Anak Genius: Milikku Milikmu.

Anak Genius: Milikku Milikmu.
Curiga


__ADS_3

Ketika Kesya dan Fillia sedang berbincang bersama tiba tiba Raka mendapatkan sebuah panggilan.


"Eh aku angkat telvon sebentar ya." Pamit Raka menjauh dari Kesya dan Filia.


"Televonan sama siapa si? kok menjauh segala." ucap Keysa


"Eh ciee kayaknya kamu mulai cemburu deh Key." ledek Fillia.


"Bukannya gitu Fill, aku ngerasa kayak ada yang disembunyikan aja dari aku." jawab Kesya.


"Udah tenang aja, palingan juga masalah bisnis. dia kan sibuk orangnya." Fillia berusaha menenangkan.


"Jujur aja Fill, andai aja kalau kamu tau aku masih sangat penasaran sama seorang wanita yang dia bilang pernah ia cintai." batin Kesya berusaha menutupi kegelisahannya.


Raka pun kembali dari tempatnya.


"Key, aku ada urusan sebentar. kamu disini dulu ya. nanti aku jemput." ucap Raka.


"Loh emang kamu mau kemana? aku ikut." ucap Kesya.

__ADS_1


"Aku mau pergi sebentar aja kok, kamu disini aja ya. ini penting banget." ucap Raka.


"Sepenting apa sih sampe kamu mau ninggalin aku disini. lagian kamu kan masih sakit nanti kalo kenapa Napa siapa yang ngurus." protes Kesya.


"Bentar doang, Fillia nitip istri aku bentar ya." ucap Raka kemudian berlalu pergi meninggalkan Fillia dan Kesya.


"Tuh kan dia itu aneh banget tau nggak, ngapain coba Nerima telpon harus menjauh, setelah itu ninggalin aku begitu aja lagi." protes Kesya.


"Udah deh Key, jangan cemburu buta gitu. mending sekarang kamu bantuin aku masak. terus kita makan sama sama kan udah lama gak makan sama sama." ajak Filia.


"Yaudah deh, yuk." jawab Kesya.


"Mukanya jangan ditekuk gitu dong. senyum." ledek Fillia.


sedangkan di perjalanan Raka kembali menelepon orang yang mengikuti Lani dan Mama Lisa.


"Halo kalian kirim foto mereka, waktu di apotek dan rumah sakit sekarang ke saya." pinta Raka.


Ia melajukan kendaraannya menuju ke kantor polisi. meminta izin kepada polisi untuk menemui Billy.

__ADS_1


"Ada apa kamu kesini? dan apa Kesya gak sama kamu." tanya Billi.


"Aku cuma mau mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya anak kamu. ya maaf karena mungkin kamu dipenjara Lani jadi bingung dan memilih menggugurkan kandungannya." ucap Raka.


"Apa kamu bilang? kamu jangan sembarangan ngomong ya. dia nggak mungkin nglakuin itu." sanggah Billi.


"kalau kamu gak percaya kamu boleh lihat buktinya, ini ada fotonya." Raka menunjukkan foto yang ada di hp nya.


"Kurang ajar, berani beraninya dia bunuh anak aku. disini aku udah berkorban demi dia malah dia bunuh anak aku." Billi menggebrak meja dengan keras.


"Bagus Billi, saya tau bukan kamu dalang dibalik semua ini, kamu berkorban buat orang yang salah."Ucap Raka yang mulai curiga karena saat Kesya hilang, Billi juga berusaha mencari.


"Aku gak terima dengan perlakuan Lani, aku akan tuntut dia." ucap Billi.


"Aku akan bantu kamu, untuk membebaskan kamu dan memasukkan Lani dan mamanya ke penjara. mereka pantas mendapatkan itu. jangan mau menanggung hukuman yang bukan atas kesalahan kamu." ucap Raka.


"Terimakasih Raka, aku akan ceraikan Lani, ternyata dia perempuan berhati iblis. bisa bisanya dia bunuh anaknya sendiri. dia pantas untuk menderita." Ucap Billi.


"Kamu berhak mendapatkan orang yang lebih baik Billi, tapi inget Kesya itu udah milik saya. setelah ini saya akan antar kamu ketemu sama Lani Dan Mamanya." ucap Raka.

__ADS_1


"Terimakasih Raka. aku berutang Budi sama kamu. kamu tenang aja aku gak akan merebut Kesya." ucap Billi.


bersambung.....


__ADS_2