Anak Genius: Milikku Milikmu.

Anak Genius: Milikku Milikmu.
BAB 66 PENJAHAT


__ADS_3

Di Ruang UGD


Raka yang marah pun kembali menghampiri Prisa, dilihatnya Prisa tengah menunggu seseorang.


"Apa Dokternya belum ada?" Tanya Raka.


"Iya Rak, Aku khawatir banget." Jawab Prisa merasa cemas.


Tak berapa lama, Dokter Dimas datang dengan terburu-buru.


"Maaf terlambat, Saya permisi memeriksa sebentar." Ucap Dokter Dimas masuk kedalam ruangan.


Raka terdiam, Ia merasa tidak asing dengan wajah Lelaki tersebut. Raka mencoba mengingat-ingat hingga Ia tersadar bahwa lelaki tersebut adalah Lelaki yang ada di foto bersama Istrinya.


"Dia bukannya Lelaki yang ada difoto? Aku harus minta penjelasan dari Dia. Kenapa Dia bisa sampai menggendong Kesya? Ada hubungan apa Mereka?" Batin Raka yang kini perasaannya dipenuhi dengan kecemburuan.


Di Rumah


Ari baru saja pulang dari sekolah, hari ini Dia tidak berlatih bela diri karena masih dalam suasana berduka.


Ia terus mencari-cari keberadaan Kesya, tetapi Ari tak juga menemukan Kesya.


"Mama kemana ya? Kenapa Mama gak ada di rumah? jangan-jangan Mama ke tempat Adek." Ucap Ari pelan.


Ari kemudian mengeluarkan ponselnya, Ia mencari kontak atas nama Tante Fillia. Ari pun meneleponnya.


Tak butuh waktu lama, Fillia mengangkat telepon dari Ari.


"Halo, Tante Fillia apa Mama ada di rumah Tante?" Tanya Ari.


"Halo Ari, gak ada tuh, Kesya gak ada main kesini."Jawab Fillia.


"Apa Ari boleh minta tolong? tolong temani Ari untuk ke makam Ara. Siapa tahu Mama ada disana." Ucap Ari meminta pertolongan kepada Fillia.


"Boleh dong Ari, yaudah Tante kesana sekarang ya. Kamu tunggu Tante sebentar." Pinta Fillia pada Ari, Ari pun menyetujui kemudian panggilan pun diakhiri.


Di Ruang UGD


Dokter Dimas baru saja keluar dari ruangan, Ia menyampaikan bahwa Raja terkena tipes.


"Dok, gimana keadaan Raja Dok?" Tanya Prisa, Ibunya yang sangat menghawatirkan keadaan Raja.

__ADS_1


"Raja mengalami Tipes, tapi tenang besok kemungkinan sudah membaik." Terang Dokter Dimas.


"Dok, bisa Kita bicara sebentar?" Tanya Raka . Ia pun mengeluarkan Foto yang didapatkan dari orang misterius. Raka menunjukkan foto tersebut kepada Dokter Dimas.


"Lho, kenapa bisa ada foto Saya sama Bu Kesya? siapa yang diam-diam ambil foto Kita." Ucap Dokter Dimas terkejut melihat foto yang sepertinya telah diedit itu.


"Jadi benar, di dalam foto ini adalah Anda dan juga Istri Saya?" Tanya Raka.


"Oh Jadi Anda Suaminya Bu Kesya, Iya ini memang Saya dan Bu Kesya. Tapi sepertinya background diedit dan kejadian yang sebenarnya adalah saat Ara dinyatakan meninggal dunia, Bu Kesya tidak sadarkan diri dan Saya memang menggendongnya dan membawa ke atas kasur." Terang Dokter Dimas, berharap Raka tidak salah paham dengan foto tersebut.


"Jadi ceritanya seperti itu? ini berarti ada orang yang sengaja mengadu domba Aku dan Kesya." Ucap Raka geram.


"Kalo begitu Saya permisi dulu." Dokter Dimas akhirnya berpamitan kemudian meninggalkan Raka.


"Aku udah salah sama Kesya, Aku harus minta maaf sama Dia dan lebih baik memberitahu tentang Prisa." Ucap Raka kemudian Ia menghampiri Prisa dan pamit pulang.


Di Makam Ara


Kesya duduk di samping makam Putrinya, mengusap pelan nisan Ara seakan Tengah mengelus rambut halus Ara.


"Nak, Kabar Kamu disana gimana? Kamu bahagia disana kan?" Kesya berbicara seolah tengah bersama Ara.


Tiba-tiba dari belakang terdapat Tiga orang Pria mengenakan pakaian serba hitam dan dengan wajah yang ditutupi. Salah seorang membekap mulut Kesya dan menarik paksa Kesya.


Kesya dibawa paksa oleh sekelompok Pria berbaju hitam untuk masuk mobil. Kesya terus berusaha untuk melepaskan diri, tetapi tenaganya tidak cukup kuat untuk menghadapi Mereka yang bertubuh besar.


Kesya dimasukkan paksa kedalam mobil, Terdapat seorang lagi, tetapi bukan laki-laki melainkan perempuan. Sepertinya Orang itulah dalang dibalik penculikan ini. Karena Mereka memanggilnya Boss.


"Sudah tertangkap Boss." Ucap salah seorang yang memakaikan penutup kepala pada Kesya.


" Bagus, sekarang Kita langsung ke rencana selanjutnya. Jangan sampai gagal." Jawab Wanita itu.


"Suara Wanita? siapa dalang dari penculikan ini? kenapa Dia culik Aku?" Batin Kesya yang bertanya dalam hatinya.


"Siapa Kamu? Kenapa Kamu berniat jahat sama Aku?" Tanya Kesya berteriak.


"Siapa? gak penting Aku siapa. Kamu tenang aja Kesya. Sebentar lagi akan bantu Kamu supaya Kamu bisa susul Anak Kamu." Ucap Wanita itu kemudian tertawa keras.


"Siapa Dia, Kenapa Dia bisa tahu tentang Ara. Tapi suara ini sepertinya Aku kenal." Batin Kesya mencoba mengingat pemilik suara tersebut.


"Meyra, Kamu Meyra kan? Aku tahu itu suara Kamu." Ucap Kesya yakin bahwa Wanita yang saat ini berniat jahat padanya adalah Meyra.

__ADS_1


"Tepat sekali, ternyata Kamu ngenalin Aku ya." Jawab Wanita yang tak lain adalah Meyra.


"Kenapa Kamu lakuin ini sama Aku? Apa salah Aku sama Kamu?" Kesya meminta penjelasan dari Meyra.


"Kamu tanya salah Kamu Apa? Salah Kamu adalah Kamu udah rebut Raka dari Aku. Raka itu cuma milik Aku." Jawab Meyra.


"Aku gak pernah rebut Raka dari Kamu. Seharusnya Kamu malu karena masih mengharapkan Lelaki yang sudah memiliki Istri." Umpat Kesya.


"Diem...... Jangan berisik." Meyra marah, salah seorang Pria pun menutup mulut Kesya dengan kain agar Kesya tidak dapat berbicara.


Mobil berhenti, Kesya ditarik keluar dari mobil.


"Mereka mau bawa Aku kemana ? Ya Allah selamatkan Aku dari kejahatan Mereka." Kesya berdoa dalam hati.


Kesya ditarik hingga menaiki sampan, Sampan pun didayung oleh salah seorang Pria. ditengah sungai, Meyra memerintahkan untuk membuka penutup kepala Kesya.


"Lepasin Aku, Dasar penjahat." Kesya memberontak.


"Jahat? Iya emang Aku penjahat. Biar Aku kasih tahu Kamu seberapa jahatnya Aku." Ucap Meyra mengelilingi tubuh Kesya.


"Aku adalah orang yang sudah membuat Ara pergi dari dunia ini, jadi Aku yang udah misahin Kalian." Ucap Meyra tersenyum licik.


"Penjahat, Aku gak akan biarin Kamu hidup tenang gitu aja, setelah Kamu menghilangkan nyawa Anak Aku." Protes Kesya yang kini mulai menitikkan air matanya.


"Stttt Tapi tenang, Aku akan persatukan Kalian lagi kok, Aku akan buat Kamu pergi menyusul Ara." Bisik Meyra tertawa puas.


"Kamu benar-benar udah gak waras, lepasin Aku." Kesya mulai terbawa emosi.


"Apa pesan terakhir Kamu? Kamu tenang aja, Aku pasti akan jaga Raka dengan baik. Selamat tinggal Kesya." Meyra tertawa lepas.


"Gopal, lakukan tugas Kamu sekarang." Perintah Meyra kepada salah seorang Pria berbaju hitam.


"Baik Boss." Jawabnya Kemudian mendekat ke arah Kesya.


"Kamu mau apa? jangan macam-macam." Ucap Kesya yang mulai merasa ketakutan.


"Byurrrrrrrrrrr" Kesya didorong hingga jatuh kedalam sungai yang dalam.


"Tolongg............." Kesya meminta bantuan karena Ia tenggelam dan tidak dapat berenang.


"Mungkin ini memang jalan hidup Aku, mungkin sebentar lagi Aku akan bertemu dengan Ara." Batin Kesya yang perlahan menutup matanya.

__ADS_1


__ADS_2