
Di Rumah Raka
Pagi ini Ara dan Ari sarapan tanpa ditemani Ayah dan Mamanya, Ara merengek tidak mau makan, Ari terus membujuknya tetapi Ara tetap keras kepala.
"Ayo dong non, sarapan ya. Nanti malah bibi dimarahi boss Raka kalau non gak mau makan." bujuk bi surti.
"Gak mau, Ala gak mau makan maunya disuapi Mama." rengek Ara.
"Dek ayo dimakan kasihan bi surti. kamu jangan kebiasaan manja." bujuk Ari. tiba tiba telpon milik Bi Surti berbunyi, telepon dari nomor tidak dikenal. Bu Surti pun mengangkatnya.
"Halo bi, Ini saya Kesya." suara dari sebrang.
"Halo nya." jawab bi surti.
"Mama, bi Ala mau ngomong sama mama." Ara sangat antusias ingin mengambil alih telpon bi Surti. Kemudian bi surti memberikan ponselnya.
"Halo Mama, Mama kapan si pulang, ala kangen sama mama." rengek Ara.
"Nanti siang mama pulang kok, gak boleh nangis dong jangan cengeng. oh iya Ara udah sarapan sayang?" tanya Kesya.
"Gak mau, Ala gak mau salapan kalo gak ada mama" jawab Ara.
__ADS_1
"Ara gak boleh gitu, harus nurut sama Bi surti. gak boleh nakal." pinta Kesya akhirnya Ara menurut, mereka sarapan kemudian berangkat ke sekolah.
Sepulang sekolah.
Seperti biasanya, setelah pulang dari sekolah, Ari langsung berlatih bela diri.
setelah menyelesaikan latihannya ia telah ditunggu oleh seorang anak perempuan, ya dia adalah Cinta.
"Ari, kamu udah selesai latihan ya?" tanya Cinta.
"Iya." jawab Ari singkat.
kemudian cinta membuka gerbang untuk sahabatnya itu. Ari pun masuk ke halaman rumah Cinta.
"Boleh, biar aku bantu." jawab Ari.
Cinta pun mengajak Ari ke taman belakang rumahnya, kemudian ia mengambil buku pelajaran miliknya.
"tolong bantu aku ngerjain soal matematika ini ya." pinta cinta menunjukkan selembar soal kepada Ari.
Ari pun dengan perlahan mengajarkan bagaimana cara mengerjakan soal tersebut. Tanpa disadari Ari yang semula dingin kini mulai terbiasa dengan cinta. layaknya bersama dengan Ara adiknya.
__ADS_1
"Wah ternyata kamu pinter ya, kamu bisa memahami semua soal ini, aku jadi pengen deh sekolah kayak kamu. kalau homeschooling aku jadi gak punya temen, aku kesepian." Cinta mengeluarkan isi hatinya.
"jangan bersedih kita kan teman, aku temanmu." ucap Ari yang membuat Cinta tersenyum manis sekali.
"Janji kamu akan selalu jadi teman aku." Cinta menyodorkan jari kelingkingnya yang disambut oleh Ari.
"Terimakasih karena kamu satu satunya temen aku." ucap Cinta.
"Sama sama." jawab Ari.
"Sebagai tanda persahabatan kita aku mau kasih kamu sesuatu. tunggu sebentar ya." Cinta kemudian masuk dan meninggalkan Ari diluar.
Ia masuk kedalam kamar dan mengambil dua gelang yang sama. Dan berlari kembali menyusul Ari.
"Ini aku punya gelang persahabatan yang aku beli waktu pergi sama ayah, aku selalu berharap aku bisa kasih ke sahabat aku. dan sekarang aku kasih kamu ya, jadi kita pake gelang yang sama." ucap Cinta menunjukkan gelangnya.
"sini tangan kamu. biar aku pakein." Ari pun menurut ia menyerahkan tangannya kemudian Cinta memakaikan Gelang itu ke tangan Ari.
"Janji kamu jaga gelang ini ya, jangan sampai hilang. ini sebagai tanda persahabatan kita." ucap cinta sambil memakai gelang miliknya.
"Janji." jawab Ari.
__ADS_1
Mereka pun lanjut bermain bersama di taman.
bersambung.......