
Raka tiba dengan segerombolan bodyguardnya. ia keluar dari mobilnya dan merapikan Jas-nya.
"Kalian semua tunggu disini sampai saya kasih aba aba dari telepon, kalian langsung masuk dan ambil kedua anak kecilnya." pinta Raka.
"Baik Boss" Jawab mereka serempak.
Kemudian Raka berjalan dengan langkahnya yang panjang. dengan semangat ia mengetuk pintu rumah Kesya.
"Tok tok tok" suara pintu yang diketuk.
Tak berapa lama akhirnya Fillia yang membukakan pintu untuk Raka.
"Loh Raka. eh silahkan masuk." sapa Fillia.
"Makasih, apa Kesyanya ada?" tanya Raka.
"Oh ada dia lagi nemenin anaknya tidur biar aku panggilin dulu ya, silahkan duduk dulu." kemudian Fillia masuk kedalam kamar Ara dan Ari, sedangkan Raka duduk di kursi ruang tamu.
"Key ada Raka tu cariin kamu." ucap Fillia.
"Aduh ngapain si dia kesini?" tanya Kesya mengelus kepala kedua anaknya yang tertidur sangat pulas.
"Kamu temuin dulu gih, nungguin tu di ruang tamu. siapa tau penting." saran Fillia.
"Yaudah aku titip sikembar ya. mereka pulas banget kayaknya kecapean deh." ucap Kesya.
"Iya tenang aja, aman sama aku." ucap Fillia.
kemudian Kesya keluar dari kamar anaknya untuk menemui Raka. Ia kemudian duduk di hadapan Raka.
"Ada apa kamu kesini? kamu mau bawa pergi anak saya tanpa sepengetahuan saya seperti kemarin?" tanya Kesya geram dengan kejadian saat Raka membawa Ara dan Ari pergi .
"Maaf waktu itu aku gak bilang sama kamu. karena aku tau kalau aku bilang sama kamu. kamu pasti gak akan izinin." ucap Raka.
"Jadi? Sekarang kamu kesini cuma mau minta maaf?" tanya Kesya.
"Bukan. Aku mau bawa kamu dan mereka pulang." jawab Raka.
"Pulang? maksud kamu apa ya? ini kan rumah kita." ucap Kesya takut.
__ADS_1
"Oh iya maaf ya kemarin aku udah lakuin tes DNA dengan si kembar, dan kamu udah gak bisa ngelak lagi. mereka milikku." ucap Raka.
"Kamu jangan ngaku ngaku ya. Mereka itu anak anak aku, kamu bukan siapa siapa. jadi tolong jangan sembarang bicara." Kesya mulai marah.
kemudian Raka memberikan sebuah amplop berisi surat hasil tes DNA.
"Udahlah jujur aja kalo mereka memang anak aku, test ini adalah bukti paling akurat." ucap Raka tersenyum penuh kemenangan.
Kemudian Kesya membuka surat tersebut dan membacanya.
"Oke, iya. mereka memang anak kamu. tapi kamu cuma Ayah biologis mereka. kehadiran kamu sebagai Ayah gak pernah ada, kamu gak bertanggung jawab kan? kamu gak cari saya. kamu gak peduli. dan sekarang Kenapa kamu tiba tiba datang dan ingin merebut mereka." ucap Kesya marah kemudian berdiri dari tempat duduknya.
"Gimana aku bisa menjalankan kewajiban aku sebagai Ayah kalau kamu gak kasih aku kesempatan . Bertahun tahun aku cari kamu. tapi kamu menghilang dari kota ini. dan kenapa sekarang aku hadir? kamu seharusnya sadar mungkin ini memang jalan dari Tuhan. kamu yang lari dari kenyataan Kesya." bentak Raka.
"Terserah kamu mau bilang Apa, Kamu gak tau kan penderitaan aku? kamu gak tau apa yang aku alami selama itu, betapa terpuruknya aku. kehilangan semua yang aku punya. dan sekarang aku cuma punya mereka jadi tolong kamu jangan pernah coba rebut mereka dari aku." pinta Kesya.
"Kesya tatap mata aku, Tolong kasih aku kesempatan untuk tebus semua itu. Kita hidup sama sama. demi mereka." Ucap Raka.
Tatapan hangat, mata yang saling bertemu air mata Kesya mulai menetes. Ia yang sudah berusaha kuat selama ini akhirnya roboh juga pertahanannya.
"Aku mohon tolong kamu pergi dari sini sekarang juga, aku adalah ibunya, aku yang udah mengandung mereka 9 bulan dan merawat mereka. Kita udah cukup bahagia hidup bertiga walau tanpa seorang Ayah." Kesya menundukkan kepalanya.
"Pergi sekarang." Kesya mengusir Raka.
"Oke kalau kamu gak mau aku ajak dengan cara halus, jangan salahin aku kalau aku harus pakai cara kasar." ucap Raka kemudian meminta bodyguardnya untuk masuk.
Kemudian para bodyguard Raka masuk dan memegangi tangan Kesya.
"Apa apaan ini, kamu ngapain bawa banyak pengawal kesini. lepasin tangan saya." protes Kesya.
"Kalian tahan dia." pinta Raka kemudian masuk ke dalam kamar, Fillia tengah bermain ponsel sambil menjaga si kembar.
" Eh ada apa ini?" tanya Fillia yang tiba tiba ditangkap oleh pengawal Raka.
"Bagus mereka tidur, jangan sampai mereka bangun. bawa mereka ke mobil sekarang." pinta Raka kepada pengawalnya.
"Eh mau kamu bawa kemana si kembar? lepasin saya." Fillia memberontak.
"Mereka itu anak saya, jadi mereka untukku. " jawab Kevin.
__ADS_1
"Hah, jadi mereka beneran anak Raka." ucap Fillia terkejut.
"Kalian tahan mereka sampai saya pergi." pinta Raka.
"Lepasin saya, jangan bawa Ara dan Ari. mereka itu hidup saya. Lepasin tangan saya." pinta Kesya memberontak.
"Aku kasih kamu kesempatan untuk memikirkan tawaran saya, hidup bersama atau mereka menjadi milikku. " ancam Raka tersenyum.
"Dasar pria jahat kamu, lepasin saya. jangan bawa mereka. " pinta Kesya.
"Kamu yang Egois disini, jadi jangan salahkan aku." ucap Raka kemudian keluar dari rumah Kesya dan memasuki mobil memangku kedua sikembar yang masih tertidur pulas tanpa terganggu oleh kebisingan mereka.
Setelah Raka pergi, pengawal melepaskan Kesya dan Fillia kemudian pergi dari rumah itu.
Kesya menangis tersedu-sedu, Fillia menghampiri dan memeluknya.
"Kesya." ucap Fillia.
"Fill mereka bawa anak aku Fill, tolong balikin Ara dan Ari. Tolong Fil." tangis Kesya pecah.
"Sabar Key, mereka pasti kembali. kita harus mikirin cara supaya bisa bawa mereka kembali.udah dong jangan nangis." hibur Fillia.
"Aku gak mau kehilangan mereka Fill." ucap Kesya.
"Aku yakin Raka pasti akan kembalikan mereka ke kamu kok." ucap Fillia.
Di mobil Raka.
Raka mengelus rambut Ara dan Ari yang tertidur pulas.
"Maafkan Ayah karna harus lakuin ini, tapi kalian tenang aja, Ayah gak akan menyerah untuk mengejar Ibu kalian. demi kalian Ayah akan berjuang supaya Ibu kalian bisa terima Ayah. Untuk saat ini, agar rencana Ayah berhasil ayah harus culik kalian. karena Ayah tau kalau Ibu kalian mungkin akan kabur kalau tau aku sudah mengetahui bahwa kalian memang milikku." ucap Raka dalam hati.
Kemudian ia mengeluarkan telepon genggamnya dan menelepon Toni.
"Halo Ton, apa semua udah siap?" tanya Raka.
"Siap Bos, Apa boss berhasil bawa mereka?" tanya Toni.
" Nanti juga kamu tau." ucap Raka Kemudian menutup teleponnya.
__ADS_1
bersambung......