Anak Genius: Milikku Milikmu.

Anak Genius: Milikku Milikmu.
Malam Pertama


__ADS_3

Raka membawa Kesya menuju kamarnya, kamarnya yang luas itu telah dihias dengan banyak bunga.


Raka meletakkan Kesya ditepi ranjang.


"Masak kita tidur satu kamar si?" tanya Kesya.


"Ya iyalah kita kan udah sah jadi suami istri jadi kita tidur seranjang Lady." jawab Raka.


"Lady lady, nama aku tu Kesya bambang. sembarangan manggil lady lagi. Oke kita sekamar tapi kamu tidur di Sofa aku diranjang."


Ucap Kesya.


"Enak aja ini kan kamar aku ya terserah aku dong kalo aku mau tidur di ranjang." protes Raka.


"Yaudah kalo gitu aku balik ke kamar aku aja." ancam Kesya.


"Kunci kamar kamu kan aku yang pegang jadi kamu gak bisa kesana." Ucap Raka tersenyum penuh kemenangan.


"Yaampun kamu bener bener ya. Licik banget." Protes Kesya.


"Emang kenapa si kalo kita satu ranjang, kamu takut kamu khilaf ya, kan dulu kamu yang nyerang aku." ledek Raka.


"Emang iya? Masak si sembarang kamu kalo ngomong. Gak mungkin lah." protes Kesya melemparkan bantal ke tubuh Raka.


"Iya lah, kamu lupa atau sok lupa karena malu ha?" goda Raka, wajah Kesya terlihat memerah.


"Ngarang kamu, gak mungkin aku kayak gitu." protes Kesya.


"Oke, sekarang kan kita udah sah, gimana kalo kita ulang kejadian itu. tapi sekarang kita sama sama dalam keadaan sadar." goda Raka melangkah mendekati Kesya.


" Jangan macem macem kamu ya, kalo kamu berani macem macem aku teriak." ancam Kesya sambil menunjuk wajah suaminya itu.


"Teriak? Kamu gak malu kalo orang serumah tau." Raka tertawa.


"Yaampun dia bener bener ahli dalam berdebat." batin Kesya.


Raka membuka kancing kemejanya.


"Eitttts ngapain kamu buka baju kamu?" tanya Kesya.


"Menurut kamu?" Raka masih terus menggoda Kesya.


Kesya segera berdiri dan membalikkan badannya ketika Raka melepaskan kemeja putih miliknya.


"Kamu mau ngapain si? pake lagi gak kemejanya. " ancam Kesya.


"Key tolong bantuin aku dong buat buka kancing kemeja aku. aku cuma mau ganti baju kok" pinta Raka.


"Gak mauuuuu" tolak Kesya.

__ADS_1


"Yaudah kalo gitu jangan salahin aku kalo nanti malam aku khilaf." Ancam Raka.


"Yaudah iya aku bantuin." Kesya akhirnya membalikkan badannya, dilihatnya Raka tengah berdiri berusaha membuka kancing kemejanya.


"Nah gitu dong susah banget ni bukanya. aku gak bisa." alibi Raka.


"Alesan kamu, bilang aja kamu modus. biasanya juga buka kemeja sendiri kan." protes Kesya menyusul Raka.


"Sekarang kan aku udah punya Istri, jadi ada yang layanin dong, iya kan?" tanya Raka.


"Sttttt diem gak usah berisik." Kesya membuka kancing kemeja milik Raka.


Raka tak membuang kesempatan itu untuk menatap wajah Kesya yang sangat dekat dengan wajahnya itu.


"Yaampun ternyata tubuh Raka atletis banget." batin Kesya.


Raka mengunci Kesya dengan kedua tangannya di tembok.


"Ka, kamu ngapain si?" tanya Kesya, Wajah Raka semakin mendekat.


"Ka, kamu mau ngapain si, lepasin aku mau tidur." Kesya mulai merasa cemas.


Kesya mendorong tubuh Raka.


"kamu udah janji gak akan apa apain aku kan?" protes Kesya.


Akhirnya Raka membuka pintu lemari pakaian miliknya dan memakai kaos ganti.


Saat ingin membuka resleting bajunya yang berada di bagian belakang, ia sangat kesulitan.


.


"Aduh ini kenapa susah banget si bukanya, tangan aku gak sampai lagi." ucap Kesya pelan.


Ia masih terus berusaha meraih resletingnya tetapi tidak juga berhasil.


"Masak iya aku harus minta bantuan dia si." ucap Kesya kemudian melihat Raka tengah sibuk dengan ponsel miliknya.


"Ka, boleh gak aku minta tolong." ucap Kesya pada Raka.


"Minta tolong apa? " tanya Raka.


"Aku kesulitan buat buka resleting baju aku. tolong bukain dong." pinta Kesya.


"Kamu sengaja mancing aku ya?" tanya Raka.


"Yaudah kalo gak mau, gak usah." jawab Kesya.


Raka berdiri dari duduknya kemudian membantu Kesya membuka resleting bajunya.

__ADS_1


Di ruang tamu


Toni sedang lembur di ruang tamu, ia tengah memainkan laptopnya. Kemudian Fillia datang membawa secangkir kopi dan cemilan untuk Toni.


"Halo Ton, ini aku bawain kamu Kopi sama cemilan. kamu pasti capek ya lembur." ucap Fillia meletakkannya di atas meja.


"Tumben banget kamu baik sama aku, ada apa ni?" tanya Toni curiga.


"Capek kali berantem terus, sekarang kita akur aja ya kan?" jawab Fillia.


"Kalo aku gak mau gimana?" tolak Toni.


"Kok kamu gitu si, yaudah kalo gitu. lagian ini kerja apaan coba pilih pilih cewek gitu. kamu lembur atau mau cari jodoh." protes Fillia.


"Heh, sekalian dong. aku ini lagi cari sekertaris pribadi buat Boss Raka." jawab Toni.


"Dasar modus, bilang aja pengen lihat yang bening bening. kalo cuma jadi sekretaris pribadi si aku juga bisa kali." jawab Fillia.


"Apa? kamu? kamu itu cuma gadis desa dan penampilan kamu sangat biasa aja. nanti yang ada client kabur semua." ledek Toni.


"Oh gitu, aku gak nyangka ya ternyata kamu orangnya terlalu pilih pilih." protes Fillia.


"Iya lah, kamu ma gak masuk ke tipe ku. jadi lebih baik gak usah cari perhatian sama aku." ucap Toni.


"Aku juga gak Sudi cari perhatian sama orang kayak kamu." protes Fillia.


"Lagian kamu disini kan cuma jadi babby sitter, tugas kamu jagain anak anak." ledek Toni.


"Kamu sadar gak sih? apa yang sedari tadi kamu ucapin. itu sebuah penghinaan buat aku. kamu bener bener gak punya hati." Fillia berdiri dari tempatnya Kemudian meninggalkan Toni.


Di kamar Fillia.


"Jeblessss" Fillia menutup pintu dengan keras.


"Disaat aku mau berusaha buka hati buat Toni, dia malah patahin harapan aku." batin Fillia.


Ia menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang dengan kasar.


"Mungkin udah saatnya aku lepas dari Kehidupan Kesya, sekarang kan dia udah bahagia. Dia udah gak perlu bantuan dari aku lagi." ucap Filia.


Fillia mengambil koper Miliknya kemudian mengemasi baju baju miliknya.


"Aku bukan siapa siapa disini, udah saatnya kau cari hidup aku sendiri. gak mungkin aku numpang terus disini. aku juga harus cari kerja." ucap Fillia menghapus air matanya yang mengalir karena perkataan yang diucapkan oleh Toni.


"Aku harus semangat, semua barang udah aku beresin. besok aku tinggal pamit ke Raka dan Kesya . Lebih baik aku balik ke rumah aja. " Ucap Fillia Kemudian menyimpan koper Miliknya itu.


"Semangat Fillia , kamu harus buktiin kalo kamu bisa jadi orang yang sukses, walaupun tanpa Kesya. aku harus mulai cari pekerjaan untuk mencukupi kebutuhan aku sendiri." Fillia berusaha menyemangati dirinya sendiri.


Kemudian ia membaringkan tubuhnya dan mulai kehilangan kesadarannya. Ia akhirnya tertidur pulas.

__ADS_1


bersambung.........


__ADS_2