Anak Genius: Milikku Milikmu.

Anak Genius: Milikku Milikmu.
Hati ke Hati.


__ADS_3

Toni telah tiba di sekolah si kembar untuk menjemput mereka. dilihatnya wajah si kembar yang murung.


"Kenapa kalian wajahnya ditekuk gitu?" tanya Toni.


"Om kenapa si Ayah sama Mama gak pernah akur, temen kita Ayah sama Mamanya semua akur." protes Ari.


"Iya Om, kenapa Mama sama Ayah selalu belantem." Ara menggigit bibir bawahnya.


"Ohhh kalo itu om juga gak tau. tapi om punya ide supaya Ayah dan Mama kalian bisa mesra." jawab Toni.


" Oh iya gimana Om?" tanya Ara kemudian Toni membisikkan sesuatu kepada Ara dan Ari.


Di kamar Kesya.


Kesya tengah membersihkan kamarnya, kemudian Fillia masuk dengan tergesa-gesa.


"Key gawat Key." ucap Fillia.


"Ada apa si Fill, masuk masuk langsung heboh gitu." tanya Kesya.


"Gawat Key, Ara." ucap Fillia.


"Kalo ngomong yang jelas dong, Ara kenapa?" tanya Kesya.


"Ara pinsan Key." jawab Fillia.


"Apa? kenapa kamu gak ngomong dari tadi si, terus sekarang dia dimana?" tanya Kesya.


"Ruang bawah tanah Key." Jawab Fillia.


Kesya berlari keluar kamar untuk mencari Ara.


Di ruang kerja Raka.


Raka sedang memainkan laptopnya tiba tiba Toni menerobos pintu.


"Apa si kamu lari lari sampai nabrak pintu gitu." protes Raka.


"Gawat Boss." ucap Toni.


"Apanya yang gawat?" tanya Raka acuh.


"Non Ara pinsan Boss." jawab Toni.


"Apa? gimana si kamu. gak becus jagain Ara." bentak Raka.


"Bos ini bukan saatnya buat marah." Toni menenangkan.


"Terus sekarang dia dimana?" tanya Raka.


"Diruang bawah tanah bos." jawab Toni kemudian Raka keluar dari ruangannya dan berpapasan dengan Kesya.


" Ka, Ruang bawah tanah disini dimana ya?" tanya Kesya.


"Kamu juga mau kesana? ayo kamu ikuti aku." ucap Raka Kemudian Kesya mengikuti langkah Raka.

__ADS_1


Toni dan Fillia tersenyum kemudian menyatukan kepalan tangan mereka karena telah berhasil menjebak tikus masuk kedalam perangkap.


Raka dan Kesya tiba di ruang bawah tanah kemudian Raka mereka masuk kedalam ruangan tersebut.


"ceklek." suara pintu yang dikunci dari luar.


"Ka? kok pintunya kayaknya dikunci." ucap Kesya.


"Iya, coba kita buka." Raka mencoba membuka pintu tetapi tidak berhasil.


"Iya ini dikunci dari luar." Ucap Raka.


"Yah kok bisa si? loh Toni sama Fillia mana? kan tadi mereka ngikuti kita." tanya Raka.


"Ini pasti kerjaan mereka." ucap Raka.


"Toni buka pintu sekarang juga atau gaji kamu saya potong." ancam Raka.


"Maaf Bos aku gak denger." jawab Toni dari luar.


"Selamat menikmati malam bersama ya." Ucap Fillia.


"Bagus juga dengan begini aku jadi bisa lebih deket sama Kesya." batin Raka.


Kemudian Raka mengirim pesan kepada Toni.


"Besok saya kasih kamu bonus 10 juta. " pesan uang dikirim Raka diam diam kepada Toni Karena dia merasa diuntungkan.


"Ka, kok kamu tenang tenang aja si, dobrak dong pintunya." protes Kesya.


"Percuma juga, aku capek." kemudian Raka menghidupkan lampu Ruangan tersebut.


"Ara, dari dulu sampe sekarang kamu selalu aja bikin Mama merasa bersalah." ucap Kesya menitikkan air matanya.


"Tolong kamu jangan buang air mata kamu." Raka mengusap air mata yang mengalir di wajah Kesya.


"Lebih baik sekarang kita nikmati semua ini yang udah disiapin mereka untuk kita." ajak Raka.


"Aku merasa gagal karena gak bisa ikuti permintaan Ara, sejak kecil dia selalu tanya tentang Ayahnya." Kesya mulai terbuka kepada Raka.


"Lalu kenapa kamu gak mau terima aku Key, demi mereka apa salahnya." protes Raka.


"Aku masih belum mengenal kamu Ka, dan aku selalu merasa bahwa kamu ingin merebut mereka dari aku. Kamu bahkan gak pernah hadir di kehidupan kami. tapi sekarang kamu tiba tiba hadir kembali." protes Kesya.


Raka menyentuh kedua pipi Kesya dan menatap matanya.


"Lihat mata ku Key, apa aku terlihat tidak tulus. Lima tahun aku cari kamu. tapi kamu menghilang. Aku gak pernah berfikir untuk merebut mereka dari kamu. Aku cuma ingin memberikan mereka apa yang hilang selama 5 tahun ini." Raka berusaha meyakinkan Kesya.


Kesya melihat mata Raka yang penuh dengan kehangatan.


"Maaf Raka, aku masih belum bisa Nerima kamu, tolong kasih aku kesempatan." ucap Kesya.


"Aku tau ini pasti sulit buat kamu, hidup berjuang demi si kembar tanpa seorang suami, maafin aku Key, Maafin aku." Raka merendahkan tubuhnya hendak berlutut meminta maaf kepada Kesya.


Kesya kemudian menahan bahu Raka dan melarangnya.

__ADS_1


"Jangan gitu Ka, aku maafin kamu, gimana pun juga kamu adalah Ayah dari anak anak. Tapi tolong kasih aku kesempatan untuk bisa menerima ini semua." ucap Kesya.


"Aku akan terus berusaha sampe kamu yakin buat terima aku. " ucap Raka.


"Makasih." ucap Kesya.


"Aku harap kamu bisa mempertimbangkan ini semua, bukan demi kita, tapi demi si kembar." ucap Raka kemudian merangkul Kesya.


di ruang tamu.


"Gimana Om? belhasil?" Tanya Ara.


"Beres dong Boss." ucap Toni.


"Oh iya tadi kayaknya hape kamu bunyi terus deh " ucap Fillia.


Kemudian Toni membuka pesan dari Raka.


"Aaaa yesss, akhirnya dapat bonus dari Boss." ucap Toni.


"Wah enak banget dapat bonus, bagi dong. kan aku bantuin misi ini juga." protes Fillia.


"Enak aja minta aja sendiri sama Boss Raka. Inimah bagian aku." tolak Toni.


"Dasar kamu serakah, yaudah kalo gitu fiks." protes Fillia kemudian meninggalkan Toni.


"Wah kenapa tu Tante kalian." Toni tertawa melihat tingkah Fillia.


"Om Ari laper, mau makan." ucap Ari.


"Oke kalo gitu kita jajan diluar aja gimana?" tawar Toni.


"Selius Om? Yesss." Ara bersorak riang sambil melompat kegirangan.


"Iya dong serius, mumpung om baru dapet rejeki. Kalian siap siap gih, sekalian ajak Tante kalian sekalian deh, kasian." pinta Toni.


"Tapi Ala mau esklim ya Om, yang lasa stobeli." pinta Ara.


"Oke, boleh ituma." jawab Toni.


"Oke Om, kalo gitu ayo kak kita ganti baju." Ara menggandeng Ari menuju kamar dan berganti baju.


"Lumayan rejeki nomplok, dapet 10 juta padahal aku kira malah potong gaji." Toni tersenyum licik.


setelah menunggu lama akhirnya Ara dan Ari telah bersiap.


"Udah siap? loh Tante kalian mana? tanya Toni.


"Aku udah siap kok." Fillia datang dengan penampilan yang berbeda dari biasanya, ia terlihat elegan dengan dress dan make up.


Toni terpukau melihat penampilan Fillia, Matanya terus terpaku pada Fillia.


" Ternyata dia cantik juga." batin Toni.


"Om ayo om." Ara menarik tangan Toni.

__ADS_1


"I iya ayo." Kemudian mereka pergi bersama.


bersambung.......


__ADS_2