
Mentari mulai menampakkan sinarnya, Kesya membuka matanya dengan perlahan. Dilihatnya disampingnya Raka tengah tertidur pulas.
"Aaaaaa Kenapa kamu bisa tidur disini" teriak Kesya, ia lupa bahwa mereka telah menikah kemarin.
"Apa si Key, berisik banget lagian aku kan suami kamu, kamu lupa ya." jawab Raka dengan matanya yang masih terpejam.
"Yaampun iya kok aku bisa lupa si." ucap Kesya tersadar.
"Bangun Ka, udah subuh Sholat." Ajak Kesya pada Raka yang masih terlelap.
"5 menit lagi deh, aku masih ngantuk banget." jawab Raka.
"Ihhh kamu gak boleh gitu ya. bangun sekarang." Kesya mengguncang tubuh Raka dengan keras.
"Iya iya cerewet banget si." protes Raka mulai membuka matanya, senyumnya mengembang saat melihat Kesya berada disampingnya.
"Ih malah senyum senyum sendiri lagi, aneh kamu ya? nanti disangka orang gila lho. buruan bangun." Kesya menarik tangan Raka.
Raka akhirnya menarik tangan Kesya sehingga Kesya terjatuh menimpa Raka. Raka membalikkan tubuh Kesya sehingga Ia sekarang yang berada diatas Kesya. Dengan cepat ia mencium Pipi Kesya karena dibuat gemas oleh kelakuan istrinya itu.
"Rakaaaaaa." Kesya berteriak karena tingkah Raka itu. Raka bergegas berlari masuk kedalam kamar mandi Kesya pun mengikutinya.
"Raka awas kamu ya, dasar modus. keluar kamu." protes Kesya menggedor pintu kamar mandi.
Raka akhirnya membuka pintu dilihatnya Kesya di Depan pintu.
"Dasar kamu ya, maksud kamu apa sembarangan cium pipi aku." Protes Kesya.
"Emang kenapa? Bebas dong kan udah halal." jawab Raka dengan angkuh.
"Keluar kamu, aku yang mandi duluan." usir Kesya.
"Gak gak mau." jawab Raka.
"Keluarrrr." Kesya berusaha menarik Raka.
"Gak bisa, atau supaya adil kita mandi berdua aja gimana?" goda Raka.
"Ihhh dasar mesum." Kesya mendorong tubuh Raka.
"Biar menghemat waktu kan." ucap Raka.
"Udah cepetan buruan mandi, gantian cepet." ucap Kesya.
akhirnya Raka kembali menutup pintu kamar mandi.
"Bisa stress aku kalau lama lama ngadepin dia." ucap Zee.
Di ruang makan.
"Selamat pagi anak anak" sapa Raka yang baru saja datang bersama Zee.
Raka mencium pipi kedua anaknya kemudian duduk di tempatnya.
__ADS_1
"Pagi Ayah." jawab Ara sambil memakan sarapannya.
"Ayah , Apa Ari boleh ikut pelatihan bela diri?" tanya Ari.
"Boleh dong, Ayah udah daftarin kamu. hari ini kamu bisa ikut. nanti biar dianter sama supir yang khusus untuk kamu. dan kamu Ara, ayah juga udah masukin kamu ke pelatihan melukis supaya kamu bisa mengembangkan bakat kamu." ucap Raka.
"Loh, kok Fillia belum ikut sarapan si. biasanya kan dia temenin kalian." tanya Kesya.
Kemudian Fillia datang dengan membawa kopernya.
"Aku disini Key." ucap Fillia.
"Loh Fill, kamu mau kemana? kok kamu bawa koper segala?" tanya Kesya.
"Key, Raka aku mau balik aja ke rumah kita Key, sayang kalo gak ditempatin. lagian kan sekarang kalian udah nikah. aku gak mungkin dong numpang disini terus." jawab Fillia.
"Fillia kok kamu ngomong gitu si, kamu itu berjasa banget buat aku. tinggal disini aja ya Sam aku dan anak anak." pinta Kesya.
"Iya tante, jangan tinggalin kita." ucap Ara.
"Key udah ya, sekarang kamu kan udah memiliki keluarga sendiri, udah saatnya aku mandiri. jadi biar aku balik aja, aku janji akan sering main kok." ucap Fillia.
"Kalo emang itu keputusan kamu, aku gak bisa melarang Fill, tapi kalo kamu butuh bantuan kamu jangan sungkan hubungi aku ya." Kesya memeluk sahabatnya itu.
"Siap Ibu Boss." jawab Fillia.
Raka berdiri dari tempat duduknya kemudian menjabat tangan Fillia.
"Makasih Ka, kamu juga jaga Sahabat aku sama keponakan aku baik baik ya, jangan disakiti." pinta Fillia.
"Pasti." jawab Raka.
kemudian Ara juga memeluk Fillia.
"Tante jangan lupa untuk selalu main kesini ya." Ara meneteskan air matanya.
"Siap komandan, kamu juga main kerumah ya." pinta Fillia. dilihatnya Ari memalingkan wajahnya .
"Oh jadi Ari gak mau pamitan sama Tante ni, yaudah deh." ucap Fillia.
Kemudian Ari memeluk Fillia.
"Tante janji ya, tetep main sama kita." pinta Ari.
"Janji dong." jawab Fillia.
"Yaudah lebih baik kita sarapan dulu, nanti kita anterin kamu kerumah yang dulu ya." ajak Raka kemudian mereka melanjutkan sarapan.
Di kantor.
Kesya mengikuti langkah Raka, yang saat ini adalah rekan bisnisnya.
"Selamat pagi Boss." Sapa Toni.
__ADS_1
"Pagi, oh iya gimana? kamu udah nemuin sekertaris untuk saya?" tanya Raka.
"Oh udah ada Boss Ada 4 kandidat nanti bisa Boss pilih sendiri." jawab Toni.
"Oh iya, Sayang aku masuk keruangan aku dulu ya. ada sesuatu yang harus diurus." Raka mengedipkan sebelah matanya.
"Apa si Sayang sayang segala." Protes Kesya.
Kemudian Raka berbicara mendekat sambil berbisik kepada Kesya.
"Tolong jaga image saya didepan karyawan saya." bisiknya.
"Ohhhh gitu." jawab Kesya juga berbisik.
"Iya Sayang, kamu semangat ya kerjanya." jawab Kesya memegang kedua pipi suaminya dan menekannya. ia sengaja menaikkan Volume suaranya sehingga semua karyawan menoleh ke arahnya.
Raka yang merasa kesakitan hanya tersenyum berpura pura.
Kemudian Kesya melepaskan pipi suaminya itu.
"Yaudah sana Suamiku, kamu harus kerja." Kesya kemudian masuk ke ruangan miliknya.
Di Sekolah Ara dan Ari.
Ara telah berpisah dari Ari, kakaknya. mereka memang berbeda kelas, Ari karena kecerdasannya ia akhirnya ditetapkan untuk loncat kelas.
Ara yang berjalan dengan melompat lompat girang menoleh ketika segerombolan anak putri memanggilnya.
"Ara tunggu." kata salah seorang yang bernama Seli.
"Kak Seli, ada apa kak?" tanyanya.
"Ara, ini aku ada coklat buat kamu. tapi nitip salam buat kakak kamu ya." ucap Seli yang merupakan teman sekelas Ari.
"Makasih kak." Ara menerima coklat tersebut.
"Ini aku juga ada boneka buat kamu Ara." ucap salah satunya lagi.
"Wah makasih kan Wulan." ucap Ara.
Ya itulah Ara, ia kerap mendapat kado dari teman wanita Ari. Ia memang mendapat keuntungan karena kepopuleran kakaknya. Ari memang banyak dikejar kejar oleh kaum wanita karena pesonanya. Tetapi ia memiliki sifat yang sangat dingin. Sehingga mereka memanfaatkan Ara untuk dapat mendekati Ari.
Di Rumah Fillia.
Fillia baru saja membersihkan rumahnya. Kemudian ia mandi dan bersiap untuk mencari pekerjaan.
Ia mengenakan kemeja putih dengan celana warna hitam. terlihat rapi agar bisa mendapatkan nilai plus dari HRD perusahaan.
"Alhamdulillah akhirnya beres juga. Sekarang tinggal berjuang. selamat datang hidup baru. bismillah semoga hari ini bisa dapat pekerjaan." ucap Fillia.
"Aku harus semangat, sekarang saatnya aku berjuang." Fillia mengambil tas miliknya kemudian bergegas memasuki taksi yang telah ia pesan.
bersambung........
__ADS_1