Anak Genius: Milikku Milikmu.

Anak Genius: Milikku Milikmu.
Prewedding


__ADS_3

Jam makan siang telah tiba, Raka bergegas keluar dari ruangannya. Nia yang melihat itu dibalik kaca langsung keluar untuk menyapa Raka.


"Selamat siang Pak Raka,Bapak pasti mau makan siang dengan Kesya ya." sapanya.


"Betul sekali." jawab Raka.


"Baik kalau begitu, boleh saya ikut karena kebetulan saya juga mau makan siang dengan Kesya " Ucapnya tanpa Ragu.


"Maaf untuk hari ini, saya mau pergi dengan Kesya saja. kamu bisa tunda lain kali kan?" tanya Raka.


"Oh iya Pak, baik gak papa biar saya tunda dulu." jawab Nia.


"Bagus kalau gitu, saya duluan." Raka kemudian berjalan menuju ruangan Kesya.


"Kenapa Kesya jadi sangat beruntung." batin Nia.


Di ruangan Kesya.


Raka masuk ke ruangan Kesya tanpa permisi, kemudian duduk di kursi depannya.


"Mau sampai kapan kerja, ini udah jam makan siang lho." tanya Raka.


"Ngapain kamu kesini? tanggung ni tinggal revisi sedikit." jawab Kesya.


"Ya mau ajakin kamu makan siang dong. lagian kamu lupa ya kalau kamu ada janji sama Nia." Raka mengingatkan.


"Yaampun Iya aku lupa." Kesya bergegas menutup laptopnya dan mengambil tasnya.


"Eh mau kemana?" tanya Raka menahan tangan Kesya.


"Mau susul Nia dong." jawab Kesya.


"Udah gak perlu, mending sekarang kamu ikut aku aja. aku udah bilang sama dia kalau makan siang kalian di cancel karena kamu harus pergi sama aku." Jawab Raka.


"ikut? emang kita mau kemana si?" tanya Kesya.


"Udah ikut aja. jangan banyak nanya." jawab Raka kemudian menarik tangan Kesya keluar dari ruangannya.


Di kantor polisi.


Fillia mendorong kursi roda milik ibu tersebut. kemudian ibu Anis memegang tangan Fillia.


"Terimakasih ya Nak, kamu sudah tolong Ibu. Ibu gak tau kalo gak ada kamu gimana jadinya nasib ibu." ucap Bu Anis.


"Sama sama Bu, yaudah ibu tenang aja ya, sebentar lagi pasti ibu akan kembali ke keluarga Ibu." Ucap Fillia.


"Iya Alhamdulillah." ucap Bu Anis.


kemudian mereka membuat laporan di kantor polisi. Bu Anis pun diinterogasi.


Setelah lama berbincang dengan polisi akhirnya Polisi tersebut bersedia mengantarkan Ibu itu kembali ke rumahnya. Fillia menemani Ibu itu hingga sampai di rumahnya.


Mobil berhenti di Rumah mewah dengan 3 lantai.


seorang Polisi mengetuk pintu rumah tersebut. Seorang gadis keluar menyambutnya.


"Selamat siang Bu, apa benar ini rumah dari saudara Rasya ?" tanya Seorang polisi tersebut.

__ADS_1


"Benar, ada apa ya Pak?" tanya seorang gadis tersebut.


"Ada apa ini?" Tanya seorang pria yang bernama Rasya.


"Apa benar Ibu Anis adalah Ibu dari saudara Rasya?" tanya seorang lagi.


"Iya benar Pak, apa Ibu saya sudah ditemukan?" tanya Rasya.


"Ya Kami datang untuk mengantarkan beliau." jawab seorang polisi.


Rasya kemudian berlari keluar dan melihat Ibunya tengah menunggu di halaman depan.


"Ibuuuu" Rasya memeluk Ibunya itu.


"Rasya, Alhamdulillah Nak akhirnya Ibu masih bisa ketemu sama kamu. Ibu kira ibu udah gak akan ketemu sama kamu." Ucap Ibu Anis.


"Ibu, syukurlah Ibu udah kembali." sapa Wanita yang tadi membuka pintu.


"Vita, Alhamdulillah Ibu akhirnya ketemu, aku seneng banget." Ucap Rasya.


"Oh iya Nak, kenalin ini Fillia yang udah nolongin Ibu." ucap Bu Anis.


"Terimakasih karena sudah menolong Ibu saya." Rasya mengulurkan tangannya.


"Iya sama sama Mas, saya cuma melakukan apa yang memang seharusnya dilakukan aja kok." Fillia menerima jabatan Rasya.


"Nama Saya Rasya, jadi kamu minta imbalan berapa?" tanya Rasya.


"Saya Fillia, Oh gak usah Mas. Saya ikhlas nolong Bu Anis." jawab Fillia.


Kemudian Rasya melihat surat lamaran kerja yang dibawa Fillia.


"Iya Mas." Jawab Fillia.


"Kamu mau jadi karyawan di kantor saya? kebetulan kita sedang membuka lowongan." tawar Rasya.


"Alhamdulillah Mau Mas, saya mau banget." jawab Fillia tidak menyia nyiakan kesempatan.


Di mobil.


"Ini kita mau kemana si Ka?" tanya Kesya.


"Kita mau foto prewedding." jawab Raka.


"Hah, Prewedding. Kamu serius?" tanya Kesya.


"Serius dong Key, Kita itu harus segera buat undangan jadi kita harus foto prewedding hari ini." jawab Raka.


"Kenapa si kamu selalu aja lakuin semuanya itu mendadak." protes Kesya


"Aku ini orangnya sat set sat set. jadi ya emang serba dadakan." jawab Raka.


Mobil mereka berhenti di sebuah gedung pemotretan.


Mereka keluar dari mobil kemudian menemui pemilik gedung tersebut.


"Baik sebelum kita mulai pemotretan, silahkan untuk mencoba gaun terlebih dahulu. kemudian baru make up." ucapnya.

__ADS_1


"Yaudah Pilihan dia gaun yang paling bagus ya mbak, harga gak menjadi masalah." Jawab Raka.


"Baik Pak, kami akan memberikan yang terbaik. Mari ikut kami." ajak orang tersebut kepada Kesya.


Kesya hanya menurut dan mengekor di belakang penata tersebut.


Sembari menunggu Kesya untuk di make up. Raka duduk sambil membaca gadget miliknya.


Lebih dari satu jam Raka menunggu ia sampai bosan. akhirnya sang penata keluar dari balik gorden.


"Mbak Kesya, benar benar cantik." puji penata tersebut. Raka hanya tersenyum.


Kemudian Kesya keluar dengan anggun. ia terlihat sangat cantik dengan sapuan make up dan gaun yang sangat mewah. membuatnya menjadi seperti seorang putri.


"Bagaimana Pak, apa bapak puas dengan pelayanan kami?" tanyanya.


"Oke udah bagus." jawab Raka.


"Baik sekarang mari kita mulai sesi pemotretan." ucapnya.


Raka menyusul dan menggandeng Kesya. Karena Kesya kesulitan memakai gaun yang amat panjang.


"Baik mari kita mulai pemotretannya ya." kata seorang Fotografer.


Kesya dan Raka terlihat kaku, sang fotografer pun turun tangan mengatur posisi mereka. Mereka berhadapan. Kedua tangan Raka diletakkan di belakang pinggang Kesya. dan kedua tangan Kesya diletakkan di bahu Raka.


"Yak saling bertatapan ya, senyum." ucap sang fotografer.


" Kamu kelihatan cantik." puji Raka.


"Emang kamu baru sadar kalau aku cantik." Kesya menyombongkan diri.


"Ternyata kamu sangat percaya diri ya." ucap Raka tertawa.


"Oh iya dong jelas, tapi itu emang kenyataannya kan." Jawab Kesya.


"Kalo menurut kamu, aku gimana? ganteng kan pastinya." ucap Raka percaya diri.


"Idih kamu juga terlalu percaya diri. menurut aku kamu biasa aja." jawab Kesya.


"Jadi menurut kamu Ari itu biasa aja?" tanya Raka.


"Ari itu tampan banget dong jelas dia kan anak aku." jawab Kesya.


"Kalo Ari menurut kamu tampan berarti aku juga tampan dong. karena Ari itu fotokopian dari aku." ucap Raka penuh kemenangan.


"Enak aja, dia mirip aku lah." jawab Kesya.


mereka terus berdebat dengan berbisik.


"Semua juga tahu kalo dia mirip aku." ucap Raka.


"Enak aja mirip aku. Aku kan Ibunya." Kesya Tak terima.


"Aku Ayahnya." Raka tak mau kalah.


"Yak bagus. ganti pose ya." kata fotografi tersebut.

__ADS_1


bersambung......


__ADS_2