
Di rumah Fillia.
Kesya mondar mandir di depan pintu, Fillia yang melihat itupun menegur Kesya.
"Ngapain si mondar mandir gitu? nanti juga pulang." ucap Fillia.
"tadi bilangnya sebentar tapi ini udah lama banget tau nggak. aku jadi curiga deh." ucap Kesya.
"Kalo kamu pengen tahu mending langsung kamu telpon aja deh." saran Fillia.
"Aku telpon dia? tanya dia dimana gitu? bisa besar kepala nanti dia." tolak Kesya.
"Mau sampe Kapan si gengsi terus. ayolah Key kita ini udah dewasa." protes Fillia.
"Iya juga si, yaudah aku coba telpon ya." ucap Kesya berusaha menghubungi Raka.
"Gimana?" tanya Fillia yang melihat Kesya berulang kali menghubungi tetapi tidak ada Jawaban.
"Gak diangkat lho." ucap Kesya.
"mungkin sibuk kali." Fillia menenangkan.
tiba tiba terdengar suara mobil berhenti di halaman rumah Fillia.
"Assalamualaikum." Raka masuk ke rumah Fillia.
"Waalaikumsalam." jawab Fillia.
"Lho kenapa kok muka kamu cemberut gitu si?" tanya Raka.
__ADS_1
"Kamu tu darimana si? kenapa lama banget katanya cuma sebentar, emang kamu ada urusan apa? kamu kan gak kerja dulu." protes Kesya.
"Iya iya maaf, oke deh aku kasih tahu." jawab Raka.
"Aduh udah mending sekarang duduk dulu, bisa kan diselesaikan baik baik." saran Fillia.
Kemudian mereka bertiga pun akhirnya duduk.
"Sebenarnya tadi aku ke kantor polisi." ucap Raka, Kesya kemudian terkejut.
"Ke kantor polisi? ngapain?" tanya Kesya.
"Untuk bebasin Billi." jawab Raka.
"Bang Billi dibebasin? Kenapa?" tanya Kesya.
"Karena aku tau dia gak bersalah, dia ikut andil dalam mencari kamu saat itu." jawab Raka.
"Ibu Lisa dan lani, mereka pelakunya." jawab Raka.
"Tuh kan, aku juga udah duga gitu." ucap Fillia.
"Berarti Mereka sekarang ditangkap polisi?" tanya Kesya.
"Iya Ibu Lisa dibawa kekantor polisi sedangkan Lani masih dirumah sakit." jawab Raka.
"Rumah sakit? Emangnya dia kenapa?" tanya Kesya.
"Dia menggugurkan kandungan dan akhirnya dibawa ke rumah sakit." jawab Raka.
__ADS_1
"Emang Bener bener gak punya hati ya mereka bahkan mereka tega bunuh nyawa yang nggak berdosa." umpat Fillia.
"innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un, terus keadaan Lani sekarang gimana Mas?" tanya Kesya.
"Yaampun Kesya bisa bisanya kamu masih mikirin orang jahat kayak dia." Protes Fillia.
"Dan juga kasian bang Billi dia pasti terpuruk karena baru aja kehilangan anaknya."ucap Kesya.
"Ehmmmm bisa bisanya kamu malah mikirin Billi." protes Raka.
"Ya itu namanya manusiawi, kenapa kamu cemburu ya?" ledek Kesya.
"Aduh ribut terus deh." sindir Fillia.
"Eh mas, udah jam berapa ni. kita kan harus jemput Ara." Kesya mengingatkan.
"Oh iya, yaudah ayo." ajak Raka.
"Fill, aku pamit ya." ucap Kesya.
"Iya makasih ya udah main, oh iya jangan lupa aku titip salam buat anak anak. kapan kapan ajak kesini ya." pinta Fillia.
"Iya iya pasti, jangan lupa ya, siap siap jadi CEO di adinata group." Kesya mengingatkan.
"Iya iya, hati hati dijalan ya." Fillia melambaikan tangan kepada Kesya yang berada di dalam mobil.
"Mereka bener bener bikin aku jadi pengen cepet cepet nikah deh. kapan ya kira kira aku ketemu sama jodohku." ucap Fillia mengusap dadanya.
setelah mobil Raka mulai menghilang di belokan, Fillia pun berbalik dan masuk kedalam rumah.
__ADS_1
bersambung..........