
Raka sedang duduk di kursi kerjanya menunggu informasi dari asistennya Toni.
Raka memberikan tugas pada Toni untuk mencari tahu siapa ibu dari anak kembar tersebut. Saat berada di pameran ternyata Toni mendapatkan informasi dari Mr Oyami bahwa ibu mereka bernama Kesya octaviani.
Toni langsung mencari informasi dari data tersebut.
"Tok.. Tok... Tok...." Toni mengetuk pintu ruangan kerja milik bosnya.
"Masuk." Jawab Raka dari dalam.
kemudian Toni masuk membawa sebuah amplop yang berisi riwayat hidup Kesya.
"Gimana? kamu udah dapetin datanya?" tanya Raka.
"Beres bos, ini bos bisa cek sendiri datanya." Toni memberikan amplop tersebut kepada Raka. Raka mulai membuka dan membacanya.
kemudian ia melihat foto dari orang tersebut kemudian tersenyum.
"Good job, setelah kamu cari selama lima tahun lebih tapi gak ketemu. Akhirnya kamu sekarang berhasil." puji Raka.
"Ya mungkin karena Tuhan mentakdirkan Bos bertemu sama anak bos buat tanggung jawab atas kesalahan Bos." jawab Toni.
"Kesalahan saya? kamu lupa ya ? waktu itu kamu yang buat semua ini jadi kayak gini. kamu yang jebak saya. beruntung waktu itu kamu gak saya pecat." maki Raka.
"iya maaf bos, saya yang salah." Toni mengalah.
Kemudian Raka berdiri dari tempat duduknya dan memakai jasnya.
"Bos mau kemana Bos?" tanya Toni.
"Aku mau minta penjelasan dan pengakuan dari Kesya. kalo mereka adalah darah dagingku. Saya harus berhasil meluruskan semuanya. memberikan apa yang seharusnya diberikan " jawab Raka.
"Semangat Bos, perlu saya kawal?" tawar Toni.
"Gak perlu kamu handle aja semua masalah kantor." pinta Raka kemudian pergi meninggalkan Toni.
"Semangat Bos, Semangat." teriak Toni tersenyum bahagia melihat bosnya yang pergi dengan penuh semangat.
Di rumah Kesya.
Pagi pagi sekali Kesya telah bersiap untuk pergi bekerja.
"Loh Key, pagi amat mau kemana?" tanya Fillia.
"Hari ini aku harus tuntasin kerjasama kemarin, kamu jagain anak aku dulu ya. Aku udah siapin sarapan buat mereka." pinta Kesya sambil membereskan berkasnya.
"Itusi udah biasa." jawab Filia.
"Emang kamu sahabat terbaik aku. tolong nanti kalo mereka bangun langsung suruh mandi. dan kalo ada apa apa hubungin aku." lanjutnya.
"Siap Bu Boss" jawab Fillia kemudian mengambil sarapannya.
Kesya telah selesai bersiap kemudian dia menghampiri kamar si kembar.
__ADS_1
Ia mengecup kening si kembar dan membelai pelan rambut mereka.
"Makasih udah hadir di hidup Mama ya sayang, walaupun kalian hidup tanpa seorang ayah. Tapi Mama janji Mama akan berusaha keras buat bahagiain kalian dan mencukupi kebutuhan kalian." Ucap Kesya berusaha menahan air matanya yang hampir menetes.
Kemudian Ara terbangun dari tidurnya. Ia memeluk Kesya.
"Mama, mama mau kemana?"Tanya Ara.
"Mama mau pergi kerja sebentar ya sayang. meKamu dirumah sama kak Ari. Mama janji sore mama pasti udah pulang." jelas Kesya tersenyum manis sambil membelai rambut putri kecilnya itu.
"Yaudah Ara, kamu mandi terus sarapan ya. Mama pamit dulu." Pamit Kesya kemudian Ara mencium tangan dan pipi mamanya.
"mama hati hati ya. dan janji cepet pulang." pinta Ara.
"iya sayang, Mama janji. Yaudah yuk Ara anter mama sampe depan ya. " pinta Kesya kemudian
menggendong Ara ke depan Rumah.
Ara melambaikan tangannya. Ia terus memperhatikan kepergian Mamanya yang telah masuk kedalam taksi.
Hingga taksi itu menghilang Fillia kemudian mengajak Ara untuk masuk rumah.
Raka telah tiba di rumah milik Kesya. Ia keluar dari mobilnya dengan membawa banyak mainan untuk Ara dan Ari.
Ia mulai melangkahkan kakinya, mengetuk pintu rumah dengan hati yang bergejolak.
Fillia membuka pintu tersebut, ia terkejut karena melihat Raka benar benar datang.
"Selamat pagi." sapa Raka.
Kemudian Raka memasuki rumah tersebut dilihatnya Ari sedang bermain PS dan Ara tengah sibuk melukis.
"Ada apa ya, kok Mas Raka sampe dateng kesini?" tanya Filia.
"Apa Mama dari si kembar ada dirumah? boleh saya bicara dengannya?" tanya Raka.
"Aduh sayang banget, Kesya baru aja pergi. mungkin bakal pergi seharian." jawab Filia.
"Boleh aku nunggu sampe dia pulang?" tanya Raka.
"Boleh kok kalau Mas Raka gak keberatan. biar aku buatin minum dulu ya Mas." pamit Filia kemudian pergi ke dapur.
Raka menghampiri Ara yang tengah melukis. Kemudian memberikan sebuah boneka.
"Hay, boleh Om gabung?" tanya Raka.
Tetapi tidak ada jawaban dari si kembar.
"Hay Ara. kamu Ara kan? ini om bawa hadiah buat kamu." Raka memberikan sebuah boneka.
Ara menerimanya kemudian bersorak.
"Waahhh boneka Balbie" soraknya.
__ADS_1
"Ara suka?" tanya Raka.
"suka om, makasih ya." ungkap Ara.
"Dan yang satu ini buat Ari, buku yang isinya tentang fighting. karena om gak tau Ari suka apa." Raka memberikan hadiah kepada Ari.
"Terimakasih. " ucapnya masih cuek.
"Oke kamu suka PS ya, Om juga suka gimana kalo kamu lawan Om. Om jago Lo." kemudian mereka mulai bermain bersama.
Filia yang melihat itupun merasa jika Raka mungkin memiliki hubungan dengan si kembar. Karena si kembar ini sangat sulit menerima orang baru. Tetapi mereka sangat terbuka dengan Raka.
Raka terus menunggu hingga pukul 2 siang. Toni menghubunginya dan memberitahu bahwa ada kliennya yang ingin bertemu segera akhirnya dengan berat hati Raka pulang tanpa bertemu dengan Kesya.
Pukul tiga sore hari Kesya tiba di rumah dan langsung disambut oleh Ara.
"Mama lihat, Ala dapat boneka." Ara menunjukkan bonekanya.
"Wah bagus banget, dari siapa sayang?" tanya Kesya.
"Dali om baik." jawab Ara.
"Om? Fil kamu bawa cowok kerumah?" tanya Kesya.
"Iya tadi ada cowok kesini emang, tapi dia cariin kamu. bukan aku." jawab Filia sinis.
"Cowok ? cari aku ? siapa Fil?" tanya Kesya heran.
"Namanya Raka. katanya dia mau ngomongin sesuatu sama kamu." ucap Filia.
"Raka? kayaknya aku gak kenal deh." Kesya mencoba mengingat ingat.
"Kayaknya dia ada hubungannya sama si kembar deh Key." Filia berbisik.
"Hah? kok kamu ngomong gitu si." Kesya terkejut dengan pernyataan Filia.
Fillia menarik Kesya menjauh dari anak anaknya.
"Kok kamu malah tarik tarik si Fil." protes Kesya.
"Kayaknya dia Ayah dari si kembar deh Key." ucap Filia.
"Tau darimana si ngarang kamu." Kesya menyangkal.
"Dia itu mirip banget sama Ari dan dia bisa langsung akrab sama anak anak kamu." jawab Filia.
"Yang bener Fil, serius dong. " Kesya merasa ragu.
"Bener Key, ni aku punya kartu namanya. lihat tu fotonya. Mirip banget sama Ari." Filia menunjukkan kartu nama milik Raka. kemudian Kesya melihatnya tapi difoto terlihat agak blur.
"Blur gini kamu kasih lihat ke aku. udahlah jangan Ngada ada." protes Kesya kemudian meninggalkan Filia.
"Ih dikasih tau gak percaya, Key tunggu. " Filia mengejar Kesya.
__ADS_1
bersambung....
yah gagal lagi gagal lagi. akankah Raka menyerah untuk mencari tahu semuanya......