
Malam telah larut, Raka telah terlelap dalam tidurnya sedangkan Kesya tidak bisa tidur. ia berganti posisi untuk mencari posisi agar ia bisa tertidur tetapi hasilnya nihil. ia menarik nafas panjang kemudian bangkit.
"Aduhh kenapa si susah banget tidur." ucap Kesya Kemudian menoleh ke arah Raka yang sudah terlihat tidur dengan nyenyak.
"Apa aku keluar sebentar ya, cari angin dulu. mumpung bayi tuanya udah tidur." ucap Kesya Kemudian bergegas keluar dari kamar.
ia berjalan menuju taman belakang rumahnya. ia berdiam disamping kolam sambil memandangi pemandangan langit malam yang sangat indah.
Di kamar.
Raka meraba raba tempat disampingnya, ia yang menyadari bahwa tempat tidur di sampingnya kosong pun membuka mata.
"Loh Kesya kemana? tengah malam gini kok gak ada? Kesya..." panggil Raka, tetapi tidak ada jawaban.
Raka pun keluar dari kamarnya. mencari Kesya di dapur namun tidak ada, hingga akhirnya ia menemukan Kesya tengah duduk di bangku tepi kolam.
"Kamu bisa gak jangan bikin orang panik." protes Raka.
"Lho Ka, kok kamu bangun si. ngapain kamu kesini udah kamu tidur aja lagi. kamu kan masih sakit, butuh banyak istirahat." protes Kesya.
Raka pun duduk di sebelah Kesya.
__ADS_1
"Gak mau, kalo kamu gak balik ke tempat tidur aku juga gak mau tidur. kamu itu kalo dikhawatirin ngerti gak si? kamu lupa ya, terakhir kali ada orang yang berniat menyakiti kamu." ucap Raka.
"Yaampun Ka? kan kamu udah kasih banyak penjaga di rumah. lagian aku cuma dirumahkan?" protes Kesya.
"Ya tetep aja, kamu itu harus hati hati." saran Raka.
"Oh iya tentang itu kira kira siapa ya yang berniat jahat sama aku. kayaknya aku gak punya musuh deh. kecuali Mama sama Lani." ucap Kesya.
"Aku udah suruh orang buat menyelidiki kamu tenang aja. aku gak akan biarin orang yang menjadi ancaman buat kamu berkeliaran seenaknya. dan selalu menjadi teror buat kamu." Ucap Raka.
Kesya pun menatap wajah Raka yang tengah memandang bulan.
"Kenapa si kamu baik banget sama aku. Kita kan sama sama gak memiliki Rasa." tanya Kesya.
"Karena kamu adalah wanitaku, siapapun yang berani mengusik milikku. maka aku gak akan tinggal diam."
"Makasih ya, kamu bahkan udah ngorbanin nyawa kamu sendiri demi aku." Ucap Kesya.
Raka terdiam seketika, kemudian tersenyum.
Kesya yang salah tingkah pun langsung mengalihkan pandangannya menatap langit malam.
__ADS_1
"Kamu tenang aja, aku akan selalu menjadi Bulan untuk kamu dan anak anak. bulan yang akan memberikan penerangan ketika hari mulai gelap." janji Raka.
"Terus kalo mendung gimana?" tanya Kesya.
"Ya kalo mendung bulan akan tetap menyinari dong walaupun nggak terlihat dan tertutup oleh awan." jawab Raka.
"Bisa aja kalo jawab, kalo gitu sekarang aku panggil kamu bubu gitu boleh gak?" tanya Kesya.
"Boleh, panggil abu bubu gak papa." Jawab Raka.
"Ntar kalo aku panggil kamu Bu,malah jadi perempuan dong kamu." ledek Kesya.
"Iya juga ya." Raka baru menyadari.
"Yaudah mulai sekarang gimana kalo aku panggil kamu mas?" Tanya kesya.
"Boleh, bagus itu malah. dari dulu ngapa." jawab Raka.
"Ya, sebagai tanda aku menghargai kamu aja." ucap Kesya.
"Masuk yuk udah ngantuk ni, diluar makin dingin.' ajak Raka.
__ADS_1
"yaudah deh yuk." Kesya berjalan berdampingan dengan Raka kembali menuju kamar.
bersambung.....