Anak Genius: Milikku Milikmu.

Anak Genius: Milikku Milikmu.
Masa Lalu


__ADS_3

di rumah keluarga Oktavian


Sejenak dalam keheningan, Kesya terdiam seolah tak percaya dengan apa yang ia lihat.


Laki laki yang ia panggil dengan sebutan bang Billi adalah lelaki yang pernah ia cintai dan pernah mencintainya.


Lelaki yang pernah berjanji akan membawanya pergi dari rumah yang penuh dengan penderitaan.


Tetapi tiba tiba menghilang tanpa jejak meninggalkannya, mengingkari janjinya.


"Bagus ya, emang dasar wanita murahan." Ucap Lani yang keluar dari rumah dan melihat Kesya tengah berpelukan dengan Billi.


Billi spontan melepaskan pelukannya dari Kesya.


"Apa maksud kamu Wanita murahan, jangan sembarang ngomong ya." protes Kesya.


"Billi itu sekarang suami aku, dan aku lagi mengandung anak dia. kamu gak tau malu main peluk aja suami orang." ucap Lani memaki.


"Maaf ya Kak, tapi suami kamu yang peluk aku tiba tiba. Aku jadi prihatin jangan jangan dia nikah sama kamu karena terpaksa ya." ledek Kesya.


"Massss Bener kamu peluk dia duluan." rengek Lani.


"Nggak sayang, kamu jangan pikirin ya, inget kamu gak boleh banyak pikiran. nanti anak kita Kenapa napa." ucap Billi menenangkan.


"Lagian kamu ngapain si kesini? ngapain?" bentak Lani.


"Aku kesini cuma mau kasih kamu dan mama undangan kok." jawab Kesya.


"Undangan ? undangan apa? pernikahan? emang siapa si yang mau sama wanita bekas kayak kamu? duda umur 50 tahun?" ledek Lani.


Raka yang sedari tadi hanya mengawasi dari kejauhan akhirnya menghampiri mereka.


"Saya calon suaminya." ucap Raka.


Lani terperangah melihat Raka, ia tak percaya bahwa Kesya akan menikah dengan orang yang tampan sekaligus kaya.


"Yaampun Raka Prawira kan ya? masak kamu mau si sama wanita yang udah punya anak ini." ucap Lani Tak tahu malu.


"Kenapa? mereka memang anak anak aku. kamu jangan berani hina Kesya didepan aku. atau kamu mau masuk penjara?" ancam Raka.


"Aku gak menghina kok, dia ini kan adik kesayangannya aku." ucap Lani berbohong.


"Udah kan sayang, kita pulang aja sekarang." Ajak Raka.


"Iya, nikmati aja kehidupan di rumah ini sebelum kalian pergi ya." ucap Kesya tersenyum.


Raka merangkul istrinya dan pergi meninggalkan kediaman Oktavian.


"ihhh sial, kenapa si beruntung banget si Kesya itu." umpat Lani masuk kedalam rumah.


di mobil.


"Makasih ya kamu udah bantuin aku." ucap Kesya.

__ADS_1


"Hmm." jawab Raka singkat.


"kok Raka diem gak kayak biasanya sih, kenapa ya?" batin Kesya.


Sepanjang perjalanan mereka hanya saling diam tanpa berbincang, Kesya yang merasa aneh pun memulai percakapan.


"Kamu Kenapa si? kok diem terus." tanya Kesya.


"gak papa" jawab Raka.


"yaudah kalo gitu." jawab Kesya memalingkan wajahnya ke luar jendela.


"Tadi itu siapa?" tanya Raka akhirnya mengeluarkan pertanyaan yang sedari tadi ingin ia sampaikan.


"Tadi? maksud kamu bang Billi. oh kamu diem gini karena bang Billi ya." Kesya tak mampu menahan tawanya.


"Gak kok, emang males ngomong aja." jawab Raka berbohong.


"Bang Billi itu masa lalu aku. tapi dia pergi ninggalin aku, dia janji akan selalu ada untuk lindungi aku, kenyataannya dia pergi dan bahkan gak bisa membantu aku disaat aku bener bener butuh topangan." cerita Kesya.


"Terus? kamu masih cinta sama dia?" tanya Raka.


"suka gak ya, mungkin masih" jawab Kesya memancing kecemburuan Raka.


"citttttttttt." mobil berhenti mendadak karena pernyataan dari Kesya.


"Raka.... kamu itu gimana si, hati hati dong." Kesya terkejut.


"Ya kamu bisa bisanya masih punya perasaan sama orang kayak gitu." protes Raka.


"Awas aja kalo kamu masih suka sama dia." ancam Raka.


"Udah deh, aku itu udah lupain dia. bahkan menganggap dia nggak ada. kan pelindung dan pengayom ku sama anak anak itu kamu." ucap Kesya tersenyum kepada Raka.


"Makasih ya Ka, udah menjadi pelindung di kehidupan kita." Kesya menggenggam tangan Raka.


"Kamu gak perlu berterimakasih, itu emang tugas aku." jawab Raka.


"Yaudah yuk, lanjut perjalanan." ajak Kesya kemudian mereka melanjutkan perjalanan.


Di perjalanan menuju tempat silat.


Seperti biasanya Ari memilih berlari untuk pergi ke tempat ia berlatih silat.


Saat ia melewati rumah Cinta, tiba tiba Cinta memanggilnya.


"Hiroooo." panggil Cinta yang berlari ke arah gerbang.


"Siapa Hiroo?" tanya Ari.


"Kamu, aku boleh kan panggil kamu Hiro?" tanya Cinta.


"Terserah kamu." Jawab Ari.

__ADS_1


"Kamu mau main sama aku?" tanya Cinta.


"Aku gak bisa, aku harus pergi." Jawab Ari.


"Kenapa? kenapa aku gak punya temen. kenapa gak ada orang yang mau main sama aku." Cinta menangis sambil mengucek kedua matanya.


"Jangan menangis, dasar jadi orang itu gak boleh lemah." Ari memberikan sapu tangan kepada Cinta.


"Aku bosan sendirian, aku gak punya teman. Ayah dan Mama selalu mengunci dan melarang aku keluar. Sedangkan mereka terlalu sibuk dengan pekerjaan." Ucap Cinta mengeluarkan keluh kesahnya.


"Jangan sedih, aku akan jadi temenmu. tapi hari ini aku gak bisa main sama kamu. aku janji besok kita main bersama."Ucap Ari memajukan kelingkingnya.


"Terimakasih Hiro, aku seneng punya temen baru. aku akan tunggu kamu besok." Cinta tersenyum dan mengusap air matanya.


"Kalo gitu aku pergi dulu." Ari pamit Kemudian kembali berlari.


Di Restoran


Raka memarkirkan mobilnya di tempat parkir sebuah restoran.


"Lho Ka, kok kita malah ke restoran si?" tanya Kesya.


"Udah kamu ikut aja." Raka keluar dari mobil diikuti oleh Kesya.


"Kita mau ngapain si?" tanya Kesya.


"Ketemu sama seseorang." jawab Raka.


"Ketemu sama seseorang? siapa?" tanya Kesya.


"Nanti kamu juga tau." jawab Raka.


"Apa yang dimaksud Raka adalah seseorang yang kemarin dia bicarakan ditelpon." Batin Kesya berhenti melangkah.


"Gimana kalo dia mau jujur sekarang ke aku tentang orang itu, aku gak tau apa yang terjadi nanti." batin Kesya membayangkan yang tidak tidak.


Raka yang tersadar bahwa tidak terdengar suara langkah kaki mengikuti langkahnya akhirnya menoleh ke belakang dan melihat Kesya tengah mematung.


"Key, kok kamu malah diem si. Ayo jangan buat orang itu menunggu." Ucap Raka menghampiri Kesya.


"Ka, sebenarnya kita mau ketemu siapa si?" tanya Kesya.


"Sama seseorang yang sangat penting, kamu kenapa si? kamu gak enak badan?" Raka memegang dahi Kesya.


"Nggak kok, aku gak papa. cuma ini, perut aku sakit. " Kesya mencoba mencari alasan dan memegangi perutnya yang sebenarnya tidak sakit.


"Are you okay? atau kita kerumah sakit aja." tawar Raka.


"Nggak aku gak papa kok, cuma sakit perut biasa nanti juga sembuh." tolak Kesya.


"Yaudah sini tangan kamu, lingkarin di tangan aku. aku gandeng kamu ya." ajak Raka.


Kesya tersenyum kemudian mereka berjalan dengan bergandengan tangan.

__ADS_1


"Selamat datang Pak Raka dan Bu Kesya." Sapa seorang wanita muda yang telah menunggu Kesya dan Raka.


"Siapa dia? apa dia Wanita yang dibicarakan Raka di telpon " batin Kesya.


__ADS_2