
Di Rumah
Raka tiba di rumah, Ia mencari-cari keberadaan Kesya tetapi tidak ada. Raka mencoba mencari di kamar Ari, Ari juga tidak ada.
"Kemana sih Mereka?" Ucap Raka yang mencoba menghubungi nomor telepon Kesya. Tetapi nomor Kesya tidak aktif.
"Nomornya gak aktif, Kesya pergi kemana ya kira-kira." Raka mencoba menghubungi Filia tetapi tidak ada jawaban.
Saat menuruni anak tangga, Raka bertemu dengan Bu Lidya. Raka pun mencoba bertanya.
"Mi, apa Mami lihat Kesya dan juga Ari?" Tanya Raka.
"Ya mana Mami tahu Kesya kemana. Kalo Ari tadi pamit pergi katanya mau main." Jawab Bu Lidya.
"Kira-kira Kesya kemana ya? Kenapa Dia gak bisa dihubungi." Ucap Raka yang nampak gelisah.
"Ke kuburan Kali, nemuin Anaknya yang udah meninggal." Jawab Bu Lidya kemudian meninggalkan Raka yang tengah terdiam. Raka berfikir mungkin apa yang dikatakan Maminya benar.
"Mami bener, bisa jadi sekarang Kesya lagi ke makam Ara. Aku harus cek kesana sekarang." Ucap Raka Kemudian kembali memasuki mobilnya dan mengendarai mobil menuju pemakaman.
Di Pemakaman
Raka mendatangi makam Ara, tetapi Raka tidak juga menemukan keberadaan Kesya. Raka duduk di samping makam Ara dan meminta maaf karena merasa bersalah. Apa yang dikatakan Kesya memang benar. Saat Ara hampir kehilangan nyawanya, Raka justru tidak ada disampingnya. Bahkan sekarang, Raka menyakiti hati Kesya, Ara pasti sangat kecewa kepada Raka.
"Ara, Maafkan Ayah yang udah lalai menjaga Kamu, Ayah malah menyalahkan dan menyakiti Mama Kamu." Ucap Raka merasa bersalah terhadap Ara.
"Tapi Ayah janji, setelah ini Ayah gak akan kecewakan Mama, dan menjaga Mama dan Ari dengan baik." Raka mengelus pelan nisan Ara.
"Ayah harus pergi mencari Mama, Ayah pergi dulu." Ucap Raka berpamitan kemudian berdiri dan kembali masuk ke dalam mobil.
Sore Hari Di Rumah Raka.
Meyra masuk kedalam rumah dengan wajahnya yang tersenyum puas, Ia menyapa Bu Lidya yang tengah duduk bersantai di ruang tamu dengan membaca majalah.
"Selamat sore, Tante." Sapa Meyra yang kemudian duduk di samping Bu Lidya.
"Kamu dari mana sih Mey? Kayaknya Kamu lagi bahagia." Tebak Bu Lidya yang melihat raut wajah Meyra yang begitu sumringah.
Meyra berdiri kemudian menarik tangan Bu Lidya dan membawanya masuk kedalam kamar, Meyra mengunci pintu kamar tersebut. Hal itu tentu membuat Bu Lidya semakin penasaran.
__ADS_1
"Ada apa sih Mey? Kok Kamu tarik Tante ke kamar segala." Protes Bu Lidya saat Meyra mengunci pintu kamar.
"Meyra punya kabar bagus buat Tante." Ucap Meyra.
"Kabar bagus? emangnya ada apa?" Tanya Bu Lidya, Kesya mendekat dan berbisik di telinga Bu Lidya.
"Sebentar lagi, Raka akan jadi milik Meyra." Bisik Meyra yang membuat Bu Lidya terkejut antara senang dan juga bingung tentunya.
"Lho kok bisa? Tante seneng banget dengernya. Tapi jujur Tante bingung." Ucap Bu Lidya.
"Setelah ini, Kesya gak akan pernah kembali. Aku udah singkirin Dia." Bisik Meyra yang tentunya membuat Bu Lidya terkejut.
"Meyra? Kamu jangan nekad." Protes Bu Lidya yang merasa takut.
"Udah deh, Tante gak suka kan sama Kesya? gak mau Raka sama Kesya kan? yaudah pokoknya Tante harus bantuin Aku." Ucap Meyra kemudian membisikkan rencananya.
Bu Lidya hanya mengangguk dan menyetujui permintaan Meyra.
Malam Hari
Seharian Raka mencari keberadaan Kesya dan Ari, tetapi tetap tidak berhasil. Raka pun memutuskan untuk pulang, Ia berpapasan dengan Ari yang juga baru saja kembali diantar oleh Fillia.
"Maaf ya Raka, tadi Aku ajak Ari jalan-jalan untuk menghibur Dia, karena Dia baru aja kehilangan Adiknya." Fillia menjawab pertanyaan Raka.
"Fillia, apa Kamu tau Kesya ada dimana?" Tanya Raka.
"Loh, Aku gak tau. Emang Dia gak ada di rumah?" Fillia kini nampak khawatir.
"Ari, Kamu masuk dulu ya. Ayah mau ngomong sama Tante Fillia dulu." Titah Raka, Ari pun berpamitan pada Fillia dan masuk ke dalam rumah.
"Sebenarnya tadi Aku dan Kesya ada masalah sedikit, setelah itu Kesya pergi. Aku udah cari Dia seharian tapi gak ketemu juga." Terang Raka.
"Jadi Kesya menghilang? Kamu tu gimana sih? kalo Dia kenapa-napa gimana? sekarang hatinya lagi hancur, Kalo Dia nekad gimana?" Protes Fillia meluapkan emosinya.
"Tolong Kamu bantu Aku cari Kesya ya, dan jangan kasih tahu Ari kalo Kesya hilang." Pinta Raka memohon kepada Fillia.
"Yaudah, lebih baik sekarang Kita cari Kesya." Ajak Fillia, Mereka pun menaiki mobil dan memulai pencarian.
Di Jalan.
__ADS_1
Raka dan Fillia terus mencari keberadaan Kesya, Tiba-tiba telepon masuk dari Kesya menghubungi Fillia.
"Eh Kesya nelvon Aku." Ucap Fillia panik.
"Buruan angkat. lodspeaker Fill" Pinta Raka.
Fillia pun segera menjawab panggilan dari Kesya.
"Halo Key, Kamu dimana sekarang Key?" Tanya Fillia dengan panik.
"Halo, Maaf apa Mbak kenal dengan pemilik hp ini?" tanya seorang Pria yang menelepon menggunakan ponsel Kesya.
"Iya, Kesyanya mana ya?" Tanya Fillia.
"Oh Saya gak tau pemilik Hp ini dimana Mbak, Tadi Sore Saya menemukan Hp ini di tepi Sungai dan baterainya habis. jadi Saya bawa pulang, Saya bingung mau mengembalikan ke siapa jadi Saya telpon kontak terakhir yang dihubungi." Terangnya.
"Di tepi sungai?" Raka terkejut dan mulai memiliki perasaan yang tidak enak.
"Sekarang juga Kasih tahu alamat Anda, Saya segera Kesana." Pinta Raka mulai mengkhawatirkan keadaan Kesya.
Apa yang dilakukan Kesya di tepi sungai? dan bagaimana bisa ponsel miliknya tertinggal? itulah yang saat ini muncul di fikiran Raka.
Raka melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, Ia ingin segera tiba di tempat orang tersebut dan mencari keberadaan Kesya.
Tak membutuhkan waktu lama, Raka pun tiba di rumah seorang yang menemukan ponsel milik Kesya.
Seorang Pria Tua tengah menunggu diteras rumah yang sederhana dengan membawa ponsel yang sangat dikenali oleh Raka, itu adalah ponsel milik Kesya.
Bapak tua tersebut menyambut kedatangan Raka dan Fillia. Ia tersenyum ramah dan mempersilahkan Mereka masuk ke dalam rumah.
"Maaf Pak, apa benar tadi Bapak yang menelepon yang menemukan Ponsel milik teman Saya?" Tanya Fillia ramah.
"Iya benar, ini ponselnya. Maaf baru menghubungi malam hari. Pasti pemiliknya bingung mencari ya." Ucap Bapak tersebut masih tersenyum ramah.
" Terimakasih Bapak sudah mau jujur sama Kita, tapi Kalo boleh tau Bapak nemu ponsel ini di sungai mana ya?" Tanya Fillia.
"Ada di dekat sini." Jawab Bapak tersebut.
"Boleh Bapak tunjukkan sungainya?" Raka bertanya dengan ramah.
__ADS_1
"Boleh, mari Saya tunjukkan." Jawab Bapak itu.