
Di kamar
Raka menarik nafas panjang sebelum ia menceritakan apa yang sebenarnya ia bicarakan di telpon tadi.
"Lebih baik Kesya gak tau tentang masa lalu yang udah buat keluarga aku berantakan. Aku gak mau dia jadi kepikiran." Batin Raka.
" Key, sebenernya itu tadi aku cuma bantuin temen aku untuk cari seseorang aja kok, gak ada yang aku sembunyiin dari kamu." Jawab Raka.
"Bohong, walaupun aku gak ada rasa sama kamu, tapi aku gak mau ya kalo sampe kamu duain aku aku gak ikhlas." Protes Kesya.
"Ohhh kamu pikir aku bohong, kamu bilang kamu gak ada rasa sama aku tapi kok kamu cemburu si?" Tanya Raka menggoda Kesya.
"Siapa yang cemburu aku tu serius, inget ya kalo sampai kamu punya wanita lain kamu harus pikirin Ara dan Ari dong. Gimana nasib mereka, itu bisa jadi contoh yang gak baik buat mereka." Protes Kesya.
"Tenang aja, aku cuma mau membuka hati buat kamu kok. Udah gak usah negatif thinking terus." Jawab Raka.
"Awas aja kalo sampe kamu ketahuan punya wanita lain. Aku akan bawa pergi anak anak." Ancam Kesya.
"Sadis banget si." Ucap Raka tertawa.
"Kok kamu malah ketawa si? Aku tu serius yaudah kalo gitu biar aku ajak pergi anak anak sekarang aja." Kesya kemudian berdiri dari duduknya Raka pun menarik tangan Kesya.
"Kenapa si? Sensitif banget. Jangan jangan kamu hamil ya." Ucap Raka tertawa.
"Hamil? Kamu jangan bercanda terus deh, gak lucu tau nggak. Lepasin tangan aku." Ucap Kesya.
Kemudian Raka menarik tangan Kesya hingga Kesya kembali terduduk di tepi ranjang.
Raka memegang wajah Kesya dan menatapnya penuh dengan ketegasan.
"Lihat dan tatap mata aku, aku sama sekali gak pernah mendekati wanita lain selain kamu, apa aku kelihatan sedang menutupi sesuatu?" Tanya Raka.
Matanya penuh dengan ketegasan sehingga Kesya memutuskan untuk percaya kepada Raka.
"Yaudah iya aku percaya sama kamu, tapi awas aja kalo kamu ketahuan bohong." Ancam Kesya lagi.
Raka memeluk tubuh istrinya kemudian tersenyum.
"Aku gak akan pernah membiarkan kalian pergi lagi. Aku udah gak punya siapa siapa lagi di hidup aku." Ucap Raka.
Kesya merasa pelukan Raka yang menenangkan dan menghangatkan.
"Entah kenapa bersama kamu aku merasa aman dan dilindungi." Batin Kesya.
"Yaudah mending sekarang kita bahas acara resepsi pernikahan kita aja, kamu masih inget dong kita akan balas dendam ke ibu tiri kamu dan kakak tiri kamu. Jadi ayo kita bahas sekarang." Ajak Raka.
"Balas dendam tapi gimana caranya?" Tanya Kesya.
"Kita minta mereka untuk menyerahkan apa yang seharusnya menjadi milik kamu." Ucap Raka.
__ADS_1
"Emang semudah itu?" Tanya Kesya.
"Ya kalo buat aku si semua itu mudah." Jawab Raka.
"Tapi aku udah putusin kayaknya aku akan serahin kepemimpinan perusahaan ayah aku ke orang yang udah berjasa di kehidupan aku." Ucap Kesya.
"Hah emang siapa yang udah berjasa di kehidupan kamu? Cowok?" Tanya Raka.
"Kamu lupa ya, Fillia dong jelas, dia itu udah nemenin aku dari anak anak belum lahir sampe mereka udah besar. Dia nemenin aku bantu ngrawat anak anak walaupun dia gak aku bayar sekalipun. Dia itu orangnya cerdas aku yakin dia bisa mimpin perusahaan." Ucap Keysa.
"Ide bagus, oke aku akan bantu kamu untuk ambil hak kamu. Yaudah sekarang udah malam, kamu tidur ya. aku juga udah capek banget." Jawab Raka kemudian membaringkan tubuhnya dan mulai memejamkan matanya.
Kesya menatap wajah Raka yang tengah tertidur.
"Rasanya aku masih gak percaya sama jawaban dia, aku tau dia pasti nyembunyiin rahasia dari aku." batin Kesya.
di ruang makan
Pagi telah tiba Raka tengah makan bersama Ara dan Ari.
"Kakak mau pake selai apa?" tanya Raka kepada Ari.
"Aku coklat aja Yah." jawab Ari.
"Ayah, Mama mana kok belum tulun?" tanya Ara sambil mencomot roti miliknya.
Kesya berjalan menuju ruang makan dengan tergesa-gesa.
"Aduh maaf ya Mama kesiangan, jadi gak sempet masak buat kalian deh." ucap Kesya.
"Tenang aja, mereka udah sarapan roti kok." jawab Raka.
"Yaudah kalo gitu, syukurlah." ucap Kesya lega.
"Oh iya Kamu sekarang siap siap ya, hari ini kita gak usah berangkat kerja." ucap Raka.
"Loh kok gak kerja emang kenapa?" tanya Kesya kebingungan.
"Kamu lupa ya, resepsi kita itu sebentar lagi. Undangan udah jadi. jadi nanti aku mau ajak kamu bagiin undangan, dan kita akan ke rumah nenek lampir." ucap Raka.
"Nenek lampil? ihh ngapain ayah sama mama kesana." ucap Ara.
"Anak kecil gak usah tau, udah buruan sarapannya dihabisin biar kenyang." jawab Raka.
"Yaudah kalo gitu aku siap siap dulu deh." ucap Kesya Kemudian kembali menuju kamarnya.
Di mobil.
Raka memarkirkan mobilnya di rumah yang penuh dengan kenangan buruk bagi Kesya.
__ADS_1
"Ayo kita turun, kok kamu cuma diem aja" ajak Raka menatap Kesya yang tengah melamun melihat rumah tersebut.
"Are you okay?" tanya Raka.
"Iya aku gak papa, aku cuma keinget sama kenangan buruk aku dulu. rumah ini bener bener menyeramkan buat aku." jawab Kesya.
Raka menggenggam tangan Kesya dengan erat.
"Kamu gak perlu takut, kamu gak sendirian. disini ada aku Raka Prawira yang akan jagain kamu. aku gak akan biarin siapapun sakitin dan ganggu keluarga aku." ucap Raka menatap mata Kesya dengan penuh ketulusan.
"Lelaki ini, ternyata sebenernya baik banget." batin Kesya.
"Aku belum siap buat ketemu sama mereka lagi." jawab Kesya.
"Kamu harus perlihatkan sama mereka kalau kamu udah berubah, sekarang kamu adalah wanita kuat yang gak bisa ditindas." Ucap Raka.
Kesya terdiam dan membenarkan perkataan Raka didalam hatinya. ia berusaha bangkit.
"Jadi gimana? kita mau turun atau terus di mobil?" tanya Raka.
"Iya kita turun, aku udah siap ketemu mereka." Jawab Kesya tersenyum manis.
"Nah gitu dong, kalau senyum manis. walaupun wanita paling manis itu Ara, kamu yang kedua." ucap Raka Kemudian keluar dari mobil dan bergegas membuka pintu mobil untuk Kesya.
"Raka, kayaknya aku mau masuk sendiri dulu deh." pinta Kesya.
"Sendirian? kamu yakin?" tanya Raka.
"Yakin, nanti kamu masuk belakangan gak apa apakan?" tanya Kesya.
"Gak masalah, aku tunggu diluar." jawab Raka.
Kesya menarik nafas panjang, melangkahkan kakinya menuju rumah yang pernah menjadi penjara baginya. rumah yang penuh dengan kenangan buruk didalamnya.
"Tok tok tok" Kesya mengetuk pintu rumah tersebut.
"Ceklek." suara pintu dibuka, seorang pria tengah berdiri membuka pintu untuk Kesya.
"Kesya." ucap pria tersebut.
"Mas Billy." Kesya terkejut melihat lelaki yang berada didepannya.
lelaki tersebut kemudian memeluk Kesya dengan sangat erat.
bersambung.......
wah rahasia lagi??? siapa itu bang Billy???? yuk kepoin terus.
apa juga rahasia si Raka???
__ADS_1