Anak Genius: Milikku Milikmu.

Anak Genius: Milikku Milikmu.
Hening


__ADS_3

Rumah sakit


Kesya memasang wajah cemberut, dan terus mendiamkan Raka.


Raka yang merasa aneh dengan gelagat istrinya itu pun mencari perhatian dari Kesya.


"Aduh, sakit" ucap Raka mencari perhatian yang berhasil membuat Kesya bertanya.


"Kenapa? sakit ya, mau aku panggilin dokter. biar aku panggil sebentar ya, kamu tunggu sebentar." ucap Kesya khawatir.


lagi lagi Raka menarik tangan Kesya, dan mengambil nafas panjang.


"jangan gak usah, obati kamu aja." pinta Raka.


"Hah obati kamu? aku mana bisa." protes Kesya.


"Cepetan Key, sakit Banget." ucap Raka meringis seperti kesakitan.


"Hah iya iya yang mana yang sakit. punggung kamu ya." tanya Kesya kebingungan.


Raka menarik tangan Kesya dan meletakkannya di dadanya.


"disini, sakit." jawab Raka.


"Hah, ih kamu bercanda lagi ya. gak lucu tau nggak." protes kesya.


"Nggak bercanda kok, emang hati aku sakit abis dari tadi kamu cuekin aku. kenapa si? jangan jangan kamu emang cemburu ya karena Nia tadi." ucap Raka.

__ADS_1


"Aku gak tau, tapi dari dulu setau aku dia selalu punya tabiat, jadi aku agak khawatir." jawab kesya jujur dengan unek unek-uneknya selama ini.


"Oh gitu, yaudah aku Raka prawira berjanji akan berhati-hati kalau berurusan sama Nia." ucap Raka tersenyum.


"hati hati apa kayaknya kalo kamu ketemu dia mata kamu jelalatan deh." protes Kesya.


"ngarang kamu kalo ngomong, aku itu cowok yang sulit untuk ditaklukkan, dan cuma ada dua wanita yang berhasil menaklukkan hati aku." jawab Raka.


"Dua? siapa?" tanya kesya penasaran.


"Yang pertama masa lalu aku." jawab Raka.


"Dan yang kedua?" tanya Kesya.


"Ibu dari anak anak aku. tapi saat ini cuma dia yang masih bertahan." jawab Raka.


"Apa ini saatnya aku jujur semua ke Kesya?" batin Raka pandangan matanya kosong.


"Hey kok malah diem si?" tanya Kesya.


"Apa mungkin masa lalu yang dia maksud itu wanita yang dia sebut waktu televonan ya." terka Kesya.


"Sebenarnya mantan aku itu" Belum selesai berbicara tiba tiba terdengar suara pintu yang diketuk.


"Iya masuk." jawab Kesya.


kemudian masuklah dokter bersama seorang perawat.

__ADS_1


"Selamat pagi Bu Kesya, pak Raka." sapa dokter tersebut.


"pagi dok." jawab Raka dan kesya bersamaan.


"bagaimana keadaan pak Raka, apa sudah merasa baikan?" tanya dokter tersebut.


"jauh lebih baik dok, apalagi kalau ditemani istri saya. jadi gak ngerasa sakit." jawab Raka.


"Biar saya cek dulu keadaannya ya pak Raka." dokter tersebut meminta izin.


"Oh iya dok silahkan." jawab kesya.


kemudian dokter tersebut menjalankan tugasnya dibantu oleh perawat.


"Jadi gimana dok keadaan suami saya?" tanya Kesya.


"Semua baik." jawab dokter tersebut.


"jadi kapan saya boleh pulang dok?" tanya Raka.


"Siang ini juga bisa pak, tapi inget jangan terlalu banyak beraktivitas. istirahat total sampe dua hari ya. dan jangan lupa juga kontrol karena kita harus check bekas jahitan lukanya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan." jawab sang dokter.


"oke terimakasih dok, dokter tenang aja. ada istri saya yang akan jagain saya selama dua hari kedepan iya kan sayang?" goda Raka.


"Apaan si, malu sama pak dokter." jawab kesya.


"Ahaha gak papa, namanya juga pengantin baru Yasudah kalo gitu kita permisi." pamit dokter tersebut kemudian meninggalkan Raka dan Kesya.

__ADS_1


bersambung......


__ADS_2