Anak Genius: Milikku Milikmu.

Anak Genius: Milikku Milikmu.
BAB 76 KEMBALINYA KESYA


__ADS_3

Hari pernikahan Raka dan juga Meyra telah tiba. Hari ini pernikahan Mereka akan dilaksanakan di sebuah hotel dengan persiapan yang sangat singkat. Keadaan hotel saat ini telah ramai dipenuhi oleh para tamu undangan.


Di Kamar Pengantin Wanita


Meyra baru saja selesai dirias, sang perias pun akhirnya meninggalkan kamarnya. Dengan penuh percaya diri, Meyra menatap cermin dan tersenyum manis.


"Meyra Putri Anindita, sebentar lagi Kamu akan menjadi Istri dari Raka. Akhirnya setelah sekian lama Kamu bisa jadi milik Aku Raka." Ucap Meyra berbicara kepada dirinya sendiri


"Tok...tok....tok...." Suara pintu yang diketuk.


"Masukk" Titah Meyra, kemudian masuk seorang wanita yang meminta Meyra untuk segera turun ke bawah dan melaksanakan ijab Qabul.


"Mbak, gimana sudah siap? pengantin Pria dan para tamu undangan sudah menunggu." Ucap Wanita tersebut.


"Iya baiklah." Ucap Meyra berdiri dari tempat duduknya. Wanita tersebut kemudian menghampiri Meyra dan menggandengnya.


Satu persatu langkah Meyra menuruni anak tangga dengan perasaan yang sangat bahagia. Membayangkan bisa bersanding dengan Raka.


Setelah tiba di tempat pernikahan, Meyra benar-benar merasa senang. Ia menghampiri altar pernikahan yang dimana disana telah ada Raka dan juga Pak penghulu yang sudah duduk menunggu kedatangan Meyra.


Meyra duduk disamping Raka, Kemudian Pak Penghulu pun bertanya kepada kedua mempelai.


"Apa sudah bisa Kita mulai sekarang?" Tanya Pak Penghulu kepada keduanya.


Raka dan Meyra mengangguk tanda setuju. Pak Penghulu dan Raka saling berjabat tangan.


"Siap Ya." Ucap Pak penghulu sebelum mulai Ijab qobul.


"Iya Pak." Jawab Raka yang sebenarnya saat ini sedang dilanda rasa gelisah karena masih mencintai Kesya. Bagaimana mungkin Ia menikah dengan orang yang tidak Dia cintai.


"Saudara Raka Prawira, Saya nikahkan dan Kawinkan Engkau dengan Meyra Putri Anindita binti Cahyo Nugroho dengan Mas kawin 20 gram dan seperangkat alat sholat dibayar tunai." Ucap Pak Penghulu dengan tegas.


"Saya Terima nikah dan Kawinnya." Belum selesai Raka melanjutkan Qabul, tiba-tiba datang seorang Wanita yang menggagalkan pernikahan tersebut.


"Berhenti" Ucap seorang Wanita, yang membuat semua tamu dan juga pengantin menoleh ke arahnya.


"Mamaaaa" Ari berlari menghampiri dan memeluk Wanita tersebut yang tidak lain adalah Kesya.


Raka terkejut, dan merasa sangat bahagia. Ia menghampiri Kesya. Sedangkan Meyra merasa ketar-ketir Karena Kesya ternyata masih hidup.


"Kesya, ini bener Kamu? Kamu masih hidup?" Tanya Raka yang sangat senang bisa kembali bertemu dengan Kesya.

__ADS_1


"Iya Mas, Aku masih hidup. Dan hari ini Aku kesini mau meminta pertanggungjawaban atas apa yang udah diperbuat sama Dia." Ucap Kesya menunjuk Meyra dengan penuh emosi.


"Apa maksud Kamu?" Tanya Raka yang bingung dengan apa yang dibicarakan Kesya.


Kesya berjalan kearah Meyra dan menghampiri Meyra.


"Dia, adalah Orang yang udah bikin Ara meninggal dunia. Dia juga yang udah masukin Aku ke sungai." Protes Kesya.


"Fitnah, Aku gak pernah lakuin itu." Ucap Meyra yang merasa takut dan juga malu. Karena saat ini tamu undangan mulai menatap jijik terhadapnya.


"Fitnah? Apa Aku perlu kasih bukti sekarang." Bisik Kesya mendekat.


Meyra merasa tertekan Ia mendorong tubuh Kesya dan kemudian melarikan diri. Raka yang melihat Kesya hampir terjatuh dengan sigap berlari untuk menangkap Kesya.


"Kamu gak papa?" Tanya Raka.


"Makasih Mas, Aku gak papa kok." Jawab Kesya.


Meyra yang hendak melarikan diri tiba-tiba dihadang oleh Fillia.


"Mau kemana?" Tanya Fillia.


"Minggir Kamu, gak usah ikut campur." Meyra mencoba kabur, tetapi tiba-tiba masuk dua orang polisi yang menangkap Meyra.


"Orang jahat kayak Kamu, itu harus dapat balasan." Umpat Fillia.


"Anda harus ikut Kami." Ucap salah seorang polisi tersebut kemudian membawa Meyra menuju mobilnya.


"Lepasin, lepasin Saya, Saya gak bersalah." Teriak Meyra memberontak.


Fillia kemudian menghampiri Kesya dan juga Raka begitupula dengan Ari.


Kesya memeluk Fillia dengan erat, Kesya merasa Fillia benar-benar sahabat yang baik. Bahkan mulai dari Kesya mengandung hingga saat ini, Fillia terus membantunya.


"Makasih ya Fil, Kamu udah bener-bener baik sama Aku." Ucap Kesya masih memeluk Fillia.


"Sama-sama, Kita ini kan sahabat." Jawab Fillia.


Raka yang sedari tadi diam akhirnya mencoba berbicara dengan Kesya.


"Key, ada yang mau Aku omongin sama Kamu." Ucap Raka.

__ADS_1


"Udah dulu pelukannya, ada yang mau ngomong tuh." Ucap Fillia melepaskan pelukannya.


Raka menarik tangan Kesya menjauh dari keramaian.


"Kamu mau ngomong apa sih Mas?" Tanya Kesya.


"Aku mau minta maaf sama Kamu, atas kejadian waktu Aku tuduh kamu sama Dokter Dimas, nggak seharusnya Aku nuduh Kamu waktu itu." Ucap Raka meminta maaf.


"Iya, gak papa Mas, Aku udah lupain kok masalah itu." Ucap Kesya.


"Aku juga mau jelasin sesuatu ke Kamu. Tentang Wanita yang waktu itu dateng ke rumah sakit sama Aku." Ucap Raka.


"Siapa Dia Mas?" Tanya Kesya.


"Sebenarnya Dia adalah mantan kekasih Kakak Aku yang udah meninggal dunia, Dia mengandung Anak dari kakak Aku. Makannya Aku merasa bertanggung jawab atas Mereka." Ucap Raka menatap mata Kesya.


Kesya kemudian memeluk tubuh Raka, Ia benar-benar rindu dengan Suaminya itu. Mereka tidak bertemu selama kurang lebih dua bulan.


"Aku kangen banget sama Kamu Mas." Ucap Kesya menitikkan air matanya.


"Aku juga Key, setiap hari Aku berharap bahwa Kamu masih hidup dan akan kembali pulang. Sekarang harapan itu benar-benar terwujud." Raka melepaskan pelukannya dan memegang kedua pipi Kesya.


"Allah benar-benar baik ya Mas, Sekarang Cinta membawa takdirnya kembali." Ucap Kesya menatap Raka dalam.


"Semoga Kita gak akan terpisah lagi, sampai ajal yang akan memisahkan Kita." Raka kemudian mengecup kening Kesya lama.


Setelah melepaskan rasa rindunya, Raka pun bertanya tentang kejadian yang sebenarnya dialami oleh Kesya.


"Tapi kenapa Kamu harus menghilang lama? kenapa Kamu gak langsung pulang aja?" Tanya Raka.


"Ceritanya panjang Mas, Ayo Kita masuk dan jelaskan ini semua dihadapan keluarga Kamu." Ucap Raka menggenggam tangan Raka.


Mereka pun kembali kedalam ruangan dengan bergandengan tangan.


"Alhamdulillah, akhirnya Kalian bisa berkumpul lagi." Ucap Pak Wira ikut bahagia.


"Kesya, boleh Mami peluk Kamu Nak?" Ucap Bu Lidya yang Pak Wira dan juga Raka terkejut.


"Boleh dong Mi." Ucap Kesya kemudian memeluk Bu Lidya.


"Kok Mami bisa bicara? sejak kapan Mi?" Tanya Raka yang terkejut sekaligus merasa bahagia.

__ADS_1


"Sebenarnya Bu Lidya memang bisa bicara Pak Raka." Ucap Dokter Dimas yang berdiri dari kursi tamu.


"Jadi, selama ini Mami bisa bicara. Tapi kenapa Mami harus pura-pura gak bisa bicara." Raka merasa bingung dengan apa yang terjadi.


__ADS_2