Anak Genius: Milikku Milikmu.

Anak Genius: Milikku Milikmu.
Pura pura sakit


__ADS_3

Di restoran Creami


Toni membawa si kembar dan Fillia ke restoran yang menyediakan berbagai jenis Es krim.


"Wahhh asikk Es klim." Ara bersorak.


"Kita jahat banget gak si? mereka dikunci di ruang bawah tanah eh malah kita enak enakan makan disini." ucap Fillia.


"Udahlah kamu gak usah mikirin mereka. Mereka paling lagi bermesraan." ucap Toni.


"Terus kapan Om Toni mau keluarin Mama?" tanya Ari.


"Besok pagi pagi, Tapi kayaknya masih kurang seru ya kita menyatukan mereka." Ucap Toni.


"kurang seru gimana? kamu jangan macem macem ya ngerjainnya." Protes Fillia.


"Sabar dong sabar, aku punya ide bagus. dijamin gak akan membahayakan kok." ucap Toni.


"Ide apa lagi?" Tanya Fillia.


"Setelah mereka keluar nanti, Ara pura pura sakit. supaya mereka semakin berfikir untuk bersama." saran Toni.


"Oke terserah kamu aja." jawab Fillia.


Kemudian seorang waiters datang menghampiri meja mereka.


"Selamat malam Ibu, Bapak." sapa waiters tersebut.


"Malam." jawab Toni.


"Selamat kepada Ibu dan bapak kalian mendapatkan voucher makan untuk satu paket couple hadiah ulang tahun dari restauran ini." ucap Waiters tersebut.


"Alhamdulillah, rejeki nomplok." Ucap Toni.


"Tetapi dengan syarat bapak dan ibu mau berdansa di depan para tamu." Ucap Waiters tersebut.


"Apa ? dansa sama dia." protes Fillia.


"Iya, sayang masak dansa sama suami sendiri gak mau. lumayan voucher makan gratis sayang." Toni menekankan omongannya sambil mengedipkan mata.


"Kenapa mata Om Toni? kelilipan ya?" tanya Ara.


"Oh nggak ini mata om pedes." jawab Toni.


"Ini Tante kamu, bujukin dong biar mau dansa sama Om." pinta Toni.


"Ayo dong Tante, dansa sama Om." pinta Ara.


Toni mengulurkan tangannya, kemudian dengan terpaksa Fillia menerima ajakan Toni. mereka berjalan menuju panggung. alunan musik mengiringi setiap gerakan mereka.


mereka berdansa melangkah kekanan dan kekiri mengikuti alunan musik, semua mata tertuju pada mereka.


"Kamu benar benar bikin malu tau nggak, kita jadi pusat perhatian." protes Fillia.

__ADS_1


" bagus dong kalo kita jadi pusat perhatian." ucap Toni.


"Emang dasar kamu tu gak bisa dibilangin ya." protes Fillia.


"Emang gak bisa." jawab Toni kemudian mendorong tubuh Fillia dan menarik kembali. sehingga Fillia terjatuh di pelukan Toni.


"Kamu gimana si? aku nyaris jatuh tau nggak." protes Fillia menarik kemeja Toni sambil memelototi Toni.


"Santai dong dansa itu emang gini." jawab Toni.


para pengunjung terbawa perasaan dan bertepuk tangan untuk Fillia dan Toni.


di ruang bawah tanah.


"Mereka kemana si? kok gak dibuka buka." ucap Kesya.


"Aku juga gak tau." jawab Raka.


"huahhhh" Kesya menguap pelan. Raka merasa kasihan kemudian membuka jas miliknya dan memakaikannya pada Kesya.


Kemudian Raka membersihkan dipan yang berada di sana.


"Kalo kamu udah ngantuk, kamu tidur aja. Aku gak akan ngapa ngapain kok tenang aja." Raka meyakinkan.


"Makasih ya." ucap Kesya membaringkan tubuhnya di dipan lama yang tak terpakai.


"Kamu gak tidur?" tanya Kesya.


"Kalo aku ngantuk aku pasti tidur. Aku bisa tidur sambil duduk kok." jawab Raka.


pagi telah tiba suara pintu dibuka.


"Key, bangun Key." Raka mengguncang tubuh kesya pelan.


"Selamat pagi Boss." Sapa Toni.


"Toni kamu kurang ajar banget ya, bisa bisanya kamu kunciin kita semalaman disini." protes Kesya.


"Aduh Maaf Non Key, semua itu permintaan Ara. Tapi sekarang dia suruh saya susul kalian karena dia beneran sakit. Pengen ketemu kalian." ucap Toni.


"Jangan jangan ini akal akalan kamu lagi." tuduh Kesya.


"Nggak kalo gak percaya cek aja dikamar." ucap Toni kemudian Kesya berlari keluar dan menuju kamar Ara. Raka mengikuti langkah Kesya.


"Ara." panggil Kesya dilihatnya Ara tengah terbaring di atas ranjang dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya. Kesya langsung menyusul putrinya itu.


"Maaaa sakit ma." ucap Ara.


" Kamu kenapa sayang?" tanya Kesya kemudian mengecek suhu tubuh Ara , ia menempelkan tangannya di dahi Ara.


"Yaampun sayang, kamu demam." ucap Kesya panik.


"Ara kenapa? " tanya Raka yang baru sampai.

__ADS_1


"Ka, tolong bawa Ara kerumah sakit sekarang ya. aku takut dia kenapa Napa. badannya panas banget ka." pinta Kesya panik.


"Tenang dulu Key, Ton kamu siapin mobil ya." pinta Ara.


"Ala gak mau kelumah sakit. Ala gak mau disuntik." Tolak Ara.


"Sayang kamu harus kerumah sakit, supaya kamu sembuh ya. badan kamu panas banget lho." Ucap Kesya khawatir.


"Hahahaha mereka gak tau aja kalo Ara baru aja aku suruh berdiri dekat api." batin Toni.


"Pokoknya Ala gak mau titik. " rengek Ara.


"Sayang harus mau ya. supaya sembuh." Kesya memeluk tubuh Ara.


"Ala gak mau kelumah sakit. Ala maunya dilawat sama Mama sama Ayah." rengek Ara.


Ara meraih tangan Kesya dan tangan Raka kemudian menyatukannya.


"Kenapa si? Mama sama Ayah gak mau belsama. demi Ala, Ala juga pengen kayak temen temen ala. punya kelualga yang lengkap." rengek Ara.


"Sayang, kamu jangan gini dong. Kamu masih kecil belum tau permasalahan orang dewasa Nak. Mama sama Ayah gak bisa bersama karena kami punya alasan. " Kesya menenangkan Ara.


"Kalo gitu Ala mau Ayah sama Mama lawat Ala sampai sembuh." pinta Ara.


"Yaudah, sekarang Ara tidur ya, biar Ayah sama Mama yang rawat Ara." pinta Raka.


Kemudian Kesya membantu Ara merebahkan tubuhnya.


"Key, kalo gitu biar Ari main sama aku aja ya." pinta Fillia.


"Iya Fill aku minta tolong kamu jagain Ari dulu ya. biar Aku rawat Ara." pinta Kesya.


"Siap aku ma, yaudah Yuk Ari kita main diluar aja , kasihan Ara biar istirahat ya. kan udah ada Mama sama Ayah yang jagain." ajak Fillia menggandeng tangan Ari kemudian membawanya keluar.


"Apa yang bisa aku bantu?" tanya Raka.


"Kamu jaga Ara sebentar ya, aku ambil kain kompres sama air dulu." pinta Kesya.


" Oke, biar aku jagain." ucap Raka.


"Kamu Kenapa si Ra? kok bisa sakit." ucap Raka.


"Ayah, kenapa si Ayah gak mau menikah sama Mama?" Tanya Ara.


"Ayah sedang usaha Nak, kamu sabar ya. Nanti Ayah akan omongin ini lagi sama Mama kamu." Raka mengusap pelan rambut Ara.


Kesya kembali dengan membawa baskom, Ia meletakkan kompres di kening Putrinya.


"Kamu cepet sembuh ya sayang, Ara mau apa? bilang sama Mama Nak." tanya Kesya.


"Ala cuma mau Ayah sama Mama belsatu, ala nggak mau yang lain. bialin aja ala sakit telus. Mama sama Ayah kan gak sayang sama Ala. Kalian gak mau belsatu." rengek Ara.


"Sayang kamu jangan ngomong gitu dong, kan selama ini Ara juga udah terbiasa tanpa seorang Ayah kan?" Tolak Kesya.

__ADS_1


"Yaudah bialin aja Ala sakit telus." Ara mulai kesal.


bersambung........


__ADS_2