Anak Genius: Milikku Milikmu.

Anak Genius: Milikku Milikmu.
Pertemuan


__ADS_3

Raka telah menunggu di ruang kerjanya. Kemudian Toni datang dan melapor kepada Raka.


"Gimana kandidatnya udah siap?" tanya Raka.


"Udah Boss, langsung aja aku suruh masuk ya Boss." ungkap Toni.


"Iya suruh masuk aja." jawab Raka.


kemudian Toni memanggil 4 wanita yang menjadi kandidat sekertaris untuk Bossnya.


"Baik, sekarang silahkan kalian memperkenalkan diri." pinta Raka.


Saat Nia memperkenalkan dirinya, Raka langsung tertarik dengan penampilan dan gaya bicaranya.


"Selamat datang Nia, saya sudah putuskan kamu untuk jadi sekertaris pribadi saya." ucap Raka.


Kemudian Raka menjabat tangan Nia.


"Kalo kamu gak tau sesuatu tanya aja sama asisten pribadi saya, namanya Toni." ucap Raka.


"Siap pak Raka, terimakasih karena telah memilih saya." ucap Nia.


"Tok tok tok." suara pintu yang diketuk.


"Masuk." titah Raka.


Kesya masuk dengan membawa sebuah Map, ia terpesona melihat wanita yang tengah duduk didepan suaminya itu.


"Loh Kesya, ada apa?" tanya Raka.


"Pak Raka, ini ada surat dari Mr. Beery yang harus kamu tandatangani." jawab Kesya.


"Kebetulan banget kamu kesini, kenalin ini Nia, sekertaris baru saya. Nia ini Kesya Istri saya." Raka mengenalkan Nia dengan Kesya.


"Kesya, kamu inget gak sama aku." ucap Nia yang ternyata adalah teman Kesya saat SMP.


"Oh iya, Nia ya. temen aku SMP." jawab Kesya.


"Aku seneng banget bisa ketemu kamu lagi." ucapnya.


"Aneh, bukannya dulu Nia gak pernah baik sama aku. dia bahkan sering buli aku." batin Kesya.


"Iya aku juga , Apalagi kamu bisa jadi sekertaris pribadi suami aku, Kita jadi bisa Deket." ucap Kesya.


"Boleh dong kalo kapan kapan kita makan siang bareng." Ajak Nia.


"Boleh, nanti siang aja." jawab Kesya.


"Ehem." Raka yang merasa diacuhkan akhirnya mencari perhatian.


"Nia kamu bisa langsung ke ruangan kamu." titah Raka.


"Baik Pak." jawab Nia kemudian keluar dari ruangan Raka, Ruangan antara Raka dan Nia hanya terpisah dengan Kaca sehingga Raka bisa mengawasi pekerjaan sekertaris barunya itu.


"Ternyata kamu pinter juga ya pilih sekertaris, cantik dan menarik. kamu jadi punya semangat buat kerja. kamu bisa pandangin dia terus." sindir Kesya.

__ADS_1


"Aku emang pinter dalam hal memilih, buktinya aku juga pilih Istri yang jauh lebih cantik lho." ucap Raka tersenyum menggoda.


"Yaudah buruan tanda tangan deh." pinta Kesya.


"Apa dia dulu temen dekat kamu?" Tanya Raka.


"Gak juga, kita gak Deket." jawab Kesya.


"Oh iya, Nanti kamu harus ikut aku." pinta Raka.


"Ikut kemana?" tanya Kesya.


"Udah nanti aku kasih tau, sekarang kamu boleh balik." jawab Raka.


"Oh jadi kamu usir aku, mentang mentang kamu mau mandangin sekertaris baru kamu itu, iya kan?" sindir Kesya.


"Kenapa? kamu cemburu ya?" tanya Raka.


"Ihhh nggak lah mana mungkin." jawab Kesya kemudian bergegas pergi keluar ruangan Raka.


Di perjalanan.


Fillia berjalan masih mencari sebuah pekerjaan, ia telah meletakkan 5 surat lamaran tetapi hasilnya nihil.


"Ya Allah ternyata sulit banget cari pekerjaan." Ucap Fillia mengusap keringat di dahinya.


Fillia melihat warung di seberang jalan.


"Lebih baik aku beli minum dulu deh." Ucap Fillia.


Dilihatnya seorang ibu yang duduk di kursi roda tengah menangis di dekat tempat itu.


"Bu, ibu kenapa?" tanya Fillia.


"Tolongin Ibu Nak, Ibu tersesat." jawab Ibu itu kepada Fillia.


"Ibu tersesat? Nama Ibu siapa?" tanya Fillia.


"Bu Anis nak, Udah semalaman Ibu nyasar. Tolong Ibu Nak." pinta Ibu Anis pada Fillia.


"Astaghfirullah kasihan, ibu udah makan?" tanya Fillia.


"Belum Nak, ibu sama sekali gak ada Uang." jawabnya.


"Yaudah kalo gitu, Nama saya Fillia Bu. Biar Fillia anter Ibu makan dulu ya. Setelah Makan baru saya anter Ibu ke kantor polisi." ucap Fillia Kemudian mendorong Kursi roda milik Ibu itu menuju warung terdekat.


Di Jalan.


Ari berjalan menuju tempat ia berlatih bela diri, ia sengaja meminta turun dari mobil. Saat diperjalanan ia melihat anak seusianya tengah bermain di halaman rumah dan seorang pria yang terlihat mencurigakan tengah mengawasi anak kecil itu. Anak itu terlihat sangat cantik. ia bermain sendiri tanpa seorang teman.


Ari mengintai laki laki tersebut, seperti dugaannya. Lelaki tersebut menghampiri Anak itu kemudian mengangkatnya.


Ari berlari dan mengejar lelaki tersebut.


"Om lepasin dia." teriak Ari.

__ADS_1


"Ya malah ada kecil lagi. kamu mau sekalian saya culik." ancamnya.


"Saya gak Takut, kalo om berani lawan saya. dan lepaskan dia." Ucap Ari.


"Masak aku lawan anak kecil, kamu jangan songong nak." Ledeknya.


tanpa berfikir panjang, Ari langsung menendang kaki laki laki tersebut hingga terjatuh.


Akhirnya laki laki itu melepaskan anak kecil tersebut dan memasang kuda kuda.


"Berani kamu ya tendang saya, belum tau kekuatan saya ya." ungkapnya.


"Cepat kamu minta bantuan warga, lari dari sini." pinta Ari.


"He Jangan lari kamu." laki laki itu hendak mengejar anak perempuan itu tetapi Ari menghalangi dengan menendangnya lagi.


"Oke kamu kurang ajar ya, biar saya beri." mereka terlibat perkelahian.


hingga penculik tersebut terkapar karena keahlian Ari dalam menghajarnya.


"Ampun Nak, jangan pukul saya lagi, saya janji gak akan menculik lagi." ucapnya.


Kemudian warga datang karena anak perempuan itu meminta bantuan. warga meringkus penjahat tersebut.


"Saya selaku ketua RT berterima kasih kepada kamu Nak. karena telah berhasil menangkap penculik yang meresahkan warga." ucap seorang pria yang mengaku RT tersebut.


" sama sama Pak." jawab Ari.


Kemudian Pak RT tersebut membawa penculik tersebut bersama Warga ke Rumahnya untuk diintrogasi.


"Terimakasih ya, kamu udah nolongin aku." ucap Anak perempuan itu.


"Sama sama, lain kali jangan main sendirian di luar." saran Ari.


"Oh iya kenalin nama aku cinta kamu siapa?" tanya Anak yang bernama Cinta tersebut. Ia mengulurkan tangannya kepada Ari.


" Namaku Ari." Ari menjabat tangan Cinta.


"Salam kenal Ari, kamu mau kan jadi temen aku. aku masih belum punya temen disini." pinta Cinta.


"Boleh." jawab Ari singkat.


"Terimakasih, terima ini sebagai tanda pertemanan kita." Cinta memberikan sebuah permen yang ia ambil dari saku roknya.


Ari menerimanya dengan ekspresi dinginnya.


"Aku harus pergi sekarang. aku ada pelatihan." ucap Ari.


"Cup." Cinta mengecup pipi Ari sebagai tanda terimakasih untuk pertolongannya.


"Jangan lupa untuk main kesini ya." ucap Cinta tersenyum manis kepada Ari.


Untuk pertama kalinya Ari membalas senyuman orang yang baru ia kenal.


Ari melanjutkan perjalanannya untuk datang ke pelatihan bela dirinya. dia merasa senang mendapat seorang teman ia berjalan kemudian menoleh kebelakang melihat rumah milik Cinta terlihat Cinta tengah melihat kepergiannya di balik gerbang rumahnya sambil tersenyum kepadanya.

__ADS_1


bersambung.......


__ADS_2