
Bu Lidya telah memberikan tes kehamilan kepada Kesya, Kesya pun segera mencoba alat tersebut untuk memastikan.
"Kesya, Ini Mami udah dapet tespacknya. Buruan Kamu coba cek." Ucap Bu Lidya antusias dan memberikan plastik yang berisi testpack kepada Kesya.
"Iya Mi, Kesya coba cek dulu ya." Ucap Kesya kemudian masuk kedalam kamar mandi dengan membawa alat tes kehamilan tersebut.
Bu Lidya tidak sabar menunggu hasil dari Kesya. Ia mengetuk pintu dan bertanya.
"Key, gimana? udah keluar belum hasilnya?" Tanya Bu Lidya dari luar kamar mandi.
"Belum Mi, sebentar." Jawab Kesya dari dalam.
Bu Lidya pun kembali menunggu, hingga pintu kamar mandi terbuka. Kesya keluar dengan wajah lesunya. Bu Lidya yang melihat wajah Kesya pun mengira jika perkiraan tentang kehamilan Kesya salah.
Bu Lidya menghampiri Kesya dan memeluknya.
"Apapun hasilnya, kalo memang belum rezekinya ya gak papa, jangan bersedih ya Nak." Bu Lidya mencoba menghibur Kesya.
Kesya memberikan testpack tersebut kepada Bu Lidya, Bu Lidya terkejut ketika melihat terdapat dua garis.
"Kesya, Kamu positif?" Bu Lidya memastikan.
Kesya mengangguk sembari tersenyum bahagia.
"Ya ampun sayang, selamat ya Nak. Pokoknya Kamu gak boleh kecapean dan harus banyak istirahat." Bu Lidya memeluk Kesya erat.
"Makasih ya Mi." Ucap Kesya.
"Pokoknya nanti malam, Kita harus kasih tahu semua penghuni rumah ini. Mereka pasti senang dengar kabar ini." Ucap Bu Lidya.
Kesya mengangguk menyetujui perkataan Bu Lidya.
__ADS_1
Waktu makan malam telah tiba, usai menyelesaikan makan. Bu Lidya membuka pembicaraan.
"Perhatian semuanya, jangan bubar dulu, karena Kesya mau kasih tau sesuatu." Ucap Bu Lidya.
Kini semua pun beralih memandang Kesya.
"Kok Aku sih Mi." Protes Kesya.
"Masak Mami sih yang harus bilang sih." Jawab Bu Lidya.
"Jadi ini yang mau ngomong Mami atau Kesya?" Tanya Pak Wira menengahi.
"Yaudahdeh Mami yang ngomong, Mami punya kabar gembira, kalo sebentar lagi di keluarga ini akan hadir anggota baru." Ucap Bu Lidya antusias.
"Apa? Mami hamil? kok bisa sih Mi." Pak Wira terkejut mendengar pernyataan Bu Lidya.
"Mi, Mami jangan bercanda dong, masak Raka udah segede ini mau punya Adik lagi." Protes Raka.
"Serius? Kamu hamil?" Tanya Raka pada Kesya. Kesya menganggukkan kepalanya.
"Alhamdulillah." Raka memeluk tubuh Kesya.
Ari bersorak karena sebentar lagi, Ia akan memiliki Adik.
Hari demi hari berlalu, Kini usia kandungan Kesya telah memasuki usia sembilan bulan. Saat itu tengah malam, Kesya merasakan perutnya sakit. Ia membangunkan Raka yang berada di sebelahnya.
"Mas, bangun Mas. Perut Aku sakit banget." Ucap Kesya.
"Mas, kayaknya Aku mau lahiran deh." Ucap Kesya sembari menahan sakit di perutnya.
Raka pun membuka matanya.
__ADS_1
"Yaudah, Kita kerumah sakit sekarang." Ucap Raka.
Dengan sigap Raka menuntun Kesya memasuki mobil, Mami dan Papi tidak ikut serta karena harus menjaga Ari yang tengah tertidur.
Setibanya di rumah sakit, Kesya langsung dibawa ke ruangan bersalin. Wajahnya penuh dengan keringat. Seperti tengah menahan rasa sakit.
Raka yang melihat hal itu terus menggenggam tangan Istrinya untuk memberikan support. Ia merasa tidak tega melihat Kesya yang kesakitan. Raka berkali-kali mengelap keringat yang membasahi wajah Kesya.
Jam demi jam berlalu, waktu menunjukkan jam 3 Pagi. Tiba saatnya untuk Kesya melahirkan, Dokter memberikan aba-aba agar Kesya menarik nafas. Kesya menggenggam tangan Raka erat.
"Ayo Bu, sebentar lagi." Ucap Bu Dokter.
"Kamu pasti bisa, semangat Key. Aku ada disini." Ucap Raka memberikan semangat untuk Kesya.
Dengan sekuat tenaga, Kesya mempertaruhkan hidupnya. Hingga malaikat kecilnya lahir di dunia.
"Oekkk Oekkk." Suara tangisan memenuhi ruangan tersebut.
Senyum terlukis di wajah Kesya dan juga Raka. Dokter memberikan Bayi ke pelukan Kesya dan memberikan ASI kepada bayi kecilnya.
Raka mengadzani Putri cantiknya. Mereka sangat bersyukur dan bahagia saat itu.
Satu bulan berlalu, Setelah acara akikah sang Putri yang diberi nama Natasya Putri Prawira, Raka, Kesya, Ari dan Putri kecilnya berkunjung ke Makam Ara.
Kesya mengusap pelan nisan Putrinya. Ia menangis melampiaskan Rindunya.
"Sayang, Mama rindu sekali sama Kamu. Kamu disana pasti bahagia kan?" Ucap Kesya, Raka mengelus pundak Istrinya.
"Lihat Nak, Kamu punya Adik baru lho, Cantik. Mirip banget sama Kamu. Namanya Natasya." Kesya memperkenalkan Tasya kepada Ara.
Kini Keluarga Mereka hidup bahagia, dengan kehidupan yang baru tanpa melupakan Ara.
__ADS_1
* Tamat*