Anak Genius: Milikku Milikmu.

Anak Genius: Milikku Milikmu.
BAB 63 FITNAH


__ADS_3

Di Kamar


Setelah dari pemakaman, Kesya masuk ke dalam kamarnya dengan lesu, pandangannya kosong. Dia sama sekali belum makan hari ini, Ari pun masuk dengan membawa sepiring nasi.


"Ma, Ari bawa makanan buat Mama, Mama dari semalam belum makan." Ucap Ari.


"Mama gak lapar Nak, Kamu makan aja ya." Ucap Kesya menolak.


"Kalo Mama gak makan, Ari juga gak mau makan." Ancam Ari.


"Gimana Mama mau makan Nak, kalo Adek Kamu juga disana gak makan." Jawab Kesya.


"Adek makan kok Ma, kata Ibu guru Ari. Orang yang udah meninggal tetap makan dari doa orang yang masih hidup." Ari berkata menghibur Kesya.


"Pinter banget si Anak Mama, yaudah Mama mau makan. Sini, biar Mama suapin Kamu." Ucap Kesya.


Mereka pun makan bersama, Ari berubah menjadi perhatian dan tidak sedingin dulu setelah kepergian Ara.


Setelah menyelesaikan makan, Ari pun pamit pergi ke kamarnya, tak berapa lama, Raka masuk ke dalam kamar.


Raka dan Kesya sama-sama terdiam membisu. Kesya akhirnya memberanikan diri bertanya tentang ponsel Raka.


"Kamu kemana waktu Aku telpon Toni? kata Toni Kamu gak ada di hotel." Tanya Kesya.


Raka terlihat gugup dengan pertanyaan yang dilontarkan Kesya.


"Oh, waktu itu Aku ketemu sama temen lama Aku." Jawab Raka.


"Perempuan atau laki-laki?" Tanya Kesya lagi.


"Laki-laki dong, kok Kamu tanya gitu sih?" Tanya Raka mulai merasa tak nyaman karena harus berbohong.


"Ya nggak, Aku cuma tanya aja." Kesya terlihat tidak puas dengan jawaban Raka.


"Tok...tok....tok...." Pintu diketuk dari luar.


"Boss, Ini Toni Boss." Suara dari luar yang tak lain adalah Toni.


"Sebentar ya, Aku keluar temui Toni dulu." Ijin Raka yang hanya dibalas anggukan oleh Kesya.


Raka pun keluar dari Kamar, dilihatnya Toni tengah berdiri menunggunya.

__ADS_1


"Ada apa Ton?" Tanya Raka.


"Tadi Prisa telepon Saya, suruh kasih tau Boss Raka kalo ponsel Boss Raka ada sama Dia." Jawab Toni.


"Jadi ponselku gak hilang? baguslah. Kamu udah belikan Apartemen untuk Prisa kan?" Tanya Raka berbisik.


" Beres Boss, Sekolah Raja juga sudah Saya atur." Jawab Toni.


"Bagus." Jawab Raka cuek.


"Perlu Saya ambilin ponselnya sekarang Boss?" Tanya Toni menawarkan bantuan.


"Gak usah, biar Aku ambil sendiri aja." Jawab Raka.


"Kalo gitu Saya pamit dulu Boss." Ucap Toni kemudian meninggalkan Raka.


Raka pun bergegas menuju garasi mobil, Kesya yang melihat dari balik jendela pun merasa curiga.


"Mas Raka mau kemana? kenapa Dia terlihat buru-buru banget." Ucap Kesya mencurigai Raka.


Kesya pun akhirnya memilih untuk segera turun dan mengambil motor untuk mengikuti kepergian Raka. Meyra yang tak sengaja melihat pun juga tak tinggal diam, Dia segera mengendarai mobil untuk mengikuti Kesya.


Di Apartemen


Tiba-tiba keluar seorang wanita cantik tersenyum ramah kepada Raka, Raka yang selama ini dingin terhadap Wanita pun kini terlihat ramah terhadap Wanita tersebut. Kesya pun semakin mencurigai Raka.


"Siapa sebenarnya Wanita itu? apa itu wanita yang kemarin mengangkat telepon." Batin Kesya.


Tiba-tiba keluar Anak Laki-laki membawa ponsel Raka dan memberikannya kepada Raka.


"Ternyata benar, Ponsel Mas Raka ketinggalan di rumah Wanita itu. Tapi Anak itu siapa, sebenernya ada hubungan apa Mereka?" Itulah yang kini memenuhi pikiran Kesya.


Kemudian Wanita tersebut mengajak Raka untuk masuk kedalam Apartemen tersebut, Kesya benar-benar kecewa melihat hal itu. Dia akhirnya memutuskan untuk kembali ke Rumah.


Meyra yang bersembunyi terkejut ketika melihat Prisa, Ia pun melihat bahwa Kesya nampak cemburu melihat Prisa dan juga Raka.


"Sepertinya, Kesya gak tau siapa sebenarnya Prisa itu. Kelihatannya ada kesalahpahaman diantara Mereka. Ini bagus, Aku bisa manfaatin ini untuk membuat rumah tangga Mereka hancur." Batin Meyra tertawa dalem hatinya, benar-benar manusia licik.


Di Kamar Raka


Malam telah tiba, setelah acara pengajian Raka dan Kesya memasuki kamar untuk beristirahat. Kesya mencoba bertanya kepada Raka, berharap Raka akan jujur kepadanya.

__ADS_1


"Kamu tadi kemana Mas? Kayaknya Aku lihat Kamu keluar pake mobil." Tanya Kesya.


"Tadi? oh itu tadi Aku ke toko sebentar, beli sesuatu." Raka mencari alibi.


"Oh." Jawab Kesya berpura-pura percaya dengan kebohongan Raka.


"Maafin Aku Key, Aku belum bisa cerita ke Kamu sekarang. Ini bukan saat yang tepat untuk cerita betapa kejamnya Mami." Batin Raka yang merasa bersalah.


Kesya berdiri dan melangkah menjauhi ranjang.


"Lho Kamu mau kemana?" Tanya Raka.


"Aku mau keluar sebentar Mas, Aku mau lihat bintang." Jawab Kesya lesu.


"Kalo gitu biar Aku temenin." Raka hendak bangkit dari duduknya, tetapi Kesya melarangnya.


"Gak usah Mas, tolong biarin Aku sendiri. Aku lagi pengen sendiri Mas." Pinta Kesya.


"Yaudah kalo itu yang Kamu mau, Telpon Aku kalo ada apa-apa." Pinta Raka.


Kesya hanya mengangguk, kemudian Ia keluar dari kamar. Ia duduk di taman rumah sembari menangis dengan menatap bintang.


Meyra yang baru saja kembali dari dapur melihat Kesya yang tampak merenung, Ide licik kemudian muncul di pikirannya.


Ia menghampiri Kesya dan duduk disebelahnya.


"Kesya, kok Kamu belum tidur?" Tanya Meyra.


"Iya, Aku belum bisa tidur." Jawab Kesya berusaha terlihat tegar, Ia menghapus air mata yang mengalir di pipinya.


"Kamu yang sabar ya Key." Meyra berpura-pura baik.


"Makasih Mey." Ucap Kesya.


"Sebenarnya Aku mau tanya sama Kamu, emang iya sekarang mantan Raka tinggal di kota ini?" Meyra mulai memancing Kesya. Hal yang sepatutnya tidak perlu dibicarakan disaat berduka seperti ini.


"Mantan?" Kesya sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan Meyra, tetapi Ia berfikir mungkin bisa mendapatkan Informasi dari Meyra yang telah mengenal Suaminya lama.


"Jangan-jangan Kamu gak pernah dikasih tau tentang masa lalu Raka. Ya ampun, lupain aja deh kata-kata Aku tadi. Aku balik ke kamar dulu ya." Ucap Meyra yang sebenarnya berniat memancing rasa penasaran Kesya.


"Tunggu Mey, tolong Kamu kasih tahu Aku. Masa lalu yang Kamu maksud tadi." pinta Kesya yang mulai penasaran.

__ADS_1


"Tapi Kamu janji Kamu gak akan kecewa ya." Pinta Meyra, Kesya hanya menganggukkan kepalanya.


"Sebenarnya dulu Raka itu punya pacar dan pacarnya itu hamil. Setelah itu perempuan itu menghilang lama, dan sekarang kayaknya Dia muncul lagi, soalnya kemarin Aku lihat Raka ketemu sama perempuan itu dan anak kecil." Ucap Meyra merasa puas karena pancingannya tepat sasaran, Ia berfikir saat ini pasti Kesya tengah berfikir buruk tentang Raka.


__ADS_2