Anak Genius: Milikku Milikmu.

Anak Genius: Milikku Milikmu.
Kontrak Kerja Sama


__ADS_3

Raka masuk kedalam ruangan kerjanya dengan emosi yang meledak-ledak. Ia membanting semua benda yang ada diatas meja.


"Bos, ini sebenarnya ada apa Bos, sabar." Toni mulai merasa takut.


"Bisa bisanya dia bilang kalau mereka bukan milikku."Bentak Raka.


"Setelah mendapat jawaban,Bos masih tidak puas ya." ucap Toni.


"Kesya itu benar benar sulit buat didekati, gimana caranya saya tau kalo Ara dan Ara adalah darah dagingku."Ucap Raka Kesal.


"Tenang Bos, Sabar pasti ada solusi untuk dekati Ibu mereka." Toni berusaha menenangkan.


Raka terdiam berfikir untuk mencari cara.


"Ahaaaaaa aku punya ide bos." jawab Toni.


"Kalo ide kamu buruk gaji kamu saya potong setengah tapi kalo ide kamu bagus, saya kasih kamu bonus 10 juta." ucap Raka.


"Tenang Bos ide ini pasti bagus." kata Toni yakin.


"Apa ide kamu?" tanya Raka.


"Begini Bos, menurut data yang saya baca Kesya inikan seorang pebisnis dibidang kuliner, gimana kalo Bos ajak dia kerjasama aja. Biar bos bisa Deket sama dia. " Saran Toni.


"Kamu ini gimana si? Pasti dia nolak dong." Protes Raka.


"Bos ini kalo menghadapi masalah wanita jadi agak lemah ya otaknya, kalo pekerjaan aja ahli." ledek Toni tertawa.


"Apa kamu bilang? berani banget menghina otak saya." bentak Raka.


"Maaf Bos bercanda, gini Lo Boss Kita minta bantuan client Bos aja untuk melakukan kerja sama jadi dia gak tau kalau dia bekerja sama dengan Bos." Jawab Toni.


"Bener, tumben kamu Pintar. kalo gitu sekarang juga kamu bikin perjanjian kontrak dan ajak client kita, minta mereka bekerja sama dengan Kesya. ' pinta Raka.


"Siap Bos. " Jawab Toni kemudian keluar dari ruangan Raka.


"Lihat aja Kesya, kamu gak akan bisa lepas dari aku." Raka tersenyum licik.


Di rumah Kesya.


Kesya tengah bermain dengan Ara kemudian ia mendapat telepon dari Mr Beri pemilik Hotel Beri.


"Oh, kerja sama kontrak jangka panjang ya Pak. Baik baik saya kesana sekarang ya." ucap Kesya melalui telepon selulernya.


"Fillll Aku mau pergi, aku nitip anak anak ya. dan inget jangan pernah terima tamu kayak siapa itu tadi pagi?" tanya Kesya.


"Raka maksud kamu?" tanya Fillia.

__ADS_1


"Nah iya itu bodo amat ah siapa namanya, pokoknya dia jangan sampai masuk rumah." pinta Kesya.


"Siap deh Bu Boss." jawab Filia sambil memakan cemilannya.


"Ara, Ari Mama pergi dulu sebentar kalian baik baik sama Tante ya." pamit Kesya terburu-buru ia kemudian mencium kedua anaknya dan berlalu pergi.


Di Restoran Beri.


Kesya tiba di Restoran Beri, kemudian ia mencari seseorang yang meneleponnya tadi. Setelah ketemu Kesya menghampiri dan menyapanya.


"Selamat siang Pak Beri." Kesya menundukkan kepalanya tanda hormat.


"Selamat siang mbak Kesya, Silahkan duduk." jawabnya.


"Terimakasih Pak." Kesya duduk di kursi yang telah disediakan.


"Baik, sebenarnya ada satu lagi perusahaan yang akan bekerja sama dengan proyek kali ini, yaitu pendirian hotel baru saya dan Ibu Kesya akan saya jadikan sebagai kepala RESTO di hotel tersebut." terang Pak Beri.


"Oh begitu ya pak. jadi ini kita lanjutkan dulu atau menunggu satu lagi rekan kerja itu?" tanya Kesya.


"Oh kita mulai negosiasinya saja ya mbak, karena perusahaan itu mungkin sibuk dan akan datang terlambat. Saya yakin mbak gak akan menyesal bekerjasama dengan mereka karena sudah terkenal bagus kinerjanya." terang Pak Beri.


"Oh begitu ya pak." jawab Kesya terharu karena bisa mendapatkan Job sebesar itu.


"Kalau begitu ini kontraknya silahkan dibaca dulu, kalau sudah yakin boleh ditandatangani." Pak Beni menyerahkan map merah berisi kontrak.


"Maaf Pak, tapi apa benar ini upahnya sebesar ini?" tanyanya ragu.


"Benar sekali mbak Kesya, karena proyek ini benar benar proyek besar." jawabnya.


Toni dan Raka tengah memantau dari kejauhan, menunggu Kesya menandatangani kontrak tersebut baru mereka akan muncul dan memberitahu.


"Baik pak kalo begitu saya bersedia." jawab Kesya menandatangani kontrak kerja.


"Yesss berhasil Boss." ucap Toni.


"Yaudah kalo gitu kita langsung kesana. " Ajak Raka melangkah dengan angkuhnya.


"Terimakasih mbak Kesya, semoga kerjasama kita berjalan dengan baik." Pak Beri menjabat tangan Kesya.


"Iya pak aamiin."jawab Kesya.


"Selamat siang Pak Beri." Sapa Raka yang tiba tiba muncul.


"Selamat Siang Pak Raka." mereka saling berjabat tangan.


Kesya terkejut melihat kedatangan Raka dan asistennya.

__ADS_1


"Aduhhhh kenapa harus ketemu di lagi si." batin Kesya.


"Pak Raka ini mbak Kesya yang akan menjadi rekan kerja kita kedepannya." jelas Pak Beri.


"Apa? ja-jadi dia rekan kerja kita Pak?" Kesya meminta penjelasan.


"Iya betul mbak Kesya." jawab Pak Beri.


"Saya Raka Prawira, CEO Prawira group. senang bekerja dengan anda. semoga kita bisa jadi rekan yang baik. di dunia bisnis maupun dunia nyata. " Raka mengajak Kesya berjabat tangan dengan senyum penuh kemenangan. Ia juga menekankan kata Rekan.


Kesya terkejut mendengar perkataan Raka yang baginya memiliki arti tersendiri.


"Maksud anda rekan di dunia nyata apa ya?" tanya Kesya.


"Anda pasti tahu apa yang saya maksud." jawab Raka kemudian duduk di kursinya.


Kesya merasa terganggu dengan perkataan Raka.


Pembicaraan terus berlanjut hingga Pak Beri pamit untuk pergi meninggalkan mereka. Setelah Pak Beni pergi ,Raka melangkah meninggalkan Kesya dengan angkuh.


"Tunggu, apa maksud kamu dengan semua ini?" tanya Kesya mengejar Raka.


"Aku udah bilang sama kamu kan. aku akan lakukan segala cara untuk mencari tahu identitas anak kembar itu." jawab Raka tersenyum sinis.


"Oh, jadi ini semua memang jebakan kamu ya. dasar pria gak waras kamu." bentak Kesya geram.


"Aku gak akan biarin kamu lepas kali ini." ancam Raka.


"Jangan harap, aku akan batalin kontrak ini dengan begitu kita gak akan terikat." jawab Kesya asal.


"Hahaha mau batalin kontrak? Toni kasih tau ke dia ap resiko kalo dia batalin kontak yang sudah ditandatangani." Raka masih tersenyum.


"Kalo kontrak yang sudah ditandatangani dibatalkan maka pihak yang membatalkan harus memberikan uang denda 1 miliar." terang Toni ikut tersenyum.


"Dasarrrr kalian berdua sama sama pria jahat." Kesya merasa kesal kemudian menginjak kaki Raka yang tertawa mengejeknya kemudian pergi meninggalkan Raka dan Toni.


"Aduhhhh dasar berani beraninya dia nginjak kakiku." teriak Raka.


"Wah berani sekali ya dia Bos, Kerennn" Toni merasa takjub.


"Dia benar benar berbeda dari wanita lain, aku nggak akan pernah lepasin dia. lihat aja, aku Raka Prawira pasti akan berhasil membuat dia bertekuk lutut di hadapan aku, dan jatuh cinta sama aku." ucap Raka tersenyum penuh kemenangan.


"Semangat Boss." ucap Toni.


bersambung.........


Kesya yang akan luluh atau sebaliknya guys????

__ADS_1


__ADS_2