Anak Genius: Milikku Milikmu.

Anak Genius: Milikku Milikmu.
Hari Bahagia


__ADS_3

Hari yang telah dinanti akhirnya tiba juga, hari ini adalah hari dimana Kesya dan Raka akan bersama menjalani kehidupan rumah Tangga.


di Kamar Kesya.


"Udah selesai Mbak?" tanya Fillia pada MUA yang baru saja selesai.


"Iya mbak, kalo gitu saya keluar duluan ya." ucap MUA kemudian melangkah keluar ruangan.


Fillia berdiri di belakang sahabatnya.


"Aku turut bahagia Key, akhirnya kamu akan memulai hidup baru. akhirnya kamu menemukan sosok Ayah untuk si kembar." ucap Fillia.


"Makasih ya Fill, semoga ini emang yang terbaik untuk anak anak aku." harap Kesya.


"Aamiin, yaampun kamu jadi cantik banget tau nggak Key." puji Fillia.


"Ya aku si emang cantik dari sananya Fill." ucap Kesya.


"Iya iya sombong amat." Fillia tertawa.


"iya dong harus." jawab Kesya.


"Gimana? udah siap?" tanya Fillia.


"Kamu keluar duluan aja ya, aku mau rapiin ini sebentar." pinta Kesya.


"Oke kalo gitu aku susul anak anak dulu ya." pamit Fillia.


" Iya" jawab Kesya.


Setelah Fillia pergi dari kamar tersebut, Kesya mengambil foto dari dompetnya.


"Ma, apa kabar Mama disana? Kesya tau Mama pasti selalu bahagia disana. hari ini Kesya akan menempuh kehidupan baru. Doain Kesya ya Ma, Semoga Pernikahan Kesya nantinya akan sakinah mawadah warahmah." Kesya menghapus air mata yang mulai membasahi pipinya.


"Mama pasti bahagia banget ya, lihat Kesya akhirnya punya seorang yang bisa menjaga Kesya . Raka memang nyebelin tapi dia baik banget Ma. Andai Mama masih disini. Menyaksikan pernikahan Kesya," Kesya memeluk foto Mamanya.


Di Kamar Raka.


Raka tengah memakai Jas putih miliknya, Jas yang akan menjadi saksi hidupnya.


"Tok tok tok" suara pintu yang diketuk.


"Masuk." jawab Raka.


Kemudian Toni masuk kedalam kamar yang telah dihias dengan bunga tersebut.


"Bos, Pak Penghulu udah hadir Boss." Ucap Toni.


"Oke saya sudah siap." jawab Raka.


"Bos, saya sudah kasih tau ke tuan sama Nyonya. Tapi mereka minta maaf karena gak bisa hadir. mereka masih di Amerika mengurus bisnis hotel mereka." Ucap Toni.


"Apa aku tanya tentang mereka? aku gak peduli." jawab Raka.


"Maaf Boss, Saya kan cuma ngasih tau." ucap Toni.


Kemudian Raka berlalu meninggalkan Toni.


"Bos tunggu Bos." Toni mengikuti langkah Raka.

__ADS_1


Di Ruang Tengah


Di ruang tengah hanya terisi oleh sedikit orang yang akan menjadi saksi hari bahagia antara Kesya dan Raka.


Raka berjalan menuju altar pernikahan diikuti oleh langkah Toni.


"Baik, boleh panggil mempelai wanitanya." pinta Pak Penghulu.


Kemudian Fillia berjalan menuju kamar Kesya.


"Bos, jangan jangan nona kabur lagi, gara gara Bos maksa nikah." bisik Toni.


"Jaga bicara kamu, atau gaji kamu saya potong." ancam Raka.


"Bos mah begitu, mainnya potong gaji Mulu." protes Toni.


"Makannya kamu diem." ucap Raka.


"Wah Boss Kesya cantik banget." Puji Toni.


Semua mata tertuju pada Kesya yang tengah berjalan menuju altar pernikahan dengan didampingi si kembar yang sangat menggemaskan.


"Kalau kamu berani lihat pengantin wanita saya, saya akan potong gaji kamu lagi." ancam Raka.


"Ampun Bos ampun. "Ucap Toni.


"Makannya jaga mulut dan mata kamu." ucap Raka


"Sikembar juga keren banget Boss, Bener bener bibit unggul." puji Toni.


"Jelaslah, siapa dulu Ayahnya."Ucap Raka sombong.


"Kamu kelihatan cantik." puji Raka.


"Makasih, emang aku udah cantik dari dulu." jawab Kesya.


"Baik kalo begitu, bisa kita mulai ijab qobulnya?" tanya Pak Penghulu.


"Bisa Pak." jawab Raka.


"Saya Nikahkan dan kawinkan saudari Kesya Oktaviani binti bapak Adi Oktavian dengan Saudara Raka Prawira Bin Abi Prawira dengan seperangkat alat sholat dan Mas kawin sebesar 100 ribu dollar dan emas batangan seberat 99 gram dibayar tunai."


Ucap Pak penghulu.


"Saya Terima nikah dan kawinnya Keysa Oktaviani binti bapak Adi Oktavian, dengan Mas kawin tersebut dibayar tunai."


"Bagaimana para saksi?"ucap Pak penghulu.


"Sahhh" jawab para saksi.


"Alhamdulillah." ucap Pak penghulu.


"Selamat ya Pak, Bu kalian sudah resmi menjadi suami istri." ucap Pak penghulu.


Kemudian Raka menyematkan cincin di jari manis Kesya. begitu pula sebaliknya.


"Yeeeee akhilnya Ala punya Ayah." Ara bersorak kegirangan.


"Boleh Mbak Kesya mencium tangan suaminya, dan Mas Raka boleh mencium kening istrinya."

__ADS_1


Kesya mencium tangan Raka.


"Siap siap menghilang 5 tahun lalu " bisik Raka di telinga Kesya sambil tersenyum licik.


"Awas aja kalau kamu berani." ancam Kesya mencubit perut Raka.


"Iya iya nggak, ampun lepasin malu kalau ketahuan orang orang." bisik Raka.


Setelah Akad nikah, Raka dan Kesya menyambut para tamu.


jam menunjukkan pukul 10 malam, para tamu Mulai berpamitan.


"Yaudah anak anak, kalian Tante anterin ke kamar ya, ini udah malam kalian harus tidur." ucap Fillia.


"Tapi Ala mau tidul sama Ayah sama Mama." jawab Ara.


"Oh Ara mau tidur sama Mama, Boleh kok sayang." ucap Kesya.


"Ara, tidur sama Ayah sama Mama besok aja ya, Hari ini Ara tidur sama Kak Ari dulu." pinta Raka.


"Tapi Ala mau tidul sama Mama." jawab Ara.


Kemudian Raka mendekat dan membisikkan sesuatu di telinga Ara.


"Hari ini Ara tidur sama kakak ya, Ayah sama Mama mau buat adek buat Ara." bisik Toni.


"Ton, kamu jangan bisikin yang nggak nggak ke Ara ya, awas kamu." Ancam Raka.


"Yaudah deh Ala tidul sama kakak, Tapi Ayah sama Mama benel buatin Adek buat Ala ya." pinta Ara dengan polosnya.


"Hah? Adek." Kesya dan Raka terkejut.


"Yaudah ayo kak kita tidul." Ara melompat ke pundak Ari.


mereka berlalu meninggalkan Raka dan Kesya.


"Tuh kan kamu denger sendiri, Ara minta adik. jadi masak kamu tega si nolak permintaannya." ucap Raka.


"Yaudah kamu aja sana hamil, terus lahirin sendiri tuh adik buat Ara." jawab Kesya berjalan meninggalkan Raka.


"Loh, kok kamu ninggalin aku si." Protes Raka menahan tangan Kesya.


"Maaf ya Ka, aku udah bilang kan sebelumnya. kalau aku menerima pernikahan ini untuk anak-anak jadi tolong bersikap biasa aja. cukup status kita aja yang berubah bukan hubungan kita." ucap Kesya.


"Ya nggak gitu juga dong Key." Protes Raka.


"Itu udah Fiks, titik gak pakai koma." ucap Kesya menaiki tangga tanpa menoleh kebelakang.


tanpa disadari ia terpeleset dan hampir terjatuh dari tangga, Raka yang dibelakangnya dengan sigap menangkap Kesya.


Raka lalu menggendong paksa Kesya.


"Eh eh eh lepasin, kok kamu malah gendong aku si." Protes Kesya.


"Sttttt udah deh kamu diem aja, kamu itu ceroboh nanti kalau kamu naik sendiri bisa gulung gulung kamu dari tangga ini." ucap Raka.


"Ih lepasin ka, nanti kalau aku malah jatuh gimana?" Kesya merasa takut.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2