya kamu bisa ditemukan lagi, setelah malam itu. dan malam pengakuan kamu yang menghancurkan segalanya itu, semuanya akan segera jelas." ucap Raka.
"Kenapa aku tiba tiba jadi ngeluarin air mata gini?" batin Kesya. kemudian ia segera masuk kedalam kamar mandi kembali.
"Kalo memang benar dia juga melakukan dengan wanita lain gimana? kalo bukan cuma satu wanita gimana?" batin Kesya meneteskan air matanya.
"Kenapa aku dengan mudahnya mengambil keputusan untuk hidup bersama dia, padahal aku belum terlalu kenal dan tahu gimana dia sebenarnya." batin Kesya hatinya bergejolak.
"Bagaimana kalau wanita itu datang dan meminta pertanggungjawaban, apa yang akan terjadi nanti. aku gak mau diduakan." pikir Kesya.
"Tok tok tok." suara pintu kamar mandi yang diketuk.
"Key udah atau belum si? lama banget aku juga mau mandi ni. atau kita mandi berdua aja deh." goda Raka dari luar.
"Iya sebentar." jawab Kesya dengan suara bergetar karena habis menangis.
"Key? kamu kenapa? kok suara kamu gitu? kamu nangis?" tanya Raka.
"Gak kok aku gak papa." Jawab Kesya keluar tanpa melihat Raka.
Raka memandang wajah Kesya dan melihat matanya yang berair.
"Kamu gak bisa bohong lagi, kamu habis nangis kan? kenapa? ada apa?" tanya Raka.
"Aku gak papa." jawab Kesya.
"Udahlah jujur aja, kita itu harus saling jujur." ucap Raka memegang kedua pipi Kesya dan menatap matanya.
"Emang kamu udah jujur tentang semua kehidupan kamu sebelumnya." ucap Kesya.
"Maksud kamu?" tanya Raka.
"Aku denger semuanya, siapa Maudi kamu gak jujur kan sama aku?"Ucap Kesya.
" Oh jadi kamu denger percakapan aku tadi sama bawahan aku. oke aku akan jujur sama kamu , tapi janji jangan terkejut dan jangan bilang sama siapapun." ucap Raka menatap mata Kesya dengan penuh keseriusan.
__ADS_1
bersambung......