Anak Genius: Milikku Milikmu.

Anak Genius: Milikku Milikmu.
Satu langkah


__ADS_3

Di ruang kerja Raka.


Toni telah duduk sambil menunggu Boss nya datang ke ruangan kerjanya.


"Aduh Boss ngapain dulu si, lama banget." ucapnya.


tak berselang lama Raka datang dan duduk di kursinya.


"Ada tugas baru apa Boss?" Tanya Toni.


"Kamu sekarang juga, Cari Wo untuk acara besok. yang bisa selesaikan dekor besok ya, o iya jangan lupa sekalian baju untuk pernikahan." pinta Raka.


"Waduh Boss, Mana bisa secepat itu. lagian Boss Kan milyader masak nikah mendadak gini si Boss." protes Toni.


"Harus bisa, saya kasih kamu komisi 20 juta. pernikahan ini itu harus segera, sebelum dia berubah fikiran lagi." ucap Raka.


"Wahh kalo ada cuannya semuanya beres Boss. Kalo gitu aku cari sekarang deh. gampang itu ma." jawab Toni.


"Kalo masalah uang aja cepet banget"Umpat Raka yang melihat Toni tergesa gesa keluar dari ruangannya.


Di Kamar Kesya.


Kesya memijat mijat pelan kakinya. Kemudian Ara dan Ari masuk dan memeluknya.


"Mama....."ucap mereka.


"Hati hati jangan lari." ucap Kesya.


"Kaki mama kenapa? sakit ya ma?"tanya Ara dengan wajah polosnya.


"Nggak kok de, gak sakit ini cuma jatuh aja." jawab Kesya.


"Halo jagoan jagoan Raka." sapa Raka yang memasuki kamar Kesya.


"Ayah, lihat kaki mama sakit." ucap Ara.


"Iya Ayah tau, kalian tenang aja, Ayah udah panggil dokter andalan pokoknya jago lah." jawab Raka.


"Aduh Pak Raka yang terhormat, kaki saya itu terkilir bukan terluka Kenapa malah panggil dokter." protes Kesya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Lho emangnya salah?" tanya Raka.


"Udah ya, gak usah panggil dokter panggil dukun pijat aja." pinta Kesya.


"Apa? dukun pijat? jangan nanti kalo malah kenapa napa gimana?" tolak Raka.


"Yaudah kalo gitu mending gak usah panggil dokter juga, aku gak mau." tolak Kesya.


"Oke oke aku panggilin dukun pijat aja." jawab Raka Kemudian menelepon salah satu anak buahnya.


"Halo, Sin kamu tolong panggil dukun pijat terhandal ya, awas jangan asal." pinta Raka.


"Wahh seneng banget ya punya Ayah yang bisa lindungi Mama." ucap Ara.


"Kakak juga bisa kok jagain Mama, kan kakak jago beladiri." Ari tidak mau kalah.


"Iya iya kakak jagoan." ucap Ara.

__ADS_1


"Yaudah sekarang kalian ke kamar kalian dulu ya, Ayah mau ngomong sama Mama dulu." pinta Raka.


" Oke Yah, dada...." Ara menarik tangan kakaknya keluar dari kamar tersebut.


"Kamu mau ngomong apa lagi si ?" tanya Kesya .


"Aku cuma mau bilang, mulai sekarang lebih baik kamu biasain panggil aku dengan sebutan Mas, karena besok kita kan nikah." ucap Raka.


"Mass? Aku panggil kamu mas? gak salah dengar?" Kesya tertawa meledek.


"Apa maksud kamu ketawa ngakak kayak gitu?" tanya Raka.


"Oke maaf, abis aneh banget kalo aku panggil kamu Mas. Lagian aku udah bilang kan sama kamu. kita sebatas Orangtua buat si kembar. gak lebih. Itu tujuan kita menikah." jawab Kesya.


"Oke tenang aja aku juga berfikir gitu kok, tapi kita lihat aja nanti. kamu pasti terpesona dan luluh sama aku." Ledek Raka.


"hahaha gak salah dengar aku? kamu lupa ya siapa yang duluan ngejar ngejar? Kamu kan?" ledek Kesya.


"Jangan geer kamu ya, aku lakuin itu kan demi anak anak bukan demi kamu." ucap Raka.


"Ohhh gitu, oke bagus kalo gitu jadi kita gak akan bawa hati dalam menjalani pernikahan ini."ucap Kesya.


"Oke aku juga mau ngomong gitu sama kamu." ucap Raka.


"Tok tok tok" suara pintu diketuk.


"Siapa?" tanya Raka.


"Saya Sinta pak." jawaban dari luar.


"Saya sudah Carikan permintaan bapak tadi, dukun pijat." ucap Sinta.


"Suruh masuk." pinta Raka.


Kemudian masuk 5 orang kedalam kamar Kesya.


"Kenapa ada cowoknya juga." protes Raka.


" Yaudah mohon maaf, bapak bertiga boleh keluar, uang akan tetap kami berikan." ucap Sinta.


"Kenapa sampe dua orang tukang pijatnya?" Kesya memegangi kepalanya.


" Lebih banyak lebih bagus dong. " jawab Raka.


"Yaampun yang kekilir itu kan cuma kaki aku." ucap Kesya.


" Sttttt. tolong kamu nurut aja, kalo gitu aku tinggal dulu. kalian pijit dia ya, dan ingat hati hati jangan sampai dia kesakitan atau bahkan kakinya kenapa Napa." pinta Raka.


"Baik pak." jawab dua ibu ibu dukun pijat.


"Ayo Sinta kamu ikut saya keruangan kerja saya." pinta Raka.


"Beruntung banget ya mbak, Masnya peduli banget sama mbaknya." ucap salah satu dukun pijat tersebut.


Kesya hanya tersenyum mendengar itu.


"Bener juga si, dia emang sangat perhatian." batin Kesya.

__ADS_1


Di ruang tamu.


"Ya pokoknya walaupun waktunya singkat harus tetep kelihatan wah ya." Pinta Toni .


Fillia yang tengah membawa susu untuk sikembar berjalan dengan tergesa-gesa.


"Awasss." Teriak Toni menarik tangan Fillia ke pelukannya.


"Pyarrr." Gelas susu terjatuh ke lantai disusul oleh tangga yang terjatuh.


"kamu gak papa?" tanya Toni.


"Yaampun penyelamat aku." ucap Fillia.


"Heh kamu gak papa?" tanya Toni.


"Oh iya, aku gak papa kok. aman makasih ya kamu udah nolongin aku. kalo kamu tadi gak tarik aku mungkin aku kejatuhan sama tangga itu." ucap Fillia.


"Kalian tu gimana si? Safety dong, masak bahaya gini.profesional dong." bentak Toni.


"Yaampun aku baru sadar kalo dia lagi bekerja ternyata bener bener berwibawa banget." Fillia terus memperhatikan Toni.


Kemudian Toni membantu membersihkan pecahan gelas.


"Makasih ya, ternyata kamu baik juga." puji Fillia.


Di kamar si kembar.


Fillia datang ke kamar si kembar tanpa membawa susu untuk mereka.


"Halo, maaf ya Tante gak jadi bawain susu. soalnya tadi jatuh." ucap Fillia.


"Yaudah deh Tante." jawab Ara sambil melukis.


"Oh iya ini Tante bawa baju untuk acara pernikahan Mama sama Ayah kalian besok." ucap Fillia.


"Menikah itu apa si Tante?" tanya Ara.


"Menikah itu ketika dua orang yang memutuskan untuk hidup bersama." jawab Fillia.


" Ohhhh gitu ya Tante, bukannya Mama sama Ayah memang udah hidup bersama ya?" tanya Ara.


"Aduh pinter banget si jawabnya. Tante jadi gak bisa jawab kan. tapi sekarang Tante giliran mau tanya deh. Ara seneng gak hidup sama Mama sama Ayah juga." tanya Fillia.


"Ala seneng banget Tante , akhilnya ala punya Ayah." jawab Ara.


"Kalo kak Ari? kok diem aja si kak?" tanya Fillia.


"Kalo aku apapun yang terbaik buat mama, Ari pasti seneng." jawab Ari.


"Soswittt banget jawabannya." puji Fillia.


"Kalo Tante kapan nikahnya?" tanya Ari.


"Yaampun Ari, Kenapa kamu harus nanya ini ke Tante si." rengek Fillia dengan ekspresi wajah yang lucu.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2