Anak Genius: Milikku Milikmu.

Anak Genius: Milikku Milikmu.
Talakk


__ADS_3

Mama Lisa tengah menghibur putrinya yang sedari tadi hanya melamun.


"Sayang udah dong gak usah sedih. malah bagus dong kalau kamu gak bisa punya anak. dengan begitu kamu akan terjaga bentuk tubuhnya," ucap Mama lisa.


"Tok tok tok." suara pintu diketuk.


"Siapa ya, dokter kali ya. aku bukain pintu dulu ya nak." Ucap Mama Lisa kemudian membukakan pintu.


Polisi berdiri bersama Billi dan Raka. Wajah Mama Lisa langsung terkejut ketika melihat polisi.


"Billi kok kamu udah bebas? dan kamu tau dari mana kalau Lani disini." ucap Mama Lisa.


"Kenapa ma, kalo aku udah bebas? Mama gak suka? atau mama lebih suka aku dipenjara?" ucap Billi.


"Ya nggak dong nak, mama seneng banget dong, jadi kamu bisa nemenin Lani sampai melahirkan. kasian lho dia sampe drop dan masuk rumah sakit gara gara mikirin kamu." ucap Mama Lisa meyakinkan.


Billi pun berjalan menghampiri Lani, Lani yang melihat kedatangan Billi pun memeluk Billi erat.


"Mas, aku kangen banget sama kamu mas, apa kamu tau aku bener bener gak bisa hidup tanpa kamu mas." rengek Lani.

__ADS_1


Billi melepaskan pelukan dari Lani dengan kasar.


"Mas kamu kenapa mas? kenapa kamu gitu sama aku?" tanya Lani.


"Gak usah berpura pura lagi didepan aku. kamu bunuh anakku kan? kamu bunuh anak kamu sendiri." bentak billi.


"Kamu ngomong apa si mas, aku mana mungkin bunuh anak kita." ucap Lani.


"Aku udah lihat semua perbuatan kamu, kamu beli obat penggugur di apotek dan minum obat itu kan. dasar kamu bener bener gak punya hati. kamu bunuh anàk kamu sendiri. bahkan hewan pun gak tega lakuin itu. tapi kamu tanpa rasa bersalah lakuin itu. Kamu pembunuh." bentak billi.


"Nggak aku bukan pembunuh, aku bukan pembunuh. diam kamu." teriak Lani depresi ia menarik rambutnya sendiri dengan kedua tangannya.


"Hahahaha dia gak pantes hidup, mana mungkin aku melahirkan tanpa suami. aku bukan pembunuh." Lani tertawa kemudian menangis.


"Billi kamu itu jangan sembarangan ngomong, lihat Lani jadi histeris." Bentak Mama Lisa.


"Mulai saat ini didepan para saksi. aku talak kamu." ucap Billi.


"Ngggaaaaaaakkkkk kamu jahat mas, kamu jahat. aku bukan pembunuh." rengek Lani.

__ADS_1


"Billi, mama minta kamu tarik kata kata kamu." bentak Mama Lisa.


"Pak polisi, mereka berdua inilah yang sudah berniat mencelakai istri saya, mereka juga telah melakukan pembunuhan terhadap janin yang gak bersalah. tangkap mereka pak. karena Billi gak bersalah." ucap Raka.


"Baik pak Raka. terimakasih atas laporannya." jawab polisi kemudian menangkap tangan Mama Lisa.


"Untuk sementara kami akan bawa ibunya terlebih dahulu. karena dia harus melalui proses penyembuhan. tapi kami akan selalu memantau" ucap pak polisi.


"Terimakasih Pak." ucap Raka.


"Lepasin tangan saya, jangan bawa saya. Saya gak salah Billi yang salah." Mama Lisa memberontak.


"Mamaaaa jangan bawa mama, aku gak mau sendirian jangan ambil mamaku." teriak Lani menangis histeris.


"Kalo gitu aku pulang dulu ya bill. aku harus segera nemuin Kesya. dia pasti nungguin aku." ucap.


"Yoi, makasih karena udah meluruskan ini semua. oh iya aku nitip Kesya ya, jaga dia baik-baik. jangan lepasin dia kayak aku waktu itu." pinta Billi.


"Tenang aja, Kesya itu segalanya buat aku, aku gak akan sakiti dia apalagi ninggalin dia. dia adalah berlian dikehidupanku." Raka menepuk bahu Billi pelan.

__ADS_1


bersambung........


__ADS_2