
Tak menunggu waktu lama, Orang telah berkerumun. Kesya dibantu oleh beberapa orang untuk membawa Bu Lidya dan juga sang supir ke rumah sakit.
Kesya berjalan kesana dan kemari karena risau dengan keadaan Bu Lidya.
"Tenang ya Key, Tante Lidya pasti baik-baik aja kok." Fillia mencoba menenangkan Kesya.
Kemudian seorang suster memberi tahu, bahwa Pak supir telah sadarkan diri.
"Ayo Kita coba tanya kenapa bisa terjadi kecelakaan." Ucap Kesya yang diikuti oleh Fillia.
Kesya dan Fillia masuk ke dalam ruangan yang ditempati oleh Pak Supir, Ia terkejut ketika melihat Kesya.
"Non Kesya." Ucap supir itu terkejut.
"Pak Hendro, iya ini Saya Kesya. Saya mau tanya sama Bapak. Kenapa Bapak bisa kecelakaan?" Tanya Kesya Kepada supir yang bernama Hendro itu.
"Saya gak tahu, tiba-tiba rem tidak berfungsi." Jawab Pak Hendro.
"Udahlah Key, biar Bapaknya istirahat dulu. Nanti Kita tanya lagi." Ucap Fillia, Kesya pun menuruti saran dari sahabatnya itu. Mereka akhirnya meninggalkan Pak Hendro agar dapat beristirahat.
"Fill, Aku curiga deh sama kecelakaan yang terjadi sama Mami." Ucap Kesya mengeluarkan isi hatinya.
"Curiga? maksud Kamu curiga kalau emang ada orang yang berniat jahat?" Tanya Fillia.
"Iya, menurut sepengatahuan Aku, Mobilnya Mas Raka itu selalu tepat waktu kok di servis. Jadi kenapa bisa sampai kabel rem putus kalo nggak sabotase." Kesya mencoba meyakinkan Fillia.
Tiba-tiba Pintu ruangan Bu Lidya terbuka, Dokter Dimas keluar dari ruangan tersebut.
"Dok, Gimana keadaan Mami Saya?" Tanya Kesya panik.
"Bu Lidya baik-baik aja, mungkin sebentar lagi sadar." Jawab Dokter Dimas.
"Kalo gitu Kita masuk ya Dok." Pamit Fillia, kemudian Mereka berdua pun memasuki ruangan Bu Lidya.
Bu Lidya kini telah tersadar, Kesya dengan perhatian menanyakan keadaan Bu Lidya.
__ADS_1
"Mami, alhamdulillah Mami udah sadar, apa ada yang sakit?" tanya Kesya.
"Mami gak apa-apa, makasih ya Kamu udah selamatkan Mami. Mami gak tau kalo Kamu gak tolong Mami tadi." Ucap Bu Lidya menangis.
"Iya Mi, Tapi Kesya minta tolong sama Mami. Jangan kasih tahu ke siapapun Kalo sebenarnya Kesya masih hidup. Karena ada orang jahat yang berusaha melenyapkan Kesya." Pinta Kesya.
"Mami tahu, Meyra kan maksud Kamu, Mami tau Dia berniat menghabisi Kamu." Ucap Bu Lidya menangis sesenggukan.
"Jadi Mami tahu kejadian yang sebenarnya." Kesya terkejut mendengar pernyataan Bu Lidya.
"Iya, Mami tahu. Mami udah salah sama Kamu Kesya." Bu Lidya merasa bersalah dan menyesal karena telah berbuat jahat kepada Kesya selama ini.
"Mi, udah. Kesya udah maafin Mami kok. Sekarang Kesya mau minta tolong sama Mami, untuk bantu Kesya bongkar semua kejahatan Meyra."Kesya menggenggam tangan Bu Lidya.
"Iya, Mami akan bantu Kamu. Mami tahu, Mami ingat dulu Mami pernah ngomongin tentang rencana Meyra menghabisi Kamu di Kamar Meyra. Kamu bisa cek CCTV untuk menemukan bukti." Ucap Bu Lidya mencoba membantu Kesya.
"Sebenarnya, Kesya juga curiga bahwa orang yang buat Mami kecelakaan adalah Meyra, tapi sepertinya Meyra gak ada alasan untuk berbuat jahat sama Mami." Ucap Kesya menyatakan kegelisahannya.
"Tapi itu bisa jadi, karena Mami berencana mengundurkan pernikahan Raka dengan Meyra." Ucap Bu Lidya.
"Benar, Meyra pasti akan cari cara lagi kalau tahu Mami selamat." Ucap Kesya.
"Oh kalo gitu Aku punya ide, gimana kalo Ibu Lidya pura-pura gak bisa bicara aja. Dengan begitu, Meyra merasa aman." Saran Fillia.
"Itu ide yang bagus, tapi dokter pasti akan jujur dengan keadaan Mami." Bu Lidya merasa bingung.
"Tenang Tante, Fillia akan coba untuk minta tolong sama Pak Dokter. Untuk kebaikan pasien, semoga Dokter Dimas setuju dan mau bantu Kita." Ucap Fillia menenangkan Bu Lidya.
"Makasih ya Fill, Kamu udah selalu ada buat Aku. Aku gak tau harus balas Kamu gimana." Ucap Kesya merasa terharu dengan kebaikan dan kesetiaan sahabatnya itu.
"Udah deh Key, jangan ngomong gitu. Aku pergi bicara sama Dokter Dimas dulu ya." Fillia pamit kepada Kesya.
"Iya, oh iya Fill, Aku juga mau bilang sama Kamu kalo setelah ini. Aku mau ke rumah untuk cek CCTV. Aku harus nemuin bukti itu secepatnya." Pamit Kesya.
"Kamu yakin mau pergi sendiri?" Tanya Fillia resah.
__ADS_1
"Iya, Kamu tenang aja. Kamu percaya kan?" Kesya mencoba meyakinkan Fillia.
"Yaudah, Aku percaya sama Kamu, semoga secepatnya Kita nemu jalan keluar dari permasalahan Kamu ya, dan Kamu bisa kumpul kembali sama Raka dan juga Ari." harap Fillia.
"Aamiin." Kesya mengaminkan doa Fillia, kemudian Fillia pun pergi ke luar ruangan untuk menemui Dokter Dimas.
Kesya meraih tangan Bu Lidya dan menciumnya.
"Bu, doain Kesya ya, semoga Kesya bisa menemukan bukti kejahatan Meyra." Kesya pamit kepada Bu Lidya.
*Flashback end*
Bu Lidya telah selesai menceritakan tentang keadaannya yang sebenarnya bahwa Ia dapat berbicara.
"Jadi Kesya pernah datang ke rumah? dan mengambil bukti rekaman CCTV. Hingga Toni gak mendapatkan bukti apapun dari CCtV waktu itu." Raka mencoba menerka kejadian tersebut.
"Sebenarnya, Saya mendapatkan banyak bukti kejahatan dari Meyra melalui CCTV. Tapi waktu itu, Bu Kesya menyuruh Saya diam." Jawab Toni menyatakan kebenaran.
"Bu Kesya? Tunggu dulu. Jadi sebelum ini Kamu udah tau kalo Kesya masih hidup dan Kamu tutupi dari Saya." Protes Raka.
"Waktu Boss Raka minta Saya cek CCTV, Waktu itu juga Saya ketemu sama Boss Kesya." Terang Toni.
"Waktu itu Saya datang ke rumah dan mencoba melihat rekaman CCTV, Kemudian Aku lihat ada orang yang mengendap-endap dan mencurigakan. Jadi saya coba tangkap dan ternyata itu Bu Kesya." Jawab Toni.
"Iya, dan waktu itu Aku emang suruh Toni untuk gak ngomong itu ke Kamu." Kesya ikut memberikan penjelasan.
"Jadi selama ini, Ari, Fillia, Toni dan juga Mami udah tau kalo ternyata Kesya masih hidup, tapi Kalian semua sekongkol untuk sembunyikan itu." Protes Raka.
"Yaudah si Ka, yang penting kan sekarang Kalian udah bisa bersama lagi. Aku berharap keluarga Kalian akan selalu bahagia dan gak ada orang yang berniat jahat lagi." Fillia mengungkapkan harapannya.
"Aku juga berharap seperti itu, semoga setelah ini Kita bisa hidup bahagia bersama. Tanpa ada orang yang menganggu." Ucap Raka Kemudian memeluk Kesya.
Kesya pun memeluk Ari, benar-benar keluarga bahagia. Mereka kini melepaskan rasa rindunya dengan pelukan.
"Tunggu dulu, Mami gak suka kalo kayak gini." Ucap Bu Lidya.
__ADS_1