Anak Genius: Milikku Milikmu.

Anak Genius: Milikku Milikmu.
Tamu


__ADS_3

"Kok kamu malah senyam senyum si, nakutin tau nggak." Protes Kesya memukul lengan Raka.


"Awww sakit." Raka memegang lengannya memelas.


"Eh maaf maaf yang mana yang sakit, aku gak sengaja." Ucap Kesya mengelus Lengan Raka.


"Yang ketusuk itukan punggung aku, kenapa kamu percaya gitu aja si." Raka tertawa meledek.


"Ihhh kamu tu ya bener bener ngerjain aku mulu dari tadi." Protes Kesya memukul mukul pundak Raka.


Raka pun menangkap kedua tangan Kesya dan menggenggamnya erat.


Wajah Raka berubah menjadi serius, mata mereka saling menatap satu sama lain. Kesya pun merasa takut karena Raka yang tiba-tiba diam.


"Kenapa Raka natap aku gitu. jangan jangan dia marah lagi." batin Kesya menelan salivanya.


Raka mendekatkan wajahnya ke wajah Kesya.


"Ka, kamu kenapa si? lepasin tangan aku." pinta Kesya tetapi Raka tidak melepaskan genggaman tangannya.


"Ka, kamu mau ngapain sih?" Tanya kesya yang ketakutan karena wajah mereka yang semakin dekat. Kesya pun memejamkan matanya.


Raka tersenyum melihat itu, dia memang berniat mengerjai Kesya.


Wajah Raka semakin mendekat dan mendarat di telinga Kesya.


"Aku mau imbalan anak." bisik Raka pelan.

__ADS_1


Kesya pun terkejut dan spontan membuka matanya.


"Dasar gak punya malu, kamu dalam keadaan sakit bisa bisanya ngomong gitu." Kesya mendorong tubuh Raka agar menjauh.


"Ya, gak papa kita bisa mulai setelah aku sembuh." jawab Raka.


"Bukannya aku udah kasih kamu dua anak sekaligus, lengkap cowok sama cewek." protes Kesya.


"Iya tapi aku pengen merasakan menjadi Ayah pada umumnya, nemenin istri dari hamil sampai melahirkan dan merawat bersama dari bayi sampai besar. karena aku gak dapat kesempatan itu waktu Ara dan Ari lahir." jawab Raka.


"Tapi aku belum bisa, aku gak bisa melakukan itu tanpa rasa cinta." Tolak Kesya.


"Bukannya kita dulu bahkan gak saling mengenal? Kamu gak kasian sama Ara yang minta punya adik?" tanya Raka memancing.


"Iya aku kasihan, tapi aku belum siap." jawab Kesya menundukkan kepalanya.


"Apa kamu gak percaya sama aku. kamu lupa? kita adalah sepasang suami istri. hal seperti itu udah biasa." Raka menambahi alasannya.


"Kalo kamu gak mau ya udah gak papa, aku ngerti kok. mungkin status kita ini. selamanya cuma status doang." Raka memalingkan wajahnya.


"Kasihan Raka, wajahnya bener bener terlihat kecewa, aku jadi gak tega." batin Kesya.


"Atau aku setujui aja ya permintaan dia, lagian bukan kali pertama kita nglakuin itu. dan aku rasa itu gak salah juga. to kita udah suami istri." batin Kesya.


Kesya mengambil kedua tangan Raka dan menggenggamnya.


"Setelah aku pikir pikir lagi, okedeh aku bersedia akan aku coba."ucap Kesya tersenyum. Raka pun ikut tersenyum.

__ADS_1


"Terimakasih." Ucap Raka memeluk tubuh Kesya.


Kesya pun membalas pelukan itu, pelukan hangat antara dua orang tersebut.


"Astaghfirullah , Aku lupa." Kesya mendorong tubuh Raka menjauh.


"Lupa? lupa apasi? kebiasaan deh kamu selalu aja dorong aku. lama lama aku laporin juga kamu sering KDRT." protes Raka.


"Maaf maaf, aku lupa nelpon Bi Surti." jawab Kesya.


"Emang dasar kamu ya, untung aja ni luka gak kenapa Napa." Protes Raka.


Tiba tiba terdengar suara ketukan pintu.


"Tok Tok Tok." suara pintu yang diketuk.


"Siapa?" tanya Raka dari dalam.


"Ini aku Ka, Nia." Jawaban dariluar.


"Niaaaaaa" Kesya dan Raka saling menoleh.


"Ngapain dia kesini?" tanya Kesya.


"Gak tau, kamu hanya bukain gih buru." pinta Raka.


"Iya aku bukain."jawab Kesya kemudian bergegas menuju pintu.

__ADS_1


"Niaaa kamu ngapain di sini?" tanya Kesya


bersambung........


__ADS_2