Anak Genius: Milikku Milikmu.

Anak Genius: Milikku Milikmu.
Imbalan?


__ADS_3

Di Rumah Sakit


Setibanya di rumah sakit, para perawat langsung membawa Raka masuk Ke ruang UGD.


"Maaf mbak, tolong tunggu diluar saja ya. biar dokter yang menangani." ucap suster melarang Kesya yang hendak masuk kedalam ruangan tersebut.


"Sus tolong selamatkan suami saya ya." pinta Kesya.


"Kami akan melakukan yang terbaik lebih baik Ibu menunggu diluar saja ya." Ucap Suster tersebut kemudian masuk dan menutup ruangan tersebut.


"Toon gimana kalo sampe terjadi apa apa sama Raka." Ucap Kesya Resah.


"Tenang aja Boss, Pak Raka pasti kuat kok. Jangan gelisah begitu." Toni menenangkan.


"Oh iya Ton, anak anak gimana? apa mereka aman, mereka dimana sekarang?" tanya Kesya.


"Tenang aja Boss tadi anak anak sudah diurus sama Bi Surti. mereka pasti aman kok." jawab Toni.


"Toni, aku boleh pinjam HP kamu? aku mau telvon mereka sebentar aja, cuma untuk memastikan kondisi mereka baik baik aja, aku mohon." pinta Kesya.


"Iya deh Boss, ini pake aja HP saya." Toni menyerahkan ponselnya kepada Kesya.


"Makasih ya Ton." Kesya segera menghubungi nomor Bu Surti.


Di Rumah.


Bi Surti mengantarkan anak anak ke kamar untuk beristirahat, ia membantu mengganti pakaian mereka kemudian meminta mereka agar tidur.


"Ayo atu non, den tidur ini udah malam." pinta Bi Surti tetapi Ara malah menangis.


"Ala nggak mau tidul kalo gak sama Mama, Ala mau ketemu Mama Bi." Rengek Ara.


"Jangan nangis dek, Mama pasti nanti pulang." Ari menghapus air mata adiknya itu.


"Emang Mama sama papa kemana si? kok ala ditinggalin." rengek Ara.


"Emmm Mama sama Papa lagi pergi sebentar non, dan gak boleh ngajak anak kecil." Jawab Bu Surti.


"Mama sama papa jahat, Ala kan udah besal." tangis Ara.


tiba tiba ponsel milik Bi Surti berbunyi, Bi Surti pun mengangkatnya.


"Halo Toni, ada apa kamu telpon." tanya Bi Surti.


"Halo Bi." jawaban dari sebrang yang tak lain adalah Kesya.


" Ini non Kesya ya?" tanya Bi Surti.


"Mamaaaaaaa" teriak Ara yang mendengar suara Kesya.


"Iya Bi, itu suara Ara ya Bi?" Tanya Kesya.

__ADS_1


"Iya non, ini non Ara dari tadi nangis pengen ketemu sama Non Kesya." Jawab Bu Surti.


"Boleh ponselnya kasih ke Ara Bi? Saya mau bicara sama dia." pinta Kesya.


"Iya Non bisa, Ini non Ara, Mama mau ngomong." Bu Surti memberikan ponselnya kepada Ara.


"Mamaaaaaaa" Rengek Ara.


"Sayang, kenapa kok nangis si." ucap Kesya.


"Mama sama Papa kemana si? kenapa Mama sama Papa gak pulang pulang. Mama jangan tinggalin Ala Sama kakak dong." rengek Ara.


"Mama sama Papa ada urusan sebentar sayang, Ara gak boleh gitu. Kak Ari, adeknya dijagain dong kak, jangan boleh nangis." pinta Kesya.


"Siap Ma, Udah kakak bilangin tapi dia nggak mau diem." jawab Ari.


"Ara ini udah malam kamu bobok ya, harus nurut sama Bi Surti, inget gak boleh nakal. Mama sama Papa gak bisa pulang malam ini." pinta Kesya.


"Iya deh, Ala nulut sama Bi sulti." jawab Ara.


"Anak pinter yaudah kalian tidur ya nak, Mama masih harus ngurusin urusan penting." pinta Kesya.


"Yaudah dada mama, Ala tidul dulu ya ma." ucap Ara berpamitan. Kemudian Kesya mematikan panggilannya.


"Nah denger kan pesen Mama, jadi sekarang tidur biar Bibi yang jagain." Bu Surti menyelimuti mereka kemudian memijit mijit Ara dan Ari hingga tertidur.


Di rumah sakit


"Aman kan Boss?" Tanya Toni.


"Iya aman, makasih ya." ucap Kesya.


Kemudian dokter keluar dari ruangan tersebut. Kesya segera menghampiri dokter tersebut.


"Dok gimana keadaan suami saya?" tanya Kesya.


"Suami anda tidak apa apa, hanya diperlukan transfusi darah segera, karena terlalu banyak kehilangan darah." jawab Dokter tersebut.


"Dok tolong lakukan yang terbaik untuk suami saya Dok." Pinta Kesya.


"Pasti Bu, setelah transfusi selesai, pasien bisa dipindahkan ke ruangan rawat." jawab dokter tersebut.


"Terimakasih dok." ucap Kesya.


"Tapi sebelum itu mohon urus administrasinya dulu Bu." pinta dokter tersebut.


"Iya dok, saya akan urus administrasinya, Ton aku urus administrasinya dulu ya, kamu jaga disini." pinta Kesya.


"Siap Bu Boss." jawab Toni.


Kesya pun bergegas menuju bagian administrasi dan menyelesaikan administrasi tersebut. Dokter kemudian melakukan tindakan untuk menyelamatkan Raka. Kesya mengintip di balik kaca pintu ruang UGD tersebut.

__ADS_1


"Aku tau mungkin kita bersama bukan atas dasar cinta, tapi kamu, kamu adalah pelindungku, pelindung dari anak anak. kamu adalah orang yang dikirim Tuhan untuk melindungi kita dari mereka. mungkin dulu aku membenci kehadiran kamu, tapi sekarang aku tahu, aku bersyukur Tuhan telah menghadirkan kamu dikehidupanku." batin Kesya.


"Aku tau kamu kuat, kamu harus bertahan." batinnya lagi.


Setelah Dokter selesai dengan tugasnya, kemudian Raka dipindahkan ke ruangan rawat inap.


"Ton, kamu pulang aja, gak papa biar aku yang jaga Raka." ucap Kesya.


"Bener Boss? gak papa ni aku pulang?"Tanya Toni.


"Iya gak papa, aku tau kok kamu kan juga butuh istirahat, besok tolong kamu handle semua pekerjaan Raka ya." Pinta Kesya.


"Siap Boss. kalo gitu saya pamit pulang." Toni pergi keluar dari ruangan tersebut.


Kesya pun berjaga semalaman, hingga rasa kantuk menghampirinya dan ia akhirnya tertidur.


Pagi telah tiba Raka perlahan membuka matanya, dilihatnya Kesya tengah tertidur pulas disampingnya, Kesya duduk tetapi kepalanya ia letakkan di ranjang Raka.


Raka tersenyum melihat Kesya yang terlihat menggemaskan. tiba tiba Raka terniat untuk mengerjai istrinya itu.


ia berpura pura sesak nafas seakan akan sedang sekarat. Kesya yang mendengar suara nafas yang tersengal-sengal segera terbangun.


"Raka, kamu kenapa ka." Kesya bingung karena Raka terlihat susah bernafas.


"Ka, jangan gini dong, kamu bertahan ya aku panggil dokter."Kesya berdiri hendak memanggil dokter tetapi Raka menahan tangannya.


"Gak usah panggil dokter, kamu aja yang obatin aku." ucap Raka tersenyum.


"Ihhh kok kamu senyum si, jadi tadi kamu ngerjain aku?" protes Kesya.


"Iya biar kamu panik." jawab Raka kemudian tertawa.


"Ihh gak lucu tau nggak, aku tu khawatir beneran." Kesya memukul lengan Raka pelan.


"Makasih udah khawatir dan jagain aku." ucap Raka.


"Ya ini semua kan juga karena aku," jawab Kesya.


"Makasih ya, kamu udah selalu ada, buat aku dan anak anak." ucap Kesya.


"Itu kan emang udah tugas aku. kamu gak perlu makasih. tapi karena aku udah ngorbanin nyawa aku buat kamu, boleh dong aku minta imbalan." Raka tersenyum licik.


"Kok gitu? kamu kok pamrih si." protes Kesya.


"Ya emang harus gitu dong." jawab Raka tertawa.


"Emang imbalannya apa?" tanya Kesya.


Raka Kemudian tersenyum licik.


kira kira apa imbalan yang harus diberikan untuk Raka?

__ADS_1


bersambung.........


__ADS_2