Anak Genius: Milikku Milikmu.

Anak Genius: Milikku Milikmu.
Dia Menghilang


__ADS_3

siang yang mendung, mengantar Ari yang tengah berlari menuju rumah yang selalu ia kunjungi. Rumah dari teman terbaiknya, biasanya Cinta akan menunggunya di halaman rumah dengan senyuman manisnya.


Ari sudah tidak sabar untuk bertemu dan bercerita kepada sahabatnya itu bahwa ia akan mengikuti lomba silat. senyumnya terus mengembang, ia pun mempercepat langkahnya.


Setibanya di depan gerbang rumah Cinta, Ari tidak melihat sahabatnya itu, biasanya Cinta sudah menunggu tetapi kali ini rumah itu terlihat sepi.


Ari berusaha memanggil nama Cinta berkali kali tetapi tidak ada juga jawaban.


"Cinta......" panggil Ari.


"Cinta kemana ya, kok tumben dia gak muncul, Apa dia lagi pergi ya." Ari bertanya pada dirinya sendiri, menarik nafas panjang kemudian melirik jam tangan yang ia pakai, ia tidak punya waktu banyak karena harus berlatih.


"Wah udah jam segini, besok aja deh aku cerita sama Cinta. Aku kan harus latihan." ucap Ari kemudian bergegas menuju tempat ia berlatih.


Di lain sisi dua jam sebelum Ari datang, terjadi konflik di keluarga Cinta.


Dengan kasar Pak Pram menarik tangan Bu Laras dan mendorongnya keluar dari pintu.


"Keluar kamu dari rumah ini sekarang juga." bentak pak Pram.


"Mas jangan usir aku Mas, kasian Cinta. Dinda juga masih bayi. Semua ini cuma salah paham Mas, aku sama sekali gak berselingkuh." pinta Bu Laras memohon.


"Alasan, laki laki itu sendiri yang bilang kalo di da adalah anaknya. dia juga tunjukkin tes DNA yang menyatakan bahwa Dinda memang anaknya. jadi selama ini kamu selingkuh. Pergi dari sini dan jangan pernah temui Cinta. dia anak aku dan mulai hari ini kamu saya talak. " bentak pak Pram.


"Mas itu cuma fitnah mas, kamu harus dengerin aku." Protes Bu Laras dengan sesenggukan.


"Brakkk...." suara pintu dibanting dengan keras.


"Mass dengerin aku dulu Mas." Bu Laras menggedor pintu.


Cinta menangis histeris keluar dari kamarnya.


"Mamaaaaaa, Ayahhh jangan jahati Mamaaaaa" rengek Cinta.

__ADS_1


"Udah Cinta, sekarang dia bukan mama kamu lagi. biarin dia pergi sekarang kamu ke kamar." bentak ayahnya.


"Gak Mau...... Cinta mau ketemu mamaa, jangan pergi ma"Cinta terus berteriak berusaha membuka pintu.


"Cintaaaa kamu harus nurut sama Ayah, balik ke kamar sekarang." bentak pak Pram.


"Gak mauuuuu....." tolak cinta yang tiba tiba mengalami sesak nafas. ia kesulitan untuk bernafas kemudian terjatuh ke lantai.


"Cinta, kamu kenapa nak. bangun sayang." Pak Pram menggendong Cinta menuju ke kamarnya dan memanggil dokter langganan mereka.


Di kantor Raka.


Toni memasuki ruangan Raka dengan tergesa-gesa.


"Kamu gak sopan ya, gak ketuk pintu dulu sebelum masuk." protes Raka.


"Gawat boss, gawattt" Ucap Toni.


"Ibu, sama bapak mau berkunjung ke rumah bisa dan menginap Boss." jawab Toni.


"Apa? ngapain, bukannya mereka udah gak peduli sama anaknya." protes Raka.


"Gak tau Boss, Tiba tiba mereka ngabarin kalo di perjalanan." ungkap Toni.


"kalo gitu, cancel semua meeting hari ini, aku harus ngurus ini sama Kesya dan anak anak." Pinta Raka kemudian meninggalkan Toni.


"Kenapa si, kalo merintah selalu aja seenak jidatnya." rengek Toni.


Di kediaman Raka.


hari ini Kesya tengah cuti bekerja ia sedang merenung di tepi kolam, tiba tiba Raka muncul dari belakang dan mengagetinya.


"Kesya.." panggil Raka.

__ADS_1


"Raka, eh Mas kamu kok pulang si, kenapa? ada yang ketinggalan?" tanya Kesya.


"Gak ada, aku cuma mau ngomong sama kamu, kalo Ibu dan Ayah aku mau Dateng." jawab Raka.


"Ibu sama Ayah kamu? bagus dong kalo gitu. jadi aku bisa kenal mereka. jadi kamu pulang cepet supaya bisa sambut mereka ya." ucap Kesya.


"Tapi aku dan mereka selalu berbeda paham, aku harap mereka akan memperlakukan kamu dan anak anak dengan baik. lebih baik aku gak kasih tau dulu sifat orang tua ku sama Kesya." batin Raka.


"Yaudah, kalo gitu aku mau masak yang banyak, mereka pasti suka." ucap Kesya kemudian berdiri dari tempatnya.


Raka menahan Kesya dengan menggenggam tangannya.


"kenapa Mas?" tanya Kesya, ia mulai terbiasa memanggil Raka dengan sebutan Mas.


"Biar aku bantuin kamu." ucap Raka.


"Boleh, yaudah yuk. bagus kalo dikerjain sama sama. biar cepet selesai." ucap Kesya kemudian menarik tangan suaminya menuju dapur.


Di bandara


Ibu Lidya bersama dengan pak prawira yang merupakan orang tua dari Raka telah tiba di bandara, mereka terlihat bersama seorang gadis cantik gadis itu adalah Meyra, wanita yang sangat disayangi oleh orang tua Raka.


"Akhirnya kita sampai juga ya Pi." ucap Bu Lidya.


"Iya, Papi jadi gak sabar ketemu lagi sama Raka. setelah sekian lama dia lepas dari pengawasan kita." ucap Pak Wira.


"Apa yang kita lakukan dulu itu gak salah kok Pi, dia pasti akan mengerti kalo nanti kita jelaskan ke dia, dan dia akan baik lagi sama kita." ucap Bu Lidya.


" Papi berharap seperti itu." jawab Pak Wira.


kemudian pak Wira mengingat kembali kejadian dimasa lalu, yang membuat Raka membenci orang tuanya dan memilih pergi.


"

__ADS_1


__ADS_2