Anak Genius: Milikku Milikmu.

Anak Genius: Milikku Milikmu.
Tragedi


__ADS_3

Di Luar Pesta


"Siallllll, kita bener bener dibuat malu sama mereka." Umpat Bu Lisa.


"Jadi kalian bener yang udah menjebak Kesya? kalian benar benar jahat. Lani saat ini juga aku talak kamu." Ucap Billi Kemudian meninggalkan mereka berdua.


"Mas jangan talak aku dong, kita bisa omongin ini baik baik." ucap Lani.


"Gak ada yang perlu diomongin lagi, apa yang udah kalian lakukan Bener bener udah keterlaluan." Ucap Billi Kemudian meninggalkan Lani.


"Siallllll Kenapa kita jadi sial gini si Ma, pokoknya aku gak rela kalo harus kehilangan Harta kalo soal mas Billi si aku gak peduli, Cowok yang mau sama aku banyak." Ucap Lani.


"Sayang kayaknya kita harus bikin rencana deh. Supaya Harta itu tetep jadi milik kita." ucap Bu Lisa.


"Rencana apa Ma?" Tanya Lani.


"Sini mama bisikin." kemudian Mereka berbisik merencanakan hal buruk untuk Kesya.


Di pesta Resepsi


Kesya tengah duduk di bangku yang telah dipersiapkan, Kemudian salah seorang pelayan datang menghampirinya.


"Nyonya maaf ada orang mencari Nyonya diluar." ucapnya.


"Siapa?" tanya Kesya.


"Katanya Temen dari almarhum ayahnya Nyonya Kesya, sudah saya suruh masuk tapi orangnya gak mau." Ucapnya.


"Yaudah biar saya temuin, terimakasih ya." Kesya Kemudian bergegas keluar mencari orang tersebut.


Tiba tiba saja dari belakang ada sekelompok preman yang membungkam mulut Kesya dengan kain yang telah diberi obat tidur, sehingga Kesya tertidur. Preman preman tersebut kemudian memasukkan Kesya kedalam mobilnya.


Fillia yang saat itu sedang mengangkat telepon dan keluar dari ruangan melihat Kesya dimasukkan kedalam mobil dan dibawa oleh mobil tersebut.


"Kesyaaaa, Woii stop gak." Fillia berusaha mengejar tetapi tidak bisa.


"Gawat aku harus kasih tau Raka." Fillia bergegas berlari masuk kedalam ruangan dan menemui Raka.


"Raka gawat Ka." Ucap Fillia.


"Gawat kenapa si?" tanya Raka.


"Kesya ka, Kesya." Fillia terbata bata.


"Iya Kesya kenapa? tenang dulu dong." pinta Raka.


"Kesya diculik Ka, dia dibawa pergi mobil." ucap Fillia.


"Apa? berapa plat mobilnya dan gimana cirinya?" tanya Raka.


"Platnya xxxxxx warna cokelat." jawab Fillia.


"Ayo kita cari mobil itu, Toni kerahkan semua bodyguard. Fillia kamu ikut aku." Pinta Raka.


"Iya Ka." kemudian mereka bergegas mencari keadaan Kesya.

__ADS_1


Di sebuah rumah kosong.


Kesya mulai tersadar dari tidurnya, Badannya benar benar lemah, tangannya terikat.


"Dimana aku? kenapa tempat ini gelap sekali." batin Kesya ia berpura pura masih tertidur.


dilihatnya Dua orang pria kekar masuk menjaganya.


"Wah ternyata tawanan kita cantik banget ya, sayang ni kalo nggak dicicipi." Ucap penjahat A.


"Iya sayang banget, tapi Bos bilang kita boleh apa apain dia kan, jadi gimana kalo kita cicip dulu sebelum kita Bunuh." Ucap Penjahat B.


"Ide bagus, tapi kalo dia gak sadar mah gak seru." ucap Penjahat A.


"Yaudah Kita bangunin Paksa aja, kita santap sama sama." Ucap Penjahat B.


"Ide bagus, ayo kita bangunin." Ajak penjahat A.


Kemudian mereka menghampiri Kesya.


"Ya Allah aku harus gimana sekarang?" batin Kesya.


"He Nona cantik bangun, ayo bangun." Ucap penjahat A menendang kaki Kesya.


Kesya pun pura pura terbangun dan terkejut.


"Kalian siapa? Kenapa saya ada disini" Protes Kesya.


"Kenapa? untuk bermain dengan kita dong," jawab penjahat A.


"Jangan sok gak tau deh, yuk main yuk." Ucap penjahat B mencoba memegang pipi halus Kesya.


"Jangan sentuh saya, atau kalian gak akan diampuni sama suami saya." bentak Kesya.


tiba tiba Hp Kesya yang berada di saku gaunnya bergetar.


"Ada telepon, siapapun dia aku harus minta bantuan. tapi aku harus mengalihkan perhatian mereka agar aku bisa menekan tombol terima panggilan." batin Kesya.


"Lihat suamiku bener bener datang buat selametin aku." Ucap Kesya.


para penjahat itupun reflek melihat kearah pintu, dengan sigap Kesya mengangkat teleponnya.


"Mana gak ada kamu bohong ya, suami ku gak akan tau kamu dimana? mereka gak akan berfikir untuk mencari kamu di rumah tengah hutan " Ledek penjahat A kemudian tertawa terbahak bersama penjahat B.


"Jadi kalian bawa aku ke tengah hutan. Balikin aku kerumah sekarang." bentak Kesya.


"Siapapun yang sekarang menelevon aku, semoga dia mau membantu." batin Kesya.


"Kita bakal balikin kamu, tapi bukan kerumah." ucap Penjahat A.


"Tapi ke akhirat." Sambung penjahat B diikuti gelak tawa dari mereka.


"Penjahat, aku salah apa sama kalian, Siapapun tolong." Teriak Kesya.


"Sttttt daripada kamu menghabiskan waktu untuk berteriak gak guna, gak akan ada yang denger. lebih baik tenaga kamu kamu gunain untuk main sama kita.hahahhahahahha." ucap Penjahat B.

__ADS_1


"Aku gak akan mau." bentak Kesya.


"Kalo kamu gak mau yaudah kita terpaksa bermain sendiri walaupun tanpa kemauan kamu. itu mungkin bakal lebih seru.hahahahahahaha." Ucap penjahat A yang mulai memegang dress milik Kesya.


"Lepasin, jangan berani sentuh aku." Kesya menendang barang berharga milik Penjahat tersebut.


"Awwwww ternyata kamu bener bener galak ya, tapi gak papa." Ucap Penjahat A yang mulai emosi Kemudian menarik kain lengan Kesya hingga robek.


"Hahahahahahahaha Sekarang kamu gak bisa apa apa." ledek Penjahat B.


"Kalian bener bener biadab" Umpat Kesya berusaha melepaskan ikatan tangannya.


Penjahat itu mendorong Kesya hingga terbaring di atas lantai.


"Ahahaha Sekarang kamu nikmati permainan ini ya, sebelum kamu pergi ke neraka." Ucap Penjahat A.


"Buruan ya, nanti giliran gue." ucap penjahat B


"Tenang aja" jawab Penjahat A.


"Lepasinnnnnnnn" Teriak Kesya yang memekakkan telinga Penjahat A.


"Brakkkkk." Suara pintu didobrak. semua langsung menoleh kearah pintu.


"Berani beraninya menyentuh milik Raka prawira. kalian udah bosan hidup ya." Ucap Raka di tengah pintu.


"Siapa kamu ganggu kesenangan kita aja." Ucap penjahat A.


Kemudian Raka bergegas memukuli kedua penjahat tersebut hingga terjatuh di lantai.


Ia bergegas menyusul Kesya dan melepaskan ikatannya. Raka mencopot Jas miliknya kemudian memakaikannya untuk menutupi lengan Kesya.


"Makasih kamu udah datang untuk selametin aku. aku takut banget." ucap Kesya spontan memeluk Raka.


"Ayo kita pergi dari sini, biar nanti mereka diurus sama Toni."Raka menuntun Kesya menuju keluar.


Tiba tiba saja sang penjahat berdiri, Raka menyadari hal tersebut dan dilihatnya penjahat telah bersiap menusuk Kesya dengan pisaunya.


Raka yang merasa khawatir tanpa berfikir panjang menarik Kesya kedalam pelukannya Sehingga pisau tersebut mengenai punggungnya.


"Jressss" pisau itu menusuk bagian punggung Raka.


"Raka....." teriak Kesya.


"Bosss " Toni berlari menuju tempat tersebut diikuti oleh pengawalnya.


Darah mengalir dari luka Raka, Raka terjatuh dan pingsan.


"Raka bangun Raka, kenapa kamu harus lakuin ini si? Kenapa kamu korbanin diri kamu sendiri. " Tangis Kesya.


"Kalian semua bawa mereka ke kantor polisi sekarang biar Boss Raka aku yang urus." Ucap Toni.


"Ton ayo ton kita harus segera bawa Raka kerumah sakit. kamu harus bertahan Raka aku yakin kamu kuat." Ucap Kesya.


bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2