
"Nia, kamu ngapain disini?" tanya Kesya.
"Selamat pagi Bu Kesya, saya mendengar kabar dari Toni kalo Pak Raka dirawat di rumah sakit. Jadi saya datang untuk menjenguk." jawab Nia.
"Oh mau jenguk Mas Raka ya, yaudah ayo silahkan masuk. Makasih ya udah sempetin nengok." Ucap Kesya mempersilahkan Nia masuk.
"Loh Nia, kok kamu disini?" Tanya Raka.
"Iya pak Raka, saya denger kabar katanya bapak celaka dan masuk rumah sakit. Saya langsung khawatir dan berniat melihat keadaan bapak." Jawab Nia tanpa rasa malu.
"Ehmm" Kesya berpura pura berdehem.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Raka menahan tawanya.
"Gak papa, tenggorokan aku tadi GATEL aja Mas." Kesya sengaja memperjelas kata Gatel.
"Oh iya makasih ya Nia, kamu udah dateng kesini pagi banget." Ucap Raka tersenyum.
"Iya sama sama Pak, saya sekarang jadi lebih lega setelah melihat kondisi bapak baik baik aja." Jawab Nia tersenyum Manis.
"Oh iya Kesya, ini aku bawa buah sampai kelupaan." Nia menyerahkan buah yang sedari tadi ia bawa.
"Makasih ya Nia, oh iya bukannya ini kamu kerja ya harusnya. kok masih disini?" tanya Kesya.
"oh iya Bu kesya, tapi saya pikir bukankah sama saja, saya disini. bisa berdiskusi dengan bapak Raka langsung." jawab Nia.
__ADS_1
"Niaaa mas Raka ini lagi sakit, kamu katanya menjenguk kenapa malah mengajak Bekerja. kasihan dong suami saya." jawab Kesya.
"Iya maaf kalo begitu, nanti sebentar lagi saya akan ke kantor." jawab Nia.
"Kesya bisa kamu ambilin air, aku haus." pinta Raka.
"Kamu haus Mas, kasian biar aku ambilin air minum ya mas." ucap Kesya tetapi Nia terlebih dahulu mengambil gelas berisi air di sampingnya dan memberikan kepada Raka.
"Biar saya bantu ya pak, kebetulan airnya deket.." Ucap Nia.
Kesya merasa jengkel dengan tingkah Nia. dengan sengaja Nia menumpahkan air di baju Raka. dengan segera Nia mengusap usap membersihkan baju Raka.
"Aduh maaf Pak, saya nggak sengaja biar saya bersihin ya." Ucapnya mengambil kesempatan.
"Nia ini sejak dulu selalu aja ingin mengambil apa yang aku punya, tingkahnya bener bener keterlaluan. aku gak bisa tinggal diam." batin Kesya lalu menyenggol Nia agak menjauh dari tempat tidur Raka.
"Iya tapi gak papa kok." jawab Raka.
"Aduh maaf banget yah pak." ucap Nia dengan wajah memelas.
"Iya gak papa kok." jawab Raka.
"Mas, ganti baju aja ya, nanti kamu malah masuk angin." Ucap Kesya mulai membuka kancing baju Raka. Raka menahan tangan Kesya.
"Emang kamu gak malu sama Nia." goda Raka.
__ADS_1
"Yaampun iya Mas, maaf Nia tolong kamu keluar dulu ya, karena aku mau mengganti pakaian suami aku." Ucap Kesya membuat Nia merasa Kalah.
"Sombong sekali Kesya, Lihat aja aku pasti bisa merebut milik kamu. Seperti dulu semua yang kamu punya akan aku miliki." batin Nia.
"Yaudah Kalo gitu Kesya, Pak Raka aku pamit kekantor aja karena udah jam segini." ucap Nia.
"Oh iya bagus itu, tolong ya Nia kamu handle pekerjaan di kantor karena suami saya masih sakit." Ucap Kesya.
"Iya, kalo gitu saya permisi." Kemudian Nia keluar dari kamar tersebut. Kesya memperhatikan kepergiannya. Setelah dirasa telah pergi. Kesya membuka kancing baju Raka dengan kasar.
"Kenapa kamu? Cemburu ya?" goda Raka.
"Hah aku cemburu? nggak lah ngapain aku cemburu." tolak Kesya.
"Halah kamu bisa bilang gak cemburu, tapi dari gelagat kamu gak bisa bohongin aku." Goda Raka lagi tetapi kesya tidak mempedulikannya. ia dengan telaten mengganti pakaian suaminya itu.
"Istriku, aku laper, tapi tangan aku sakit." ucap Raka modus.
"tangan kamu itu kan gak ikut luka, jangan alesan deh." protes Kesya. kemudian dia mengambil bubur yang telah disiapkan khusus untuk pasien.
"Yaudah buruan makan, biar aku suapin." Kesya menyuapi Raka dengan sabar.
"Kalo kayak gini rasanya aku sakit lama juga gak papa." ucap Raka.
"Dasar kamu cari kesempatan dalam kesempitan." umpat Kesya.
__ADS_1
bersambung.....