
Hari ini Kesya mendapatkan undangan untuk hadir ke perusahaan Prawira. Ia terpaksa menghadiri undangan tersebut demi pekerjaannya, sebenarnya ia sangat malas bertemu Kedua CEO Prawira.
"Selamat pagi, bisa saya bertemu pak Raka?" tanya Kesya.
"Baik, dengan ibu siapa?apa sudah membuat janji?" tanyanya balik.
kemudian kebetulan Toni tengah lewat didepan mereka.
"Wah Calon Nyonya Raka sudah datang ya." Sapa Toni.
Kesya langsung memicingkan matanya tanda tak terima ucapan Toni. Toni yang melihat itu bergidik ngeri.
"Maaf Bu, saya tidak tahu." resepsionis meminta maaf.
"Ahaha bisa aja pak Tino ini bercandanya." Kesya memukul pundak Toni keras dengan tatapan mata yang seperti hendak menerkam mangsanya.
"Aduh keras banget lagi mukulnya.Maaf Nama saya Toni bukan Tino." jawabnya
"Oh iya? masak si Kayaknya kemarin Tino deh. yaudah deh bodo amat kalo udah diganti ya, jadi Toni kamu bisa kan anterin saya ketemu Boss kamu.Saya masih ada urusan lain." pinta Kesya.
Kemudian mereka menuju ruangan CEO Prawira.
"Tok tok tok" suara pintu diketuk.
"Siapa?" tanya Raka dari dalam.
"Nyonya Kesya Boss." jawabnya meledek Kesya.
"Heh Tino, sekali lagi kamu panggil saya nyonya saya akan bikin mulut kamu itu gak bisa bicara lagi." protes Kesya.
"Aduh ia maaf, gak bos Raka gak dia sama aja galaknya. Salah terus lagi panggil nama." umpat Toni.
"Masukkk." jawaban dari dalam.
"Yaudah kamu masuk aja, saya masih ada banyak urusan." Toni meninggalkan Kesya.
"Semangat Kesya, kamu pasti bisa ngadepin dia." batin Kesya mulai memasuki ruangan tersebut.
Raka tengah duduk di kursi kerjanya dengan senyuman yang manis.
"Selamat pagi pak Raka, langsung saja apa yang jadi alasan bapak mengundang saya kemari?" tanya Kesya.
"Tenang dong Ibu Kesya, Silahkan duduk dulu. lalu kita bicarakan dengan tenang." jawab Raka.
Kesya kemudian duduk di kursi yang berada di depan Raka.
__ADS_1
"Kesya octaviani, Putri dari Adi Oktavian pemilik Oktav Group. Selamat datang di perusahaan Prawira group."Raka berdiri dari tempatnya.
"Darimana kamu tau nama Ayah saya?" Tanya Kesya.
"Hal seperti ini sangat mudah buat saya, mencari semua tentang masa lalu kamu. Itu hal yang gampang." Ucapnya.
"Kalau anda memanggil saya untuk urusan gak penting, lebih baik saya pulang." Ucap Kesya yang hendak berdiri meninggalkan ruangan itu.
"Tunggu Kesya, Ada yang ingin aku tanyakan sama kamu. Kenapa kamu menghilang selama lima tahun dan kembali membawa dua anak." tanya Raka yang mulai mendekat.
"Itu bukan urusan kamu, aku menghilang karena aku menikah dengan seorang pria di kampung halamanku. dan kami dikaruniai anak kembar. Jadi jawaban itu cukup kan untuk kamu?" tanya Kesya berbohong.
"Oke, aku anggap kamu sedang gak berbohong. tapi kenapa saat pemakaman Adi Oktavian kamu tidak datang?" tanya Raka.
Kesya terkejut karena ia sama sekali tidak pernah berhubungan lagi dengan ayahnya semenjak kejadian di rumah sakit.
"Apa? Ayah meninggal?" air bening mulai menetes dari mata cantik Kesya.
"Iya. jadi kamu gak tahu? Ayah kamu meninggal karena sebuah kecelakaan yang sampai sekarang masih menjadi tanda tanya. karena rem mobil ayah kamu putus dan seperti ada yang mensabotase." jawab Raka.
Kesya mencengkeram erat tangannya.
"Mereka. ini pasti ulah mereka." ucap Kesya.
"Mereka? apa kamu tau sesuatu?" tanya Raka.
"Apa kakak tiri kamu Lani? CEO di Oktav group?" tanya Raka.
"Iya, dia kakak tiriku. mereka bener bener penjahat, mereka udah merebut semua dari aku." ucap Kesya marah.
"Menarik, Jadi apa kamu akan diem aja?" Raka memancing Kesya.
"Aku gak akan diem, aku akan rebut kembali perusahaan Ayah. dan mereka harus membayar lunas. mereka harus menerima hukuman untuk apa yang udah mereka lakuin ke Ayah." Ucap Kesya dendam.
"Bagaimana kalau aku bantu kamu untuk balas dendam dengan mereka. ingat mereka itu sangat licik, jadi kamu butuh seorang yang berperan penting di kota ini." Raka menawarkan diri dan mengulurkan tangannya mengajak berjabat tangan.
Kesya berfikir sejenak dan mulai menyingkirkan egonya.
"Deal, aku akan kasih kesempatan kamu untuk bantu aku balas dendam kepada mereka." Kesya menjabat tangan Raka.
"Bagus kalau begitu, apa kamu sudah bertemu mereka setelah kembali ke kota ini?" tanya Raka.
"Belum pernah, aku muak dan malas bertemu mereka." jawab Kesya.
"Kalian harus bertemu dan kamu harus tunjukkan sama mereka bahwa kamu bisa lebih sukses dari mereka. Dengan begitu mereka akan merasa tersaingi." ucap Raka.
__ADS_1
"Jadi aku harus gimana?" tanya Kesya mengusap air matanya.
"Kerjasama kamu dengan pak Beri dan Prawira group adalah hal yang sangat menarik. dengan mereka tahu tentang kerjasama ini. aku yakin mereka akan geram." Raka mengusulkan idenya.
"Gimana caranya mereka tahu tentang kerjasama ini?" tanya Kesya.
"Aku akan adain pesta besar besaran dan mengundang banyak perusahaan terkenal. setelah itu kamu bisa permalukan mereka disana. aku yakin mereka pasti akan sangat geram." ucap Raka.
" Apa kamu yakin ini akan berhasil?" tanya Kesya ragu.
"Percaya sama aku." jawab Raka penuh percaya diri.
"Makasih udah mau bantu aku, jadi sebenarnya kamu ngundang aku kesini buat apa?" tanya Kesya.
"Aku cuma mau bilang itu aja, jangan sungkan kalo kamu butuh bantuan dari aku. Aku adalah orang pertama yang akan maju ketika ada orang yang berani mengusik kamu dan anak anak kamu. walaupun kamu bilang mereka bukan milikku." Ucap Raka.
"Dia sebenarnya baik, tapi aku terlalu takut kehilangan dua malaikat kecilku yang udah memberikan kebahagiaan di hidup aku." batin Kesya.
Kesya berdiri dari tempat duduknya.
"Kalo begitu saya pamit pulang, sekali lagi terimakasih." ucap Kesya lalu membalikkan badannya.
Raka menahan tangan Kesya hingga Kesya tertarik dan jatuh diatas tubuh Raka yang terjatuh. Mata mereka saling menangkap.
Kesya tersadar ia hendak berdiri tetapi helai rambutnya tersangkut di kancing kemeja Raka.
Toni yang mendengar suara sesuatu yang terjatuh pun dengan sigap membuka pintu kerja milik Raka. pegawai mereka juga berkerumun melihat apa yang terjadi.
Mereka melihat Kesya tengah menindih tubuh Bos mereka. Kesya dan Raka tidak bisa berdiri karena rambut Kesya yang tersangkut.
"Toniiiii tutup pintunya atau gaji kamu saya potong." ancam Raka.
"Aduhhhh Maaaf Bossss saya gak tahu kalo boss lagi nganu...." ucap Toni menutup pintu kembali. Ia juga menyuruh karyawanya untuk bubar.
"Wah kira kira apa yang dilakuin si Boss sama si Kesya itu ya." ucap Toni.
"Aduh tolong dong, ini rambut aku kesangkut." Ucap Kesya memecah keheningan.
Raka membantu melepaskan rambut Kesya dengan perlahan. akhirnya berhasil merekapun berdiri dan sama sama merasa canggung.
"Maaf, dan makasih kalo gitu saya pulang dulu." ucap Kesya.
"Perlu aku anter? " tawar Raka.
"Gak perlu nanti malah karyawan salah paham." ucap Kesya malu.
__ADS_1
bersambung......
Apa rencana Raka dan Kesya akan berhasil?