Anak Genius: Milikku Milikmu.

Anak Genius: Milikku Milikmu.
Yang Sebenarnya


__ADS_3

Di kantor polisi


Lani dan mamanya datang untuk mengunjungi Billi. mereka pun diberikan waktu untuk berbincang bincang.


"Lani. Mama." sapa Billi.


"Mas, gimana keadaan kamu Mas?" Tanya Lani.


"Aku baik, kamu gimana? dan anak kita?" tanya Billi.


"Aku kangen banget sama kamu Mas, dan anak kita baik baik aja kok, makasih ya mas, kamu udah mau berkorban buat aku dan juga Mama." ucap Lani.


"Iya aku gak akan rela sampe anak aku lahir di penjara. kasihan dia. tapi maaf karena aku gak bisa menemani kamu dimasa kehamilan kamu " ucap bang Billi.


"Iya aku gak papa Mas, aku janji aku akan sering nengokin kamu." ucap Lani.


mereka pun melanjutkan perbincangan hingga waktu besuk telah habis.


Lani dan ibunya pun pergi dari kantor polisi.


di perjalanan pulang mereka berdua berbincang mengenai Billi.

__ADS_1


"Suami kamu itu emang Bener bener bodoh. bisa bisanya dia dikibulin." ucap Mama Lisa.


"Iya Ma, mau maunya dia mengakui kesalahan yang bukan kesalahannya, padahal cuma karena aku hamil. emang dia kira aku bakal jaga anak ini.ogahhhh masak iya aku suruh melahirkan tanpa suami." ucap Lani.


"Iya lagian kita udah dapet semua hartanya. dia udah gak berguna daripada kamu harus melahirkan anak dia, lebih baik kamu gugurin aja. dengan begitu kamu bisa cerain dia dan cari pria yang lebih kaya." ucap Mama Lisa.


"Mama bener banget, kalau gitu hari ini mama anter aku untuk gugurin kandungan aku ya, mumpung belum besar." ucap Lani.


"Gak usah, kita beli obat penggugur aja, kan masih muda usianya. pasti mudah kok. jadi kesannya seperti keguguran." saran Mama Lisa.


"Aaa mama aku ini emang pinter banget." ucap Lani tersenyum licik.


mereka pun membeli obat yang mereka perlukan.


"Aduhhh ma perut aku sakit banget." Rengek Lani.


"Aduh sayang, kamu pendarahan sayang." ucap Mama Lisa.


"Aduh ma, ini terus gimana ma, sakit aku gak kuat." teriak Lani.


"Biar mama panggil bidan beranak ya sayang, bentar." ucap Mama Lisa kemudian pergi meninggalkan Lani sendirian.

__ADS_1


"Maa jangan ninggalin Lisa Ma, mamaaaaaaa" teriak Lani menangis histeris ia sudah tidak kuat untuk berdiri. hingga ia terjatuh dan perutnya mengenai tepian meja. terjadilah benturan yang keras, meja tersebut bergeser karena benturan tersebut.


Lani pun pingsan karena benturan tersebut.


Mama lisa kembali bersama seorang bidan, tetapi dilihatnya putrinya telah tergeletak di lantai dengan darah di sekeliling kakinya.


"Laniiiiiiii sayang bangun sayang." teriak Mama Lisa.


"Bu, kalo gini ma, saya nggak berani lebih baik dibawa ke rumah sakit aja." ucap bidan itu lalu pergi meninggalkan rumah tersebut.


"Loh Bu bidan gimana si malah pergi, buuuuu ini tolongin anak saya dulu." teriak Mama Lisa.


Akhirnya Mama Lisa berteriak meminta tolong waraga agar mau membantu membawa Lani kerumah sakit.


"Tolong,tolong saya. anak saya jatuh dan pendarahan pak. tolong bantu saya bawa dia ke rumah sakit pak."ucap Mama Lisa.


para warga berkumpul dan ketua RT memanggil ambulance. tak berapa lama ambulance pun datang. Lani langsung dibawa masuk kedalam ambulance tersebut.


Mama Lisa yang menemani Kami didalam mobil pun terus menangis.


"Sayang bangun sayang.... jangan tinggalin mama." rengek Mama Lisa.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2