
Mentari telah menampakkan sinarnya, pertanda pagi telah tiba. Kesya yang baru selesai menyiapkan sarapan untuk keluarga kecilnya kembali ke kamar, dilihatnya Raka tengah sibuk memakai dasi.
"Loh Mas, Kok kamu rapi banget. mau kemana?" tanya Kesya.
"Aku mau anter anak anak. kebetulan juga ada urusan diluar." jawab Raka.
"Keluar Rumah? kamu lupa ya, luka kamu itu belum pulih. kamu harus istirahat di rumah." protes Kesya.
"Aku kuat kok, kamu gak percaya? lagian aku juga ada urusan penting banget." jawab Raka.
"Emang urusan apa si? penting banget ya? apa gak bisa diwakilkan Toni." protes Kesya.
"Gak bisa, buruan kamu siap siap terus kita anter anak anak. setelah itu kamu ikut aku kesuatu tempat." pinta Raka.
"Kemana?" tanya Kesya.
"Udah siap siap aja, nanti juga kamu tau kita mau kemana." jawab Raka.
"Yaudah kalo gitu aku siap siap dulu ya." Kesya kemudian memilih baju yang akan ia kenakan.
"Aku tunggu dibawah." ucap Raka kemudian meninggalkan Kesya yang tengah bersiap siap.
di ruang tamu.
"Ayahhhhhhhh" Ara berlari memeluk Ayahnya.
"Pagi sayang." sapa Raka.
__ADS_1
"Pagi yah." balas Ara.
"Udah selesai sarapan paginya?" tanya Raka.
"Udah Ayah, Mama mana Ayah?" tanya Ara.
"Mama lagi siap siap." jawab Raka.
kemudian Kesya datang menghampiri mereka.
"Nah semua udah siap, yuk berangkat sekarang" Ajak Raka mengemban putri kecilnya dan membawa ke mobil.
di perjalanan sepulang mengantar Ara Ari.
"Emang kamu mau kemana si?" tanya Kesya.
"Kantor polisi? maksud kamu penjahatnya udah ketemu?" tanya Kesya.
"Iya, kamu pasti pengen tahu kan siapa yang udah berniat jahat sama kamu." ucap Raka.
"Iya si, karena aku heran aja, kenapa orang itu sampe mau celakain aku."Jawab Kesya.
akhirnya mereka pun sampai di kantor polisi. Raka memarkirkan mobilnya kemudian berjalan beriringan dengan Kesya.
"Selamat pagi pak Raka." sapa seorang polisi.
"Selamat pagi." jawab Raka.
__ADS_1
"Saya kesini mau ketemu dengan tersangka yang sudah berusaha menyakiti saya dan istri saya." ucap Raka.
"Baik pak, mari saya antar. tunggu sebentar biar saya panggilin dulu ya." ucap polisi tersebut kemudian menghilang.
"Siapa ya kira kira yang tega, jahatin kita." ucap Kesya.
Kemudian pak polisi datang dengan membawa tersangka ke hadapan Kesya.
"Kamu? jadi kamu yang udah nyakitin aku dan mas Raka? tega banget kamu. Emang kita salah apa sama kamu?" protes Kesya.
"Salah kamu adalah karena kamu udah ninggalin aku dan lebih memilih dia." jawab tersangka tersebut.
"Denger ya, Kesya itu milik saya. kita sudah menikah dan kamu cuma masa lalu buat dia." protes Raka.
"Bukannya dulu kita berjanji untuk saling memiliki? dan saling bersama" ungkap penjahat itu.
"janji? kamu lupa ya? kamu yang tinggalin aku sendirian disaat aku bener bener terpuruk.bahkan kamu pergi pun kamu gak pamit.kamu yang udah nglanggar janji itu sendiri." protes Kesya.
"Aku masih sayang banget sama kamu Key, aku nyesel udah tinggalin kamu. tolong kasih aku kesempatan untuk merubah semuanya jadi lebih baik."Pinta Billi
"Maaf bang gak bisa, sekarang aku udah bener bener bahagia bersama Raka. dia adalah sayap pelindung bagi aku dan juga anak anak. aku bersyukur mempunyai dia." ucap Kesya.
"Denger kan? dia lebih bahagia sama aku ketimbang sana kamu." ucap Raka angkuh.
"Yaudah sayang, ayo kita pergi dari sini, biar polisi yang urus dia. Sekarang kita ke kantor kamu aja ya. kita urus kepemilikan hari ini juga." ajak Raka.
"Iiiya." jawab Kesya kemudian mereka kembali ke mobil.
__ADS_1