Anak Genius: Milikku Milikmu.

Anak Genius: Milikku Milikmu.
Rawat bersama


__ADS_3

Toni yang hendak mengantar Ari bertanya kepada Boss kecilnya.


"Boss kita mau kemana Boss?" Tanya Toni.


"Om Kita ke lapangan aja ya, Ari mau olahraga." jawab Ari.


"Asiap Boss." Jawab Toni.


Setibanya di lapangan, Fillia melihat Ibu tiri Kesya.


"Eh Ton lihat itukan si nenek sihir sama kucing garong." Fillia menunjuk Mama tiri dan kakak tiri Kesya.


"Wah iya tuh, bos kecil gimana kalo kita kerjain si nenek sihir itu." saran Toni.


"Betul Om, Ari punya ide." ucap Ari kemudian mulai membisikkan idenya kepada Fillia dan Toni.


"Hay Tante, Hay juga cantik." sapa Toni.


" Hay." jawab ibu dan kakak tiri Kesya.


"Coba deh kalian lihat disana bagus ya pemandangan disana." Toni terus berusaha mengalihkan perhatian mereka. sedangkan Ari mengikat kedua tali sepatu milik mereka menjadi satu.


"Iya bagus, eh aku kok kayak kenal sama kamu ya." ucap Lani.


"Kembar kali, yaudah aku pergi dulu ya." pamit Toni kemudian berlari menjauh.


"brakkkkk" Mereka terjatuh karena tali sepatu mereka saling menyatu. Semua orang yang tengah berolahraga disana menertawakan mereka.


"Aaaaa berhasil, tos dulu. Rasain tu nenek sihir dan ekornya malu kan kalian." ledek Fillia.


"Ternyata dia manis juga kalo tertawa lepas." batin Toni.


"Yeee rasain salah siapa ganggu Mama aku." ucap Ari.


"Yaudah, udah puas kan? ayo kita lanjutin olahraganya." ajak Toni.


Hari semakin larut, Ari telah pulang dan menyusul Ara yang berada di kamarnya.


"Mama." sapa Ari.


"Eh Ari, kamu dari mana sayang?" tanya Kesya.


"Kakak dari olahraga Ma" jawab Ari.


"Kebetulan kalian disini. Kamu pasti belum makan juga kan? biar mama ambilin ya." Kesya berdiri kemudian pergi mengambil makanan.


"Adik masih sakit ya Yah?" tanya Ari.


"Nggak kok, paling sebentar lagi sembuh iyakan dek? kan Ara kuat." jawab Raka.


Kesya masuk membawa makanan.


"Nah ini Mama udah bawa makanan, Ara sama Ari makan dulu ya." pinta Kesya.


"Ayo kakak makan duluan, biar Mama suapin." ucap Kesya Kemudian menyuapi Ari.


"Ayo sekarang giliran Ara ya." pinta Kesya tetapi Ara tidak juga membuka mulutnya.


"Gak mau, Mama halus suapin ayah dulu, baru Ala mau." Tolak Ara.


"Yaampun manja banget si, yaudah Nih Mama suapin Ayah." Kemudian Kesya menyuapi Raka.


"Andai aja kita bisa seperti ini terus." batin Raka.

__ADS_1


"Alhamdulillah, sekarang udah selesai makan. Tidur ya." pinta Kesya.


"Mau didongengin sama Mama, tapi Aku gak mau tidul kalau mama sama Ayah gak tidul disini." pinta Ara.


"Sayang dari tadi kamu tu minta yang aneh aneh terus." protes Kesya.


"Yaudah kalo Mama gak mau nulutin." ucap Ara ketus.


"Yaudah iya, tapi kalian tidur ya. " Kesya menyelimuti kedua buah hatinya.


"Kesya mulai membacakan buku cerita untuk Ara dan Ari hingga mereka tertidur.


"Akhirnya mereka tidur juga." ucap Kesya.


"Aku boleh kan nemenin mereka tidur?" Izin Raka.


"Ka, bisa kamu ikut aku sebentar, ada yang mau aku omongin." pinta Kesya.


"Yaudah ngomong disini aja." jawab Raka.


"Bisa ngomong di teras aja? " pinta Kesya.


"Yaudah ayo." jawab Raka. kemudian mereka keluar dari kamar dan menuju teras rumah.


"Kamu mau ngomongin apa?" tanya Raka.


"Setelah aku pikir pikir, sepertinya aku emang terlalu egois selama ini." Ucap Kesya.


"Egois? tentang?" tanya Raka.


"Kamu bener ka, aku egois karena mementingkan diri aku sendiri untuk tidak hidup sama kamu, padahal anak anak sangat membutuhkan kamu. Aku mungkin bisa hidup tanpa seorang suami. Tapi aku lupa kalau mereka gak bisa hidup tanpa seorang Ayah." ucap Kesya.


"Jadi?" tanya Raka berusaha terlihat acuh.


Raka kemudian memeluk tubuh Kesya dengan erat.


"Makasih karena kamu udah ambil keputusan ini. Aku gak akan pernah kecewakan kamu dan juga anak anak. Aku janji." ucap Raka.


"Aku percaya sama kamu."ucap Kesya.


Di ruang tamu.


"Wah itu Boss pelukan sama Kesya, berarti berhasil usaha si kembar." Toni mengintip dari balik jendela.


"Ehemm, ngapain kamu ngintip ngintip luar. nanti bintitan lho." Fillia tiba tiba muncul dibelakang Toni.


"Kenapa si kamu itu selalu aja muncul." protes Toni.


"Ya gak tau jodoh kali." jawab Fillia.


"Ngarep kamu." ledek Toni.


"Enak aja kamu tu paling yang sebenarnya ngarep." protes Fillia.


"Enak aja." tolak Toni.


"Lagian kamu intipin apaan si? Kayaknya seru ya ngintip." Fillia menyenggol Toni menggeser tubuhnya.


"Dateng Dateng buat rusuh lagi." umpat Toni.


"Wawwww Ton lihat deh, mereka berpelukan lho." bisik Fillia.


"Iya, aku juga udah tau kali." jawab Toni.

__ADS_1


"Gimana kalo kita bikin rencana baru lagi." saran Toni.


"Terserah deh, aku mah ikut aja." ucap Fillia.


"Yaudah yuk balik aja, ntar ketahuan." ajak Toni.


di kamar sikembar.


Ara terbangun dari tidurnya kemudian ia menyadari bahwa Mama dan Ayahnya tidak ada ditempat semula.


" Kak, bangun kak." Ara membangunkan Ari.


"Ada apa si dek?" tanya Ari.


"Ayo antar Ara cari Mama sama Ayah." pinta Ara.


kemudian Ari dengan terpaksa mengikuti langkah Ara.


"Mamaaaa."Ara menyusul Kesya dan Raka yang tengah berpelukan mereka langsung melepaskan pelukannya.


"Loh sayang, kok kamu bangun nak." ucap Kesya.


"Mama, Ayah Ala juga mau dong pelukan." ucap Ara.


Raka dan Kesya tertawa mendengar itu.


"Yaudah sini berpelukan , sini Ari peluk Mama." ucap Kesya. kemudian mereka berpelukan.


kebahagiaan terpancar dari wajah Ara dan Ari.


"Yaudah sekarang udah ya pelukannya. ini udah malem kita balik kekamar yuk." ajak Raka.


"Ala mau digendong Ayah." pinta Ara.


"Manja banget si putri Ayah ini." Raka memencet hidung mancung putrinya kemudian menggendongnya.


"Yeeeee" Ara bersorak.


"Ayo sayang mama gandeng." ajak Kesya menggandeng tangan Ari.


Kesya dan Raka membawa si kembar kembali kekamar dan menunggui mereka hingga kembali tertidur.


di tepi kolam.


"Ngapain si kamu ajak aku kesini?" tanya Fillia.


" Ya mau ajak kamu bahas rencana kita tadi dong." ucap Toni.


"Alah bilang aja kamu mau modus kan sama aku?" tanya Fillia.


"Kenapa si kamu itu pd banget." protes Toni menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Lebih baik kamu kasih tau Raka dulu deh, supaya bisa direncanakan bareng bareng." ucap Fillia.


"Iya juga si, tapi sekarang dia kan lagi mesra mesraan sama Kesya." ucap Toni.


" Yaudah kalo gitu, kita bahas ini besok aja kan bisa. gak usah buru buru. ini juga udah malam banget ngantuk aku mau tidur." alibi Fillia.


"Yaudah deh, kalo gitu. selamat tidur ya. jangan mimpiin aku." ucap Toni.


"Hah? mimpiin kamu ih amit amit." jawab Fillia Kemudian meninggalkan Toni sendirian.


bersambung......

__ADS_1


__ADS_2