
7 Tahun lalu adalah hari terberat bagi Raka, Ia kehilangan Kakak kesayangannya yaitu Abimana Prawira. Kehilangan dengan tiba tiba membuat Raka sangat terpukul. Kakaknya mengalami kecelakaan dan meninggal dunia, karena terhalang oleh restu orangtuanya.
"Mi, Pi Abi sangat mencintai Prisa, jangan pisahkan aku sama dia." Ucap Abi menolak permintaan Mama Lidya untuk meninggalkan Prisa.
"Abi, dia itu gak selevel sama kita, gak cocok. tinggalin aja." oceh Mama Lidya.
"Nggak Mi, Abi Gak akan pernah tinggalin Prisa, Lebih baik Abi pergi dari sini dan kawin lari sama Prisa." Ancam Abi.
"Abi, jangan kurang ajar kamu, apa yang dibilang sama Mama kamu itu benar, nanti Papi mau bilang apa sama temen bisnis papi. kalo sampe mereka tau Papi punya menantu pembantu." ucap Pak Wira.
"Mami sama Papi sama aja, kalian selalu Mandang kasta. mau sampe kapan? aku bener bener udah capek, aku udah gak mau tinggal disini lagi." Ucap Abi meninggalkan rumah tersebut.
satu bulan kemudian setelah kejadian tersebut, Abi datang bersama Prisa, istrinya. Dia benar benar menikah walaupun tanpa restu dari Mama dan Papanya.
Mama Lidya pun tidak tinggal diam, Ia memerintahkan anak buahnya untuk membawa Prisa pergi jauh, sehingga Abi dan Prisa tidak lagi bersama.
__ADS_1
Abi yang baru pulang kerja mendapatkan surat dari istrinya itu yang pamit lewat sepucuk surat, Ia tidak mau begitu saja percaya, karena ada bekas ban mobil di depan rumahnya, ia pun meminta penjelasan kepada Mamanya.
Akhirnya Mama Lidya mengakui bahwa ia yang membawa Prisa pergi sejauh jauhnya dari hadapan Abi.
"Mami, sekarang juga mami jujur. Mami yang bawa Prisa kan? dia gak mungkin tinggalin aku." protes Abi.
"Apasi? bosen kali dia, kan sekarang kamu hidup susah." jawab Mama Lidya.
"Mami jangan tuduh dia sembarangan, aku adalah orang yang paling tahu sifat dia, dia gak mungkin tinggalin aku. apalagi ada bekas ban mobil di teras rumah. itu pasti Mami kan. mami gak bisa ngelak lagi." Ucap Abi.
"Terbaik buat aku? Ma, asal mama tahu, saat ini Prisa itu sedang mengandung. Mengandung Cucu Mama, sekarang dimana Prisa Ma?" Tanya Abi.
"Mami udah suruh anak buah Mami untuk bawa Prisa ke pulau terpencil." jawab Mama Lidya.
"Apa? Mami bener bener jahat." Ucap Abi kemudian mengendarai motor dengan kecepatan tinggi menuju ke pelabuhan.
__ADS_1
Tiba tiba saat di persimpangan, Abi kurang fokus sehingga terhantam oleh truk.
"Braaaaakkkkkk" Abi mengalami kecelakaan dan meninggal dunia.
Raka yang sedang berbisnis di luar kota pun kembali untuk menghadiri pemakaman kakaknya, hatinya benar benar hancur. Ia juga menemukan dan membaca jurnal milik kakaknya. semenjak itulah Raka dan kedua orangtuanya selalu bertengkar.
Membuat Raka jenuh dan akhirnya memutuskan untuk pergi jauh dari Ayah dan Ibunya. Ia berjanji pada pusara kakaknya. Raka akan mencari Prisa dan anaknya. merawat mereka dan bertanggung jawab atas semua yang telah terjadi.
*flashback end*
"Pi, papi kok nangis si. kita udah mau sampe nih." Ucap Mama Lidya.
"Gak apa-apa Mi, papi cuma kangen Raka aja, semoga dia bisa menerima kita lagi ya mi." harap Pak Wira.
"Tenang aja Om, Meyra pasti bantuin Om dan Tante, supaya Raka bisa maafin kalian." ucap Meyra percaya diri.
__ADS_1
bersambung.......