
Pagi telah tiba, Raka dan anak anak telah siap untuk menikmati sarapannya. Sedangkan Kesya dan Fillia belum juga keluar dari kamar masing masing.
"Mama kalian kok belum turun?" tanya Raka pada Ara dan Ari.
Ari hanya menggelengkan kepalanya tanda tak tahu.
"Ala panggil Mama ya Ayah." pinta Ara.
"Selamat pagi sayang." sapa Kesya kepada Ara dan Ari disusul Fillia dibelakangnya.
"Ayo kita sarapan sama sama." ajak Raka.
"Maaf tapi aku gak bisa, aku harus pulang sekarang untuk ambil baju dan perlengkapan yang aku butuhkan." tolak Kesya.
"Oh iya bagus kalo gitu, biar Toni anterin kalian berdua. Oh iya sekalian aku mau kasih tau kalau nanti aku akan ajak kalian untuk liburan ke pantai. Jadi biar barang kalian sekalian dimobil aja ya." ucap Raka.
"Holleeeee kita mau libulan ke pantai ya Yah?" tanya Ara.
"Iya dong sayang, kan kalian gak pernah liburan sama Ayah." jawab Raka.
"Nanti Ala mau melukis pantai ya Ayah, boleh kan?" tanya Ara.
"Boleh dong, Nanti Ari juga kan suka olahraga. nanti lomba berenang sama Ayah." tawar Raka.
"Oke siapa takut." jawab Ari.
"Mereka kelihatan bahagia banget dengan kehadiran Raka. Tapi kenapa rasanya aku takut menerima Raka. " batin Kesya.
"Yaudah kalo gitu kita langsung balik aja deh Key, yuk." Ajak Fillia.
"Oh iya, dada Ara, Ari."Kesya akhirnya pergi diantar oleh Toni.
setelah menyelesaikan sarapannya. Mereka bersiap untuk berangkat ke Pantai.
"Gimana kalian udah siap?" tanya Raka.
"Udah siap." jawab Ara dan Ari serempak.
"Oke ayo kita masuk kedalam mobil." Raka membukakan pintu untuk Ara dan Ari.
Sepanjang perjalanan Ara terus bernyanyi, sedangkan Ari hanya melihat pemandangan dari jendela mobil.
mereka telah tiba di rumah Kesya. Kesya dan Filia telah menunggu mereka diluar Rumah. Toni yang menyetir mobil pun membantu mereka memasukkan koper kedalam bagasi mobil.
"Mama." sapa Ara.
"Ara kayaknya seneng banget si?" tanya Kesya tersenyum manis.
"Iya Ma, akhirnya Ara bisa jalan jalan. Apalagi sama Ayah." jawab Ara.
"Tuh kan, Ara aja mau Nerima aku Kenapa kamu susah banget si." protes Raka. Kesya hanya diam tanpa menjawab.
Akhirnya mobil mereka tiba di pantai. Toni memarkirkan mobilnya kemudian mereka keluar dari mobil.
"Ayah, kita mau naik kapal ya?" tanya Ara yang melihat kapal di tepi pantai.
__ADS_1
"Iya dong, yuk kita naik." ajak Raka kemudian mereka menaiki kapal yang telah disiapkan.
Ara melukis diatas kapal ia terlihat sangat bahagia, tiba tiba kuas miliknya terjatuh kedalam laut.
"Kuasku." teriak Ara yang hendak mengambil kuas miliknya, Kesya yang melihat itupun menahan Ara.
"Ara udah, biar Mama aja ya yang ambilin." ucap Kesya kemudian melompat ke laut untuk mendapatkan kuas milik Ara.
"Byurrrrr." Raka yang melihat itu langsung menghampiri Ara dan melihat Kesya tengah kesulitan melawan arus air laut.
"Ayahhhh, Tolongin Mama." pinta Ara.
"Iya sayang." jawab Raka kemudian melompat berusaha menyelamatkan Kesya.
Raka menangkap tubuh Kesya. Mata mereka saling menangkap. Kemudian Raka membawa Kesya kembali ke perahu.
"Uhuk uhuk uhuk." Kesya terbatuk Karena menelan air laut terlalu banyak.
"Kamu gak papa? " tanya Raka kepada Kesya.
"Mama...." Ara dan Ari menghampiri Kesya dan memeluknya.
"Mama gak papa Nak. Makasih ya Rak." ucap Kesya.
"Iya sama sama. Ton ambil handuk sekarang." pinta Raka. kemudian Toni memberikan handuk kepada Raka.
"Kamu ganti baju ya, kalian juga basah karena peluk Mama." titah Raka.
Setelah Kesya tenggelam, Raka meminta agar segera menepikan kapalnya.
Raka telah mempersiapkan acara bakar bakar di tepi pantai.
"Wah pemandangannya cantik banget ya Key?"tanya Fillia.
"Iya, lihat deh Ara, lukisannya bagus banget ya." ucap Kesya terkesan.
"Ayah ayo kejar Ara,,, kak Ari juga kalo bisa." Ara mengajak Ayahnya untuk bermain lari larian.
"Ayo ya, Ayah kejar kalian." ucap Raka Kemudian berlari dan kejar kejaran dengan kedua anaknya.
"Key kayaknya kamu harus buka mata hati kamu deh, kayaknya Raka bener bener baik sama Ara dan Ari. lihat deh mereka kelihatan Bahagia banget." ucap Fillia.
"Bener, mereka emang kelihatan sangat bahagia." jawab Kesya.
"Mama ayo dong ikut main." Ajak Ara menarik tangan Mamanya.
"Iya, Semangat banget si." jawab Kesya kemudian ikut berlari dengan Raka dan si kembar.
Raka mengejar Kesya dan menarik tangannya.
"Brakkk." Raka terjatuh dan Kesya tertarik sehingga menimpa tubuh Raka.
"Ari menutup mata adiknya dengan tangannya.
"Tubuh ini, mengingatkan aku dengan kejadian 5 tahun lalu." batin Raka.
__ADS_1
"Ma maaf, kamu gak papa?" tanya Kesya yang bangkit dari tempat ia jatuh.
"Iya aku gak papa kok." jawab Raka.
"Cieee Mama sama Ayah pelukan." ledek Ara.
"Ara masih kecil ngerti apa si?" Kesya mencubit hidung putrinya itu.
Fillia menganga melihat kejadian tersebut, ia lupa bahwa ia tengah membakar ikan.
"Heh, malah nglamun lagi. gosong tu ikan kamu." protes Toni.
"Hah? yah kok gosong si? kamu gimana si gak mau mbalik ikannya." protes Fillia.
"Kamu tu yang salah, malah nyalahin orang lagi . udah tau lagi bakar ikan malah melongo" protes Toni.
"Mereka itu cute banget tau nggak si? bikin aku pengen cepet nikah. " ucap Fillia.
"Emang ada yang mau sama kamu?" tanya Toni mengejek.
"Enak aja, jangan sembarang kamu ya. Yang mau sama aku mah banyak. cuma aku pilih aja yang terbaik. dan kebetulan belum ada." jawab Fillia.
"Alesan." ledek Toni.
"Terserah kamu percaya atau nggak, aku gak peduli." ucap Fillia.
"ahahahahha" Toni tertawa melihat wajah Filia.
"Kenapa si? ngapain ketawa?" tanya Fillia.
" Kamu ngaca dong." saran Toni.
"Maksud kamu apa suruh aku ngaca?" Fillia merasa tersinggung.
"Kamu emang dasar ya, cewek masak kerja belepotan gini si." ledek Toni kemudian mengeluarkan sapu tangan dari jaketnya.
"Hah? belepotan? masa sih? kamu pasti bohongin aku kan?" Fillia tidak percaya.
"Sini biar aku bersihin kalau kamu gak percaya." Toni mengelap wajah Fillia dengan telaten.
"Yaampun ternyata dia baik juga." batin Fillia tersenyum memandang wajah Toni.
Toni yang merasa terus diperhatikan oleh Fillia pun akhirnya tersenyum.
"Kenapa lihat aku sampe kayak gitu? terpesona ya? baru sadar kalau aku ganteng." ucap Toni angkuh.
Fillia yang tersadar pun akhirnya mendorong tubuh Toni.
"PD banget si, tingkat dewa. ganteng darimana coba." umpat Fillia.
"Gengsi ya? udah jujur aja." ledek Toni.
"Udah deh, mending kamu bantuin aku bakar ikan ini daripada kepedean terus dari tadi. kamu gak lihat aku sampe gosong gini wajahnya." protes Fillia.
" Ya iya sini biar aku bantuin." Akhirnya mereka menghabiskan malam bersama sama untuk camping dan menikmati ikan bakar di pinggir pantai.
__ADS_1
bersambung........