Anak Genius: Milikku Milikmu.

Anak Genius: Milikku Milikmu.
Semakin cepat lebih baik


__ADS_3

Pagi telah kembali, Ara dan Ari tengah sarapan pagi disuapi oleh Kesya.


"Selamat pagi." sapa Raka yang baru saja datang diikuti oleh langkah Toni.


"Pagi Ayah." sapa Ara.


"Ayah punya kabar baik buat kita semua." ucap Raka.


"Ada apa ayah?" tanya Ari.


"Besok Ayah dan Mama kalian akan menikah. Jadi kita bisa sama sama." ucap Raka.


"Holeeee " Ara bersorak kegirangan.


"Apa? besok?" ucap Kesya Fillia dan Toni kompak.


"Iya, besok emang kenapa? lebih cepat lebih baik kan?" tanya Raka.


"Ya nggak secepat itu juga dong." protes Kesya.


" Bukannya semalam kamu bilang mau bersama." ucap Raka.


"Fil, kamu tolong urus anak anak dulu ya. Kamu aku mau bicara berdua sama kamu." Kesya menarik tangan Raka menuju kolam.


"Ada apa si?" tanya Raka.


"Maksud kamu bilang gitu ke anak anak itu apa si Ka? " tanya Kesya.


"Loh kamu lupa ya, kan semalam kamu sendiri yang bilang udah mau hidup bersama." jawab Raka.


"Yaampun Raka, tapi gak secepat itu juga dong." Kesya menepuk jidatnya.


"Emang kenapa kalo aku percepat, itu justru lebih baik. semakin cepat pula aku bisa bantuin kamu buat balas dendam sama Ibu tiri dan kakak tiri kamu." Ucap Raka.


"Emang gak bisa ya, kita tunda dulu satu Minggu gitu?" tanya Kesya.


"Emang kamu tega sama anak anak yang udah terlanjur berharap?" tanya Raka.


"Ya gak tega si." jawab Kesya.


"Yaudah kalo gitu kamu nurut aja, besok kita nikah dan Minggu depan baru acara resepsi pernikahan, kita bisa undang nenek sihir dan tongkatnya itu. " ucap Raka.


"Oke deal, tapi kamu gak boleh macem macem ke aku ya, kalo kita udah nikah nanti." pinta Kesya.


"Pede banget emangnya kamu semenarik itu." ledek Raka.


"Ya buktinya waktu itu juga kamu khilaf kan?" protes Kesya.


"Kok kamu bahas itu terus ya? jangan jangan kamu lagi yang sebenarnya pengen mengulang." ledek Raka mendekatkan wajahnya ke wajah Kesya.


"Ihhhhhh apa? aku? enak aja." Kesya mendorong tubuh Raka hingga Raka terjatuh ke dalam kolam.


"Byurrrrr" Raka masuk kedalam kolam dan tak juga muncul ke permukaan.


" Rasain kamu, makannya jangan sembarangan ngomong." ledek Kesya.


Raka tidak juga muncul ke permukaan sehingga Kesya mulai khawatir.


"kok dia gak muncul muncul ke permukaan ya." ucap Kesya kemudian mendekati kolam tersebut.

__ADS_1


"Ka, kamu ngapain si, jangan bercanda deh. buruan keluar dari kolam." pinta Kesya tetapi Raka masih tidak ada gerakan.


"Astaghfirullah Raka kamu tenggelam." ucap Kesya Kemudian bergegas melompat ke dalam kolam renang.


Kesya berusaha membawa tubuh Raka ke atas permukaan dan membantu menekan dada Raka.


"Aduh Ka, kamu jangan bercanda dong. bangun jangan mati dulu ." Kesya panik.


"Ayo dong Ka, bangun " pinta Kesya.


"Gak ada cara lain, aku harus kasih nafas buatan." batin Kesya.


Di ruang Makan.


dari tempat makan terdengar kegaduhan di kolam.


"Eh suara apa tu? kayak suara jatuh ke kolam." ucap Toni.


"Iya, ada apa ya?" tanya Fillia.


"Om, Tante kita lihat ke sana yuk." ajak Ara.


"Yaudah ayo." jawab Fillia.


kemudian mereka berempat menuju Kolam mereka melihat Kesya tengah berusaha membangunkan Raka .


"Wah bos Raka tenggelam? bukannya dia ahli banget gak bernafas dalam air ya." ucap Toni.


"masak si? tapi itu kok sampai pingsan gitu?" Tanya Fillia.


"Om itu Mama Sama Ayah lagi main apa si?" tanya Ara.


Mereka masih mengintip di balik dinding. Kesya mendekatkan wajahnya pada wajah Raka.


" Wah bahaya Fill, kayaknya ini gak bagus buat anak anak." ucap Toni kemudian menutup mata Ara dengan tangannya begitu juga Fillia yang menutup mata Ari.


di kolam


"Aduh maaf ya Ka, aku harus lakuin ini." ucap Kesya mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Raka.


Tiba tiba saat mereka sudah semakin dekat Raka membuka matanya.


"Kamu mau ngapain?" Tanyanya.


"Kamu kok sadar si?" tanya Kesya heran.


"Jawab dulu dong kamu mau ngapain." pinta Raka.


"Ya aku mau Tolong kamu lah, aku pikir tadi kamu pingsan tau nggak." Jawab Kesya.


Raka Kemudian bangkit dari tidurnya dan duduk.


"Pingsan? ngarang kamu mana mungkin aku pingsan aku ini ahli berenang." ledek Raka.


" Ohhhh jago berenang ya, berarti tadi itu apa? kamu sengaja?" tanya Kesya.


"Kenapa? kamu takut ya kehilangan aku." ucap Raka dengan angkuhnya.


"Takut kehilangan kamu? sorry ya gak banget." tolak Kesya.

__ADS_1


"Jujur aja susah banget" ledek Raka.


"Dasar emang kamu itu gak waras." protes Kesya mendorong tubuh Raka kembali ke Kolam, tetapi Raka menarik baju Kesya sehingga mereka jatuh berdua.


"Byurrrrrr" mereka berdua jatuh kedalam kolam .


Raka bergegas menangkap Kesya mata mereka saling bertatap.


" Ihhhhh sial banget si aku hari ini." Kesya mendorong tubuh Raka menjauh.


"Apes apa kesempatan?" tanya Raka.


"Diem ya, kamu gak usah ngomong lagi. gara-gara kamu. baju aku jadi basah semua." protes Kesya.


"Tenang aja, stok baju kan ada banyak. mau aku beliin? Atu sekalian aku gantiin?" pancing Raka.


"Sorry gak perlu. dasar cowok aneh." umpat Kesya yang bergegas keluar dari kolam dan melangkah dengan cepat sehingga tergelincir.


"Aaaaa"Teriak Kesya yang terjatuh di lantai yang licin. kakinya terkilir.


"Ahaha kasian banget." ledek Raka.


"Kok kamu malah ketawa si? bukannya malah bantuin." protes Kesya.


"Yakin mau aku bantuin? nanti kamu malah marah kalau aku bantuin." ucap Raka yang mulai keluar dari kolam dan menghampiri Kesya.


Raka mengulurkan tangannya.


"Gak usah, udah terlambat aku bisa berdiri sendiri." tolak Kesya berusaha berdiri tetapi selalu kembali terjatuh.


"Udahlah berhenti jadi orang yang Suka gengsi, susah banget si buat minta tolong." ucap Raka.


"Udahlah kamu pergi aja, aku bisa minta tolong Fillia. " pinta Kesya memegangi kakinya.


"Emang dasar ya, bilang tolong aja susah banget. " ucap Raka kemudian menggendong tubuh Kesya ala bridal style.


"Ih ngapain si kamu malah angkat aku." protes Kesya.


" Kamu bisa diem gak si? udah ditolongin masih aja protes.udah kamu diem aja. kaki kamu itu terkilir harus dipijat dulu." ucap Raka.


"Gak usah gak papa, nanti juga sembuh sendiri kok." tolak Kesya.


"Tolong kamu diem sebentar aja. bisa kan? " ucap Raka, Kesya akhirnya mengalah dan menutup mulutnya rapat-rapat.


Fillia dan Toni yang menyadari bahwa Raka dan Kesya hendak kembali segera menggendong Ara dan Ari. membawa mereka kembali ke ruang makan.


Raka melewati ruang makan dengan menggendong Kesya.


"Mama habis jatuh di kolam ya?" tanya Ara.


"Iya sayang, kok anak mama tau si. pinter banget." puji Kesya.


"Kan tadi Ala lihat dari tembok disana, sama kak Ali dan om dan Tante." jawab Ara dengan polosnya.


" Ohhhh Toni, jadi kamu yang ajak mereka buat jadi tukang intip." protes Raka.


"Aduh boscill kenapa kamu malah cerita si." protes Toni.


" Awas aja ya kamu Toni, setelah ini kamu temui saya di ruang kerja saya." pinta Raka kemudian membawa Kesya kembali ke kamar kesya.

__ADS_1


bersambung.........


__ADS_2