Anak Genius: Milikku Milikmu.

Anak Genius: Milikku Milikmu.
Bertaruh nyawa


__ADS_3

di perjalanan menuju kantor.


Kesya terdiam dan merenung di sepanjang perjalanan, Raka yang memperhatikan pun akhirnya bertanya.


"Kamu kenapa si? kok diem terus. dan kayak lagi mikirin sesuatu." tanya Raka.


"Aku masih gak nyangka aja, ternyata bang Billi yang udah berniat jahat sama aku." jawab Kesya.


"Mungkin dia sakit hati, makannya jadi jahat." ucap Raka.


"Tapi ntah kenapa aku ngerasa kayaknya masih ada pihak yang bekerjasama deh. karena jujur aku curiga sama mama dan lani." ucap Kesya.


"Kamu tenang aja, walaupun Bang Billi yang ditangkap, tapi aku udah suruh orang buat nyelidiki mereka kok." jawab Raka.


"Makasih ya" ucap Kesya.


"Iya, makasih terus." jawab Raka.


tiba tiba Kesya melihat seorang pria yang tengah melambaikan tangan seperti meminta bantuan.


"Mas mas, berhenti deh. bapak itu kayaknya butuh pertolongan deh." ucap Kesya.


Raka pun menghentikan mobilnya, bapak itu menyusul mobil Raka.

__ADS_1


"Mbak tolong mbak, istri saya mau melahirkan. dan mobil saya malah mogok. kasian mbak istri saya." ucap seorang bapak tersebut.


"Mas tolongin mas, kasian istrinya mau melahirkan." pinta Kesya.


"Yaudah Pak, naik mobil saya aja ya, biar saya anterin kerumah sakit." ucap Raka.


"Makasih Mas, Mbak." kemudian orang itu kembali ke sebuah mobil pick up dan menuntun istrinya yang tengah kesakitan Raka pun keluar dari mobil dan membantu membukakan pintu.


"Aduh Mas sakit Mas, aku udah gak kuat." ucap ibu hamil tersebut.


"Sabar bu, sabar kamu harus bertahan ya Bu." suaminya menenangkan.


"Tenang Bu, dengerin saya ya Bu, tarik nafas buang. atur nafasnya ya Bu. sebentar lagi kita sampai kok." Kesya menenangkan.


"Ini semua gara gara kamu Mas, kamu yang udah buat aku hamil. Aaaaaaaa sakit banget Mas." Ibu itu menarik Rambut suaminya.


"Sakit Mas, aku udah gak kuat." ucap ibu itu.


"Jangan menyerah Bu, Ibu harus kuat, semangat inget ada nyawa yang harus diselamatkan. buah hati ibu. jangan menyerah ibu harus semangat." ucap Kesya.


"Iya Bu, ibu harus bertahan demi anak kita ya." ucap sang suami.


Akhirnya drama didalam mobil pun selesai. mereka telah tiba di rumah sakit. ibu itu langsung dibawa ke ruang bersalin.

__ADS_1


Kesya dan Raka pun mengikuti hingga keruangan tersebut. Kesya mengintip dari balik kaca ibu itu berjuang melahirkan buah hatinya, dan suaminya senantiasa menemani istrinya. tanpa disadari air mata keluar dari matanya.


Raka yang melihat itupun memegang bahu Kesya dan menghadapkan Kesya ke wajahnya.


"Kenapa kamu nangis?" tanya Raka.


"Aku nangis, nggak kok aku cuma terharu aja kalo melihat seorang ibu yang berjuang melahirkan seorang anak. dia bertaruh nyawa demi nyawa anaknya." jawab Kesya menghapus air matanya, tetapi tangannya ditahan oleh Raka, Raka pun menghapus air matanya.


Raka memeluk tubuh Kesya dengan Erat.


"Maafin aku Kesya, aku udah biarin kamu berjuang sendirian saat itu, berjuang demi dua nyawa. pasti kamu kesakitan saat itu. tapi aku? aku gak ada disisi kamu untuk menemani kamu." ucap Raka meminta maaf.


"Saat itu aku juga pasrah sama nyawa aku,aku udah gak peduli sama sakit yang aku rasain yang penting anak anak selamat."jawab Kesya.


"Andai waktu bisa aku ulang, aku gak akan lepasin kamu waktu itu." ucap Raka.


Kesya pun melepaskan pelukannya dari Raka. karena mereka menjadi pusat perhatian.


"Malu dilihatin banyak orang." ucap Kesya.


"Yaudah kita pergi aja yuk, toh ibunya udah ditangani sama dokternya." ajak Raka.


"Yaudah, ayo aku jadi kangen sama Fillia. kita kerumah aku yang dulu ya." pinta Kesya.

__ADS_1


kemudian mereka berdua pergi dari rumah sakit tersebut.


bersambung......


__ADS_2