Anak Genius: Milikku Milikmu.

Anak Genius: Milikku Milikmu.
Lomba


__ADS_3

Pagi telah tiba, hari ini adalah jadwal untuk Raka mengontrol bekas lukanya. Kesya yang selesai masak kemudian pergi ke kamar, dilihatnya Raka masih tertidur.


"Aduhhh kok masih tidur si, bangun Mas. ini kita harus kontrol ke dokter lho." Kesya membangunkan Raka pelan.


"Bentar lagi deh, masih ngantuk banget." ucap Raka.


"Bangun gak, cepetan bangun. kita itu harus ke dokter. untuk cek bekas luka kamu." Kesya menarik selimut Raka.


"Iya iya, 5 menit lagi." jawab Raka.


"Bangun nggak, mandi cepetan. ini udah jam berapa?" protes Kesya.


"Iya iya." jawab Raka dengan mata masih terpejam kemudian ia masuk kedalam kamar mandi.


"Susah banget deh kalo disuruh." ucap Kesya Kemudian bergegas keluar menuju ruang makan untuk menyuapi anak anaknya.


di ruang makan.


"Selamat pagi anak anak." sapa Kesya.


"Pagi ma." jawab Ara dan Ari kompak.


"Ma, bulan depan kakak mau ikut lomba silat, boleh kan ma?" tanya Ari.

__ADS_1


"Jangan deh kak, mama takut kamu kenapa Napa." tolak Kesya.


"Tapi aman ko ma, mama tenang aja." Ari berusaha meyakinkan Kesya.


" Gak boleh, ini demi kebaikan kamu juga." tolak Kesya.


"Kata siapa gak boleh, Kakak boleh kok ikut lomba itu. dan Ayah sangat mendukung kakak." jawab Raka yang tiba tiba muncul.


"Gak, aku gak izinin." protes Kesya.


"Emang kenapa si? aku tau kamu khawatir sama Ari. tapi tenang aja. semua itu udah ada aturannya dan pastinya aman. kamu gak perlu khawatir." Ucap Raka.


"Aku tau mereka udah netepin aturan, tapi aku tu khawatir sama Ari. pokoknya aku bilang nggak ya nggak." jawab Kesya.


"Gak ada, pokoknya nggak ikut." jawab Kesya kekeh kemudian meninggalkan meja makan.


"Yah mama malah deh." ucap Ara.


"Biar Ayah bujuk mama bentar ya. Kakak sama adek tunggu bentar." ucap Raka yang kemudian menyusul Kesya yang tengah duduk di tepi ranjang dengan wajah cemberut.


"Aku tau kamu sebagai seorang ibu khawatir sama Ari, tapi kamu gak boleh gitu dong. biarin Ari mengembangkan potensi yang ada di dirinya. kita harus kasih dia ruang untuk bergerak." ucap Raka.


"Tapi aku tu takut dia kenapa Napa Mas, kalo lombanya dalam Bentuk lain mungkin aku akan mendukung. tapi ini berkelahi." protes Kesya.

__ADS_1


"Masak kamu gak percaya sama anak kamu sendiri. Kalo aku si percaya Ari gak akan kenapa napa. dia kan kuat." Raka menenangkan.


Kesya terdiam mendengar perkataan Raka. Ia juga tahu memang Ari sangat berbakat dalam hal itu.


"Yaudah deh iya aku izinin." jawab Kesya mengalah.


"Nah gitu dong, Ari pasti seneng banget, kalo kamu izinin dia." ucap Raka.


"Yaudah demi dia seneng." jawab Kesya.


"Yaudah kalo gitu ayo kita turun dan kasih tau Ari, kasian anak anak udah nungguin kita. bisa terlambat nanti mereka." ajak Raka.


Kemudian mereka pun kembali ke ruang makan dan menyampaikan persetujuan dari Kesya.


Ari tersenyum senang dan memeluk mamanya itu.


"Makasih ya ma, Ari janji Ari gak akan kecewain mama. dan Ari gak akan bikin Mama khawatir." ucap Ari berjanji jari kelingking.


Kesya menanggapi itu kemudian tersenyum.


"Apa si yang nggak buat anak mama yang gantengnya kelewatan ini. yaudah yuk kita berangkat, udah siang nanti kalian malah telat." ajak Kesya.


"Ayooooo" jawab Ara dan Ari kompak berlari menuju mobil.

__ADS_1


bersambung......


__ADS_2