Anak Genius: Milikku Milikmu.

Anak Genius: Milikku Milikmu.
Menjagamu


__ADS_3

Di Rumah.


Raka telah tiba di rumahnya, kemudian Kesya membantu Raka keluar dari Mobil.


Kesya melingkarkan tangannya di tangan suaminya dengan maksud membantu Raka yang masih terluka.


"Biar aku bantu." Ucap Kesya.


Mereka pun berjalan menuju kamar, Kesya membantu Raka berbaring di ranjang miliknya.


"Akhirnya pulang juga." Ucap Raka.


"Oh iya kamu mau makan apa biar aku suruh bi surti masakin." Tawar Kesya.


"Terserah aja deh, oh iya Key, tolong dong bantu aku bukain baju aku, punggung aku masih sakit ni. Gerah mau pake kaos singklet aja." Pinta Raka.


"Yaudah kalo gitu aku ambilin kaosnya dulu ya." Kemudian Kesya mencari cari sesuatu di lemari milik Raka.


Setelah ia menemukan apa yang ia cari, akhirnya ia kembali dan membantu Raka mengganti bajunya.


"Yaudah sekarang kamu istirahat aja ya." Ucap Kesya hendak keluar dari kamar.


"Loh kamu mau kemana? Kan kamu harus temenin aku selama dua hari." Protes Raka.


"Yaampun Raka aku cuma mau keluar kamar sebentar aja apa gak boleh." Protes Kesya.


"Jangan dong ntar kalo aku butuh apa apa gimana kalo gak ada yang jagain aku." Protes Raka.

__ADS_1


Tiba tiba pintu didorong dengan keras, terlihat anak perempuan berlari dengan wajah yang tersenyum. Yang tak lain adalah Ara dan dibelakangnya Ari berjalan dengan santai mengikuti adiknya.


"Mama….. Ayah……."Ara memeluk kaki Kesya karena memang tubuh Ara masih terlalu pendek dan tidak bisa menjangkau tubuh ibunya.


"Sayang, kalian udah pulang." Ucap Kesya mencium kedua anaknya.


"Iya ma." Jawab Ari.


"Mama, Ayah  kenapa? Ala kangen banget sama mama sama Ayah. ala sampe nangis." Ara mulai bercerita.


"Yaampun kasian banget Anak ayah, sini duduk samping Ayah, biar ayah peluk. Ayah juga kangen banget sama Ara." Ucap Raka bergeser kemudian Ara dengan lucunya menaiki ranjang yang sedikit tinggi itu.


Ara duduk disebelah Raka dan dirangkul dengan penuh kehangatan oleh Raka. 


"Sini Kakak juga duduk samping Ayah." Ucap Raka Kemudian Ari pun menuruti.


"Semenjak kita bersama, anak anak jadi lebih ceria. Kamu selalu menjadi penolong untuk kita. Walaupun kadang kamu bener bener nyebelin." Batin Kesya tersenyum melihat canda gurau Ayah bersama kedua anaknya.


Tiba tiba terdengar suara dering telepon, Hp Raka berbunyi. Raka mengambil dan melihatnya.


"Yaudah kalian ganti baju terus makan ya, sayang tolong kamu bantuin mereka ya." Pinta Raka.


"Itu telpon dari siapa ya? Kenapa Raka seakan nggak mau ada yang tau." Batin Kesya kemudian membawa kedua anaknya keluar dari kamar.


"Halo, gimana? Apa ada hasilnya penyelidikan kalian?" Tanya Raka.


"Kami melaporkan Boss, pelaku mungkin akan bisa dituntut dua hari lagi. Karena kami masih mencari bukti yang jelas." Ucap dari seberang.

__ADS_1


"Bagus, inget saya gak mau sampai orang seperti itu bebas, hukum seberat beratnya. Karena dia sudah berani menculik istri dari Raka prawira." Ucap Raka.


"Baik Boss, akan kami laksanakan." Jawab dari sebrang.


"Bagus saya mau kalo bisa secepatnya, yasudah lanjutkan tugas kalian." Raka Kemudian mematikan teleponnya.


"Siapapun yang berani mengusik keluarga Raka Prawira gak akan aku biarkan hidup dengan tenang." Ucap Raka.


Kemudian pintu terbuka, Kesya masuk dengan membawa makanan.


"kira kira tadi dia telpon siapa ya? Aku tanyain gak ya. Tapi kalo tanya nanti dia geer dan bilang aku kepo. Gak usah deh." Batin Kesya.


"Gimana anak anak udah makan?" Tanya Raka.


"Udah, mereka lagi belajar ngerjain tugas." Jawab Kesya.


"Wah kamu bawa makanan ngerti aja kalo suami kamu ini udah laper." Ucap Raka tersenyum.


Kesya pun meletakkan nampan di atas meja dekat ranjang.


"Suapin dong." Pinta Raka.


"Aduh manja banget si." Protes Kesya akhirnya mau menyuapi Kevin.


Kevin pun tersenyum dengan tingkah istrinya.


"Aku gak akan biarin siapapun nyentuh kamu dan anak anak kita. Apalagi sampai menyakini kalian. Berarti mereka cari mati. Aku akan melindungi kalian bahkan dengan nyawa aku sendiri." Batin Raka.

__ADS_1


Bersambung….


__ADS_2