
Waktu terus berjalan seperti biasanya, hari ini adalah hari yang sangatlah ditunggu oleh Raka. Pagi pagi sekali Raka menghubungi asistennya Toni.
"Halo Ton, kamu segera ke Rumah saya, hari ini kamu harus antar saya ke rumah sakit." Ucap Raka lewat telepon.
"Wah Bos Raka sakit? Bos Raka bisa sakit juga ternyata."ucap Toni.
"Kamu gak usah banyak tanya, hari ini kamu cancel semua meeting dan ganti di hari yang lain." Pinta Raka.
"Siap Boss " Jawab Toni.
Kemudian Raka mematikan teleponnya dan tersenyum Bahagia.
"Hari ini aku akan buktikan sama Kesya, Aku harus siap siap dan segera ambil hasil test itu."
Ucap Raka kemudian masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah selesai bersiap, Raka merapikan Jas-nya, kemudian Toni masuk kedalam kamarnya.
"loh bos, katanya gak kekantor tapi kok rapi banget?" Tanya Toni.
"Hari ini hasil test DNA udah keluar jadi kamu buruan antar saya kerumah sakit." Jawab Raka.
"Wah Boss buat apa tes DNA segala, tanpa test pun saya yakin 100 % kalau dua kurcaci kecil itu memang bibit dari Boss Raka." Ucap Toni.
Raka yang mendengar itupun menatap Toni sambil memelototi Toni.
"Maaf Boss saya salah omong ya." Toni salah tingkah.
"Sekali lagi kamu bilang mereka kurcaci kecil, gaji kamu saya potong 10 juta, mau?" Ancam Raka.
"Waduh ampun Boss jangan, nanti cicilan Rumah saya nunggak." Jawab Toni.
"Yaudah, sekarang kamu siapin mobil, aku udah mau siap." Pinta Raka.
"Siap Bos." Toni meninggalkan Raka.
Di perjalanan.
Saat di perjalanan menuju rumah sakit, mereka terjebak dalam kemacetan.
"Ton, kenapa lama banget si gak maju maju." Protes Raka.
"Sabar Boss, macet ini." Jawab Toni.
"Cari jalan lain sekarang juga, aku gak mau ya sampai telat. Ini itu penting." Pinta Raka.
"Siap Boss." Jawab Toni kemudian memilih untuk masuk ke jalan pintas menuju rumah sakit.
Tiba tiba mobil mereka berhenti di pertengahan jalan yang jarang pemukiman.
"Kenapa ini Ton?" Tanya Raka.
"Gak tau Boss , biar saya cek dulu."Toni keluar dari mobil, Raka juga mengikutinya.
__ADS_1
"Wah Boss, ini si ban bocor Boss."Ucap Toni.
"Gimana sih kamu, ini bukannya sampai lebih cepat malah terlambat tau nggak." Protes Raka.
"Ya maaf Boss, Saya juga gak tau kalau bannya bakal bocor."Ucap Toni.
Kemudian Raka melihat seorang tengah mendekat dengan sepeda motornya.
"Mobil ini kamu urus, saya harus kerumah sakit sekarang." Pinta Raka kemudian meminta pengendara motor berhenti.
"Pak berhenti pak." Ucapnya.
"Iya ada apa ya Nak?" Tanya pengendara motor tersebut.
"Tolong anterin saya kerumah sakit sekarang." Ucap Raka.
"Maaf Nak, saya bukan tukang ojek." Jawabnya.
"Saya kasih lima ratus ribu, tapi anterin saya ke rumah sakit." Tawar Raka.
"Lima Ratus ribu? Gassss buruan naik nak." Ucap pengendara motor tersebut.
Raka segera membonceng dibelakang.
"Wah Boss sampe Mau naik motor demi ambil hasil tes itu."ucap Toni menganga.
"Pak ngebut ya pak." Pinta Raka.
"Iya nak, itumah gampang." Jawabnya.
"Lho kenapa? Ini bapak udah ngebut kok." Ucap pengendara motor itu.
"Pak ngebut darimana? Kalo kecepatan bapak aja cuma 40 km per jam." Protes Raka.
Akhirnya pengendara motor tersebut berhenti dan berpindah posisi dibelakang, kini Raka yang membawa motor tersebut ia mengendarai motor tersebut dengan kecepatan yang tinggi.
Sesampainya di rumah sakit, Raka membayar kepada pengendara motor tersebut kemudian bergegas memasuki rumah sakit dan menemui dokter yang telah melakukan tes DNA kemarin.
"Selamat pagi pak Raka." Sapa dokter tersebut.
"Selamat pagi dok, saya kesini mau mengambil hasil dari tes DNA kemarin." Ucap Raka.
"Atas nama Raka ya pak. Ini pak silakan." Dokter tersebut memberikan sepucuk surat hasil tes DNA.
Raka membuka amplop tersebut dan mulai membaca surat tersebut. Matanya tertarik dengan tulisan yang menyatakan bahwa Ara dan Ari memang darah dagingnya.
"Bagus, dengan surat ini semuanya jadi jelas." Ucap Raka.
"Selamat ya pak Raka." Ucap dokter tersebut .
"Terimakasih dok, kalau begitu saya permisi mau menjemput anak anak saya." Pamitnya kemudian keluar dari ruangan dokter.
Setelah dari ruangan dokter Raka menelepon Toni untuk menanyakan keberadaan Toni.
__ADS_1
"Halo sekarang kamu dimana?" Tanya Raka.
"Udah Deket Boss, sebentar lagi sampai." Jawab Toni.
"Bagus, sekarang juga kamu jemput saya, dan saya minta kamu buat satu kamar anak dengan fasilitas lengkap ya, tempat belajar dan bermain."pinta Raka.
"Wahhhh siap Bos, si kembar mau Dateng ya Boss?" Tanya Toni.
"Udah kamu gak usah banyak tanya, sekarang kamu jemput saya." Pinta Raka kemudian mematikan teleponnya.
"Aku harus memikirkan cara supaya mereka bisa tinggal dirumah bersama aku, aku yakin Kesya gak akan mau ikut sama aku. Aku harus paksa anak aku ikut kerumah dan merencanakan agar Kesya mau ikut bersama kami." Ucap Raka.
Tak berapa lama kemudian Toni datang dan Raka langsung masuk, mereka memilih untuk pulang. Setibanya dirumah, Raka mengumpulkan 5 bodyguard andalannya.
"Ton, sekarang kamu lakukan tugas yang udah aku berikan." Pinta Raka.
"Ada apa kami dikumpulkan disini Boss?" Tanya seorang bodyguard dengan tubuh kekar dan perawakannya yang sangat.
"Sekarang juga kalian ikut saya, mengambil kedua anak saya dirumah ibunya. Ingat kalian jangan sampai melukai siapapun yang ada disana. Tugas kalian hanya mengambil dan membawa anak anak saya." Pinta Raka.
"Baik Boss." Jawab bodyguard Raka.
Kemudian Raka memberitahu rencananya kepada para bodyguard.
"Kalian udah paham kan?" Tanya Raka.
"Udah boss." Jawab mereka serempak kemudian mereka memasuki mobil dan mengendarai ke rumah Kesya.
Di kamar baru
Toni tengah sibuk menyiapkan kamar yang akan digunakan oleh Ara dan Ari.
"Tolong dipannya taruh disini. Menghadap ke balkon ya biar pemandangan bisa terlihat jelas." Pinta Tino pada tukang yang bekerja.
"Kasur udah, lemari juga udah. Oh iya diruang belajar jangan lupa pasang dua komputer, supaya mereka bisa pakai." Pinta Toni.
"Akhirnya Boss bisa ketemu sama anak anaknya. Semoga aja boss berhasil untuk membawa mereka kesini." Harap Toni.
"Oh iya jangan lupa mbok, masak banyak makanan enak dan sehat tentunya. Karena kita akan menyambut tuan muda." Pinta Toni.
"Iya siap den, mbok siapkan." Jawab wanita yang dipanggil mbok tersebut.
"Mainannya taroh aja sebanyak banyaknya, uang buat beli inimah receh buat Boss Raka." Pinta toni.
Di perjalanan menuju rumah Kesya
Raka tersenyum sambil melihat pemandangan di luar, cuaca memang sedang cerah. seperti suasana hati Raka saat ini.
"Sekarang kamu gak akan mengelak lagi bahwa mereka adalah milikmu, milikku. milik kita." ucap Raka kemudian membuka kacamata hitam yang melekat di wajahnya.
"Tolong percepat jalannya." pinta Raka.
bersambung.........
__ADS_1
apa yang akan terjadi selanjutnya??