Anak Genius: Milikku Milikmu.

Anak Genius: Milikku Milikmu.
BAB 77 DIBALIK LAYAR


__ADS_3

Kesya dan Fillia saling memberi kode kemudian tersenyum.


"Biar Aku ceritain semuanya dari awal." Ucap Fillia Kemudian semua kini fokus ingin mendengarkan penjelasan dari Fillia.


*Flashback*


Kejadian bermula ketika Kesya dibawa paksa oleh para penculik.Saat itu, Fillia dan Ari melihat kejadian tersebut. Tetapi karena merasa tak dapat menolong Kesya, Merek pun hanya bisa mengikuti kemana Kesya dibawa.


Ari dan Fillia tiba di pemakaman Ara, Merek melihat bahwa Kesya tengah dibawa oleh tiga Pria dengan perawakan yang garang.


"Tante, itu bukannya Mama. Siapa Mereka? Kenapa Mereka tarik Mama. Jangan-jangan Mereka mau jahatin Mama." Ucap Ari merasa marah, Ia hendak menghampiri Kesya tetapi ditarik oleh Fillia untuk bersembunyi.


"Ari, jangan sembarangan melakukan sesuatu." Protes Fillia tidak ingin Ari bertindak gegabah.


"Tapi Ari kan kuat Tante, Ari harus lindungi Mama." Ucap Ari.


"Nggak Ari, Tante nggak akan biarin Kamu lakuin itu. Dengerin Tante, Tante tahu Kamu kuat. Tapi kalau nanti misalnya Kamu kalah, Mama Kamu gak akan ada yang menyelamatkan." Ucap Fillia menasehati Ari.


"Terus Kita harus gimana Tante?" Tanya Ari kemudian.


"Kita awasi dari kejauhan dulu, nanti setelah dirasa aman. Kita selamatkan Mama Kamu." Saran Fillia, Ari pun mengikuti permintaan Fillia.


Mereka terus mengikuti Kesya, hingga Penjahat itu memarkirkan mobilnya dan kembali menarik Kesya hingga ke sebuah sungai.


Ari dan Fillia memilih bersembunyi di balik pohon. Mereka terkejut ketika melihat Meyra ikut dalam segerombolan penjahat tersebut.


"Itukan Tante Meyra, jadi Dia yang berniat jahat sama Mama." Ucap Ari marah.


"Ternyata, dalang dibalik ini semua adalah Dia." Ucap Fillia menahan amarahnya.


Mereka menyaksikan Kesya yang tengah beradu mulut dengan Meyra di atas sampan yang kini telah berada di tengah sungai. Tetapi Mereka tidak dapat mendengarkan dengan jelas karena jarak yang terlalu jauh.


"Byurrrrrrrr" Ari dan Fillia terkejut ketika Para penjahat mendorong tubuh Kesya hingga jatuh kedalam sungai. Fillia dengan sigap membekap mulut Ari yang hendak berteriak.


"Stttt jangan sampai Kita ketahuan. Lebih baik sekarang Kita tolong Mama Kamu." Ucap Fillia.


"Caranya gimana Tante?" Tanya Ari.


Fillia pun mengajak Ari berenang lewat tepi yang lain untuk menolong Kesya, Ia berharap Mereka tidak akan ketahuan.

__ADS_1


Harapan Fillia benar-benar terjadi, setelah menenggelamkan Kesya, Para penjahat langsung meninggalkan sungai tersebut. Fillia dan Ari pun memiliki kesempatan untuk menolong Kesya. Ari melihat Kesya dan mencoba menolongnya.


Ari dan Meyra membawa Kesya yang tak sadarkan diri ke tepi Sungai.


"Ma, bangun Ma." Rengek Ari. Fillia mencoba memberikan pertolongan pertama kepada Kesya, tetapi Kesya tidak juga sadar.


"Tante, ini gimana Tante?" Rengek Ari yang takut kehilangan Kesya.


"Ari, tolong bantu Tante bawa Mama Kamu ke rumah Tante ya." Ucap Fillia mencoba mengangkat Kesya.


"Iya Tante." Ari akhirnya membantu Fillia membawa Kesya masuk ke dalam mobilnya.


Fillia membawa Kesya masuk ke kamarnya, Ari terus setia menemani Kesya disampingnya.


"Ari, Tante coba telvon dokter dulu." Ucap Fillia kemudian menelpon dokter yang Ia kenal yaitu Dokter Dimas. Mereka kenal saat Fillia masuk rumah sakit.


"Halo Dok, bisa gak kalo Dokter Dateng ke rumah Saya." Pinta Fillia.


Dokter Dimas setuju untuk membantu Fillia. Fillia menutup teleponnya. Ia melihat Kesya yang tak berdaya.


"Ari, Kamu ganti baju ya. Baju Kamu basah semua, biar Tante ganti baju Mama Kamu." Ucap Fillia.


Setelah menunggu, Akhirnya Dokter Dimas datang ke rumah Fillia. Ia terkejut ketika melihat Kesyalah yang membutuhkan bantuannya.


"Kesya." Ucap Dokter Dimas.


"Dokter kenal sama Dia?" Tanya Fillia.


"Saya sempat ngobrol sebentar sama Dia." Ucap Dokter Dimas.


"Tolong periksa Dia Dok." Pinta Fillia.


"Dok, tolong Mama Saya." Ari memohon dengan tulus.


"Saya akan lakukan yang terbaik." Ucap Dokter Dimas kemudian memeriksa Kesya.


"Kesya gak apa-apa, mungkin besok atau lusa Dia tersadar." Jawab Dokter Dimas.


"Tante, Ari mau disini sama Mama ya, Ari gak mau pulang. Ari mau nemenin Mama." Pinta Ari memohon kepada Fillia.

__ADS_1


"Ari, Kamu harus dengerin perintah Tante demi Mama Kamu." Ucap Fillia memegang kedua pundak Ari dan menatapnya.


"Kamu mau kan bantuin Mama?" Tanya Fillia yang dibalas dengan anggukan dari Ari.


"Tante Meyra punya niat jahat sama Mama Kamu, jadi Kita harus bersandiwara dan bermain cantik." Ucap Fillia.


"Jadi Ari harus gimana Tante?" Tanya Ari yang mulai mengerti Ia harus mendengarkan perintah Fillia.


"Apapun yang terjadi nanti, Kamu harus berpura-pura seolah gak tau tentang Mama Kamu. Kamu ngerti kan?" Ucap Fillia.


"Ari mengerti Tante, Tapi Ari boleh kan main ketemu Mama." Pinta Ari.


"Boleh dong, nanti Tante akan selalu jemput Ari untuk menemui Mama." Janji Fillia pada Ari.


*Flashback end*


Fillia berhenti bercerita dan Raka pun menanggapinya.


"Jadi waktu Ari pulang dengan baju kotor dan lusuh itu karena itu?" Tanya Raka.


"Iya, dan kematian Kesya. Aku yang udah rekayasa semuanya. Demi melindungi Kesya dari kejahatan Meyra, karena Aku tau Dia gak akan berhenti menjalari Kesya, kalo Dia tahu ternyata Kesya masih hidup." Ucap Fillia.


"Aku yang udah suruh Pak Karyo untuk nelvon Aku saat sama Kamu cari Kesya, Aku juga yang udah atur semuanya. Seolah rencana jahat Meyra berhasil." Jawab Fillia.


"Ari selalu datang ke rumahku, untuk bertemu sama Kesya. Kita terus mencoba mencari cara untuk membongkar semua kejahatan Meyra. Tapi Kita kesulitan, sampai suatu waktu. Ketika Kesya mencoba membuntuti Meyra. Kesya melihat bahwa Bu Lidya kecelakaan. Kesyapun menolong Bu Lidya. Kesya menyelamatkan Bu Lidya yang masuk ke dalam jurang waktu itu. Dan akhirnya Kita menemukan titik terang untuk balas dendam sama Meyra." Fillia bercerita panjang lebar.


"Betul sekali, waktu itu Kesya menolong Mami dari kecelakaan. Mami gak tahu kalau gak ada Kesya mungkin Mami udah mati di dalam mobil itu." Ucap Bu Lidya.


"Setelah diselamatkan, Kesya membawa Mami ke rumah sakit. Kesya memberitahu bahwa Meyra itu sebenarnya orang yang licik. Akhirnya Kami pun bersekongkol untuk menjebak Meyra." Ucap Bu Lidya.


* flashback*


"Kamu, Kamu masih hidup? ini beneran Kamu?" Tanya Bu Lidya yang tidak percaya bahwa orang yang telah menolongnya adalah Kesya.


"Iya Mi, ini Kesya. Mami gak papa kan?" Tanya Kesya. Tiba-tiba Bu Lidya tidak sadarkan diri.


"Mi, bangun Mi." Kesya mencoba mengguncang tubuh Bu Lidya pelan.


Karena merasa bingung, Kesya pun mengambil ponselnya dan menghubungi Fillia.

__ADS_1


"Halo Fil, tolong Aku. Ada orang kecelakaan Kamu dateng ke tempat Aku sekarang ya. Aku kirimi lokasinya." Ucap Kesya kemudian mengirim alamat saat ini.


__ADS_2